Top News

Dalam setiap bisnis yang dijalankan para entrepreneur, harus dijelaskan dahulu tujuan yang harus dicapai oleh setiap entrepreneur sebelum menjalankan program ataupun bisnis mereka. inilah pelajaran yang paling berharga hari ini yang ditunjukkan oleh beberapa entrepreneur yang saya bina di Kota Bandung. Berharga sekali.


Bicara bisnis, tentu orang tidak akan lepas dari tujuan profit yang memang sudah menjadi fondasi bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka. Profit yang dihitung berdasarkan selisih antara total revenue dengan total cost yang dikeluarkan oleh para entrepreneur dalam bisnis tersebut. Itu kuncinya. Bagaimana bisnis yang dijalankan harus benar-benar bisa meningkatkan profit.


Dengan profit inilah entrepreneur bisa mencapