Social Icons

Jumat, 17 Oktober 2014

SOLAR ENERGY FOR UMKM

Salah satu kelompok bisnis yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah saat ini adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi kepada pembangungan ekonomi bangsa. Tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian nasional saat ini sudah ditopang oleh pelaku UMKM yang sudah terbukti bisa melewati krisis ekonomi sejak tahun 1997 dan bahkan tahun 2008.


Perkembangan UMKM berlangsung seiring dengan meningkatkan animo anak muda menjadi entrepreneur yang sudah diberikan oleh kampus. Sebagai seorang dosen, saya juga mengajarkan entrepreneurship di kampus dan juga di yayasan yang saya kelola saat ini yaitu GIMB Foundation. Ada 137 siswa dan alumni yang sekarang sudah memilih untuk menjadi entrepreneur berbasis pengetahuan.   

Selain itu, perusahaan besar juga mulai aktif mendukung pengembangan entrepreneurship dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan BUMN termasuk PT PLN tentu juga memiliki program Kemitraan dan BIna Lingkungan (PKBL) yang berorientasi pada pengembangan entrepeneurship melalui pembinaan dan kemitraan dengan pelaku UMKM di sekitar perusahaan termasuk di Provinsi Jawa Barat.

Adapun di Jawa barat, perkembangan entrepeneurship di seluruh kota kabupaten begitu cepat. Perjalanan ke berbagai 27 kota/kabupaten di provinsi ini menunjukkan bagaimana anak muda semakin berminat untuk menjadi entrepreneur. Menurut Kepala Dinas KUMKM Jawa barat, sudah ada 9,1 Juta pelaku UMKM di Jawa Barat (Sumber: wawancara dengan Bapak Gustoni, Kepala Dinas KUMKM Jabar).

Apalagi pemerintah Jawa Barat melalui Gubernur Ahmad Heryawan berkomitmen untuk mencetak 100.000 wirausaha baru Jawa Barat sampai dengan tahun 2018. Tentu hal ini menjadi tantangan yang luar biasa untuk menyukseskan program ini karena berhubungan dengan energy listrik yang dibutuhkan oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Rata-rata bisnis yang berkembang adalah kuliner, fashion, industri kreatif dan lain-lain.

Hal ini menggambarkan bagaimana nantinya kebutuhan listrik semakin meningkat kepada PLN sebagai BUMN yang bertanggungjawab untuk menyediakan energi listrik.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan pemerintah cenderung terus untuk menaikkan harga listrik yang disebabkan oleh semakin tingginya biaya produksi energy listrik itu sendiri seingga dibutuhkan energi alternatif yang sudah sewajarnya disediakan oleh PLN

Ide dasar yang ingin saya sampaikan untuk pemenuhan kebutuhan listrik bagi entrepreneur melalui blogdetik ini adalah bagaimana PLN membuat program Solar Energy for UMKM. Kekayaan negeri ini yang dilimpahi oleh sinar matahari yang terus bersinar harus dimanfaatkan untuk menghasilkan energy untuk memenuhi kebutuhan entrepreneur.

Mereka bisa difasilitasi dengan perlengkapan yang mendukung untuk solar energy yang bisa dijual dan dikelola oleh PLN. Pemasangannya bisa dilakukan di setiap rumah dan tempat usaha entrepreneur, PLN bisa bekerjasama dengan BUMN lain seperti PT LEN yang juga memproduksi peralatan solar energy. Dalam konteks ini, PLN berperan sebagai pihak yang menjual perlengkapan solar energy dan juga mengelola solar energy kepada entrepreneur.

Entrepreneur membutuhkan layanan dari PLN untuk menggunakan peralatan untuk solar energy sehingga memberikan energy bagi kebutuhan operasional perusahaan setiap entrepreneur. Apalagi di Jawa Barat yang sangat membutuhkan energi bagi bisnis mereka. Kendala selama ini adalah mereka belum terbiasa dengan solar energy dalam menjalankan bisnis.  

Energy terbarukan ini bisa memberikan manfaat bagi entrepreneur khususnya yang ada di Jawa Barat. Sebagai founder di GIMB Foundation, yang membina entrepreneur di Kota Bandung dan Jawa Barat serta pengurus HIPMI BPD Jawa barat, saya melihat potensi solar energy for UMKM ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan kepada pasokan listrik PLN selama ini.

Selain itu, PLN juga sudah mulai berkontribusi kepada pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dalam rangka peningkatkan ekonomi para pelaku entrepreneur, ekonomi daerah dan juga ekonomi nasional dalam rangka mempersiapkan entrepreneur menghadapi pemberlakuan pasar Bebas ASEAN 2015.

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana PLN mulai melakukan perubahan habit atau kebiasaan entrepreneur untuk memanfaatkan energy terbarukan bagi bisnis mereka. Optimasi energy terbarukan melalui solar energy perlu dilakukan dan dimulai oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka.

Manfaat yang dirasakan oleh entrepreneur juga semakin terasa karena mereka bisa mendapatkan energi listrik yang lebih mudah dan diharapkan lebih murah bila di berikan oleh PLN. Tingginya harga listrik itu bisa diredam oleh entrepreneur dengan memanfaatkan solar energy yang diberikan oleh PLN. pada akhirnya, entrepreneur bisa mencapai competitve advantage dalam bisnis mereka agar bisa mencapai tujuan bisnis profit, people, planet, sustainability untuk minimal 10 tahun yang akan datang serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Jadi, mereka tidak akan selamanya menjadi UMKM bersama PLN

Oleh Meriza Hendri
  

FOKUS KEPADA KINERJA

Tanggung jawab setiap entrepreneur harus bisa mencapai target dan tujuan ygna sudah ditetapkan dalam setiap rencana kerja mereka. Ini harus bisa dipertanggungjawabkan dalam setiap perjalanan bisnis yang dilakukan setiap hari. Ketika itu gagal, maka, bisnis nya akan gagal juga.

Begitulah ekstrimnya konsep yang selalu saya pegang dan pahami dalam berbisnis. Ada satu konsep yang selalu menjadi kata kunci melihat bisnis itu berhasil untuk saat ini atau yang akan datang dimana setiap orang harusnya peduli dengan konsep ini. Tidak ada tawar-menawar kepada setiap entrepreneur ketika mereka akan menjalankan bisnis dengan baik.

Ketika itu ditanyakan kepada para entrepreneur, jelas tidak semuanya bisa menjawab dengan baik dan bahkan ada yang bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan kinerja. Nah lho… kok bisa ya, seorang entrepreneur tidak memahami konsep kinerja dengan baik. Seharusnya mereka sudah bisa mendefisinikasn dengan tepat sebelum menjalankan usaha.

Dalam bisnis, kinerja itu bagaimana melihat realisasi dari target yang sudah ditetapkan bersama oleh setiap entrepreneur. realisasi ini mencerminkan sejauh mana entrepreneur sudah bekerja dan menghasilkan apa yang selama ini diimpikan dan dijalankan. Tidak bisa ditawar lagi apa yang sudah dilakukan itu tentu memiliki standar.

Kinerja yang harus dilihat itu jelas empat perspektif yaitu keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia. Dalam Balanced scorecard, semuanya harus dilihat secara seimbang sehingga tidak ada yang menjadi prioritas entrepreneur yang harus dicapai. Hal ini harus disadari oleh setiap entrepreneur.

Dalam berbisnis, kinerja itu disederhanakan dalam bentuk TP = TR – TC dimana TP merupakan bentuk dari keuangan, TR adalah bentuk dari marketing dan TC adalah bentuk dari proses bisnis dan juga sumber daya manusia yang dikelola oleh setiap entrepreneur. rumus ini adalah rumus baku yang tidak bisa ditolak oleh entrepreneur.

Oleh karene itu, entrepreneur harus mulai focus kepada  melihat realisasi atas target yang sudah ditetapkan dalam setiap fungsi manajemen di atas. Focus untuk mencapai nya juga agar apa yang sudah ditetapkan sebagai tujuan bisa dinikmati.

Oleh Meriza Hendri

Tulisan ada di www.merizahendri.com

Sabtu, 11 Oktober 2014

MEMBUAT BUKU
Alhamdulillah, sebuah buku tentang entrepreneurship selesai juga dicetak oleh Coach Meriza dan juga Pak Kunto dan juga Pak Iwan Ridwansyah yang sudah ditulis sejak beberapa waktu yang lalu. Buku yang sudah sejatinya menjadi salah satu sumber inspirasi bagi anak muda dan stakeholder lainnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang entrepeneurship.


Buku ini berhubungan dengan bagaimana sinergi antara pemerintah dan pebisnis dan juga akademisi dalam membangun entrepreneur sukses yang berbasis pengetahuan. Inilah pesan utama dalam buku yang sudah dicetak 1000.

Selain bahasan tentang konsep sinergi antara akademisi, pelaku bisnis dan juga pemerintah, disampaikan juga pengalaman dari beberapa  anak muda yang sudah berbisnis dan mengikuti acara ini. Pengalaman mereka berbisnis yang didasarkan juga mengikuti pelatihan dan pembinaan.

Buku ini akan disebarkan kepada berbagai kalangan yang berkepentingan kepada entrepreneurship dan nantinya juga diberikan untuk membuat bisnis entrepreneur bisa sukses sebagai hadiah yang diharapkan dapat memberikan inspirasi.

Distribusi buku juga akan dilakukan melalui online kepada para konsumen yang mengharapkan bagaimana mendapatkan pengetahuan tentang bisnis dan entrepeneurship . 

KARYAWAN HARUS MEMAHAMI PROGRAM CSR PERUSAHAAN

Inilah tantangan terbesar dari setiap entrepreneur ketika mereka akan menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility bagi stakeholder perusahaan mereka. Ketika semua sumber daya sudah diarahkan untuk menciptakan program CSR semenarik mungkin, akan tetapi, seringkali tidak berdampak kepada perusahaan secara optimal.

Inilah yang seringkali terjadi di tengah program CSR yang diselenggarakan tersebut. Akhirnya, menjadi sia-sia apa yagn dilakukan. Padahal, tentu harus ada yang didapatkan dari program CSR bagi perusahaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Oleh karena itu, entrepreneur dituntut untuk bisa membuat program CSR yang bisa memberikan manfaat bagi stakeholder khususnya karyawan. Ingat, program ini tidak hanya bersifat charity saja, dimana hanya orang tertentu yang akan mendapatkan manfaat. Khususnya orang luar perusahaan. Bukan itu yang utama.

Factor inti lainnya adalah bagaimaan karyawan mendapatkan benefit dari program CSR dan merasakan bahwa mereka adalah bagian dari pelaksanaan program tersebut. Mereka harus diikutsertakan dengan optimal untuk turun langsung dalam aktivtas yang dijalankan. Tidak ada pengecualain.

Setiap karyawan harus diberikan pemahaman dan penghayatan yang benar tentang program CSR. Jangan sampai salah. Rasanya, inilah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh setiap entrepreneur terhadap karyawan mereka.

Kedepannya, program CSR ini bahkan akan datang dari karyawan dalam bentuk ide-ide bisnis yang akan membuat program ini semakin kaya dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Jangan terjebak untuk memikirkan hal ini karena itu akan menentukan tingkat keberhasilan program CSR bagi perusahaan.


Jadi, saatnya entrepreneur untuk focus dalam melibatkan karyawan untuk turut serta mendesain berbagai program CSR yang relevan dengan karyawan dan akhirnya member manfaat bagi perusahaan saat ini dan yang akan datang. 

Kamis, 09 Oktober 2014

PERSIAPAN NUBIZ GOES TO KOREA

Kemaren, seharian tim GIMB Foundation melakukan persiapan untuk  menjalankan program Nubiz goes to Korea yang memang menjadi salah satu program unggulan dalam rangka memberikan semangat kepada banyak orang untuk menjadi entrepreneur sukses.

Memang menjadi sebuah penghargaan bagi GIMB Foundation untuk menjadi sebuah lembaga yang dipercaya untuk memberikan sharing kepada para TKI dan mahasiswa di sana untuk menjadi seorang entrepreneur. khususnya yang berhubungan dengan mindset seorang enterpeneur.

Persiapan kemaren lebih kepada bagiamana emmbuat program yang menarik dan khususnya adalah berhubungan dengan rundown selama acara disana. Setiap hari yang dilewati harus bisa dimanfaatkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi setiap enterpeneur dan juga TKI.

Alhamdulillah, Mind Production yang membantu pelaksanaan acara ini sudah membuatkan scenario yang cukup baik untuk dijalankan disana. Mulai dari kang avip berangkat sampai dengan pulang kembali di Indonesia tanggal 16 septmber 2014.


Demikian juga coach Meriza dan Agus mempersiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada mereka di Korea Selatan dan pada akhirnya, magrib ssemuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik. 

RUPIAH MENGALAMI PELEMAHAN : RP. 12.200 TERHADAP DOLAR AMERIKA

Kemaren malam, saya membaca berita di salah satu berita online yang menyatakan bagaimana kondisi rupiah terhadap dolar Amerika yang semakin melemah. Bahkan pelemahan ini semakin cepat seiring dengan kondisi politik dalam negeri yang semakin tinggi tensinya dalam konteks perebutan kekuasaan.

Waduh… inilah pernyataan yang keluar di mulut saya karena pastinya akan berdampak kepada bisnis setiap entrepreneur, terlepas apakah itu dampak positif ataupun negative. Yang pasti adalah bagaimana mereka harus memahami dampak dari setiap perubahan mata uang ini kepada bisnsi.

Mungkin saya tidak akan mendalami kondisi pelemahan tersebut, akan tetapi, akan focus bagaimana setiap entrepreneur memang dituntut untuk bisa memahami bahwa lingkungan bisnis itu selalu berubah dan Tmenimbulkan ketidakpastian, tidak bisa dikontrol dan juga mengalami turbulensi.

Hal ini penting bagi setiap entrepreneur yang sedang berupaya untuk mencapai tujuan keunggulan bersaing atau competitive advantage dalam setiap aktivitas bisnis mereka. Tidak ada yang harus dipertimbangkan dalam bisnis karena berhubungan dengan tingginya perubahan lingkungan bisnis, termasuk dengan mata uang yang digunakan oleh setiap entrepreneur.

Tentu dampak yang terjadi tidak hanya bersifat jangka pendek karena dampak pelemahan ini juga akan dirasakan oleh banyak pihak, termasuk supplier, pesaing, distributor dan juga konsumen yang akan membeli produk tersebut. Bagi enterpeneur, akan sangat berpengaruh kepada tiga aspek.

Pertama, tentu berhubungan dengan revenue karena konsumen akan merasakan dampak dari pelemahan ini. Apalagi konsumen utamanya adalah konsumen yang ada di dalam negeri. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka sangat terpengaruh terhadap kondisi ini karena tidak semata-mata produk kita saja yang dibeli, tetapi juga produk lain.

Kedua, berhubungan dengan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi dan juga membayar berbagai kebutuhan produksi. Supplier itu pasti akan menaikkan harga barang baku, apalagi yang dibeli dari luar negeri. Hal ini menjadi tantangan untuk mengelola dan mendapatkan biaya yang paling murah.

Ketiga, jelas akan berpengaruh di profit yang didapatkan oleh setiap entrepreneur karena naik atau turunnya profit ini sangat ditentukan oleh revenue dan juga cost. Oleh karena itu, entrepreneur diharapkan bisa mengelola setiap aspek rupiah yang melemah dan dampaknya kepada setiap aspek aktivitas bisnis….

Disinilah tuntutan setiap entrepreneur menjadi seorang ahli strategi yang tetap harus melihat setiap perubahan lingkungan dan membuat pilihan terbaik untuk membuat bisnis mereka tetap unggul dan berkinerja optimal. 
Oleh Meriza Hendri
Tulisan ada di www.merizahendri.com

Rabu, 08 Oktober 2014

VISITASI KEMENPORA KE GIMB FOUNDATION

Hari ini adalah jadwal Kemenpora melakukan visitasi ke GIMB Foundation dalam rangka seleksi untuk para penggerak wirausaha yang berkomitmen untuk mencetak enterpeneur berdaya saing dalam rangka menghadapi tingkat persaingan yang luar biasa ditengah negara ini bersiap-siap untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.
Acara tadi pagi adalah bagian dari proses untuk mendapatkan individu ataupun lembaga seperti yang diharapkan tadi. Acara sendiri dimulai pada pukul 10 pagi karena visitor nya baru sampai di kantor GIMB Foundaiton dan langsung melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen pendukung.

Banyak pertanyaan yang diajukan seputar GIMB Foundatioin dan apa yang sudah dilakukan oleh GIMB dalam mencetak entrepreneur muda sukses. Tentu hal ini berhubungan dengan visi dan misi yayasan untuk mencatak entrepepreneur muda sukses berbasis pengetahuan.

Jawaban sendiri diberikan oleh Kang Meriza, Kang Avip dan Kang Agus yang dibantu oleh para binaan yang disebut dengan GIMBers. Mereka adalah kang yanto, syarif, ismi dan sissy serta bambang yang berbisnis ayam dower. Juga ada kang eris yang memang sudah membantu dalam mengembangkan jaringan ke media.

Acara sendiri ditutup dengan foto bersama dan juga kunjungan ke beberapa tempat bisnis binaan sehingga mendapatkan gambaran –pasti dari apa yang sudah dilakukan oleh GIMB dalam mencetak enterpeneur muda sukses. 

BERESKAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Luar biasa…inilah tanggapan pertama yang ingin saya sampaikan kepada para entrepreneur yang mencoba untuk mengembangkan bisnis , tetapi terkendala oleh keterbatasan dalam mengelola bisnis yang notabene adalah berasal dari keuangan yang memang menjadi ruh nya perusahaan.

Perjalanan setengah hari ini memberikan pelajaran yang sangat penting ketika sebuah bisnis sudah berusia lebih dari 10 tahun dan memiliki asset yang tidak kurang dari 12 miliar rupiah. Akan tetapi, gagal dalam meningkatkan value perusahaan yagn seharusnya sudah bisa memberikan value yang optimal dengan skala bisnis yang beromzet miliaran setiap bulan.

Banyak hal yang saya lakukan kepada merek hari ini, akan tetapi, terlihat jelas bagaimana akar masalahnya terletak kepada belum optimalnya mengelola keuangan perusahaan. Cara yang digunakan adalah instink dan yang paling penting adalah bagaimana uang ada dan memberikan gaji kepada perusahaan.

Ini jelas tidak sesuai dengan hakekat bisnsi yang seharusnya menjadi asset yang luar biasa bagi entrepreneur untuk mendapatkan value dari perusahaan teresbut. Salah satunya adalah profit yang sejatinya digunakanuntuk mengembangkan bisnis mereka.

Pengelolaan keuangan menjadi kunci bisnis untuk bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pengelolaan keuangan dimulai dari konsep budgeting yang harus dibuat oleh entrepreneur agar bisa menjadi acuan dalam berbisnis. Acuan dalam menjalankan bisnsi dalam konteks mencapai target dan mengelola biaya yang harus dikeluarkan.

Budgeting adalah ilmu yang benar-benar penting untuk membuat bisnis entrepreneur agar bisa bermanfaat untuk saat ini dan yang akan datang. Tidak bisa dipungkiri bahwa buidgeting menjadi alat control bagi entrepreneur dalam mengelola keuangan yang bisa jadi tidak hanya sendiri, tetapi juga dilakukan oleh karyawan lainnya.

Selanjutnya adalah bagaimana menerapkan akuntansi sebagai point utama dalam mencatat dan menganalisis penggunaan uang dalam perusahaan. Setiap transaksi yang dilakukan harus bisa dicatat dan dianalisis sehingga menjadi sumber untuk membuat keputusan bagi setiap entrepreneur.


Kedua hal ini adalah penting bagi setiap entrepreneur alam membuat bisnis mereka besar sesuai dengan konteks bisnis yang seharusnya bisa dipahami sebagai sesuatu yang penting dan harus mencapai target yang sudah ditetapkan. Banyak hal yang harus dipahami dari proses budgeting dan juga akuntansi dalam setiap bisnis. 
 

Info2

Hayu.......Dengarkan diskusi bisnis KLINIK UKM Radio Bobotoh 96,4 FM setiap Senin, pukul 18.00 - 19.00 WIB
 
Blogger Templates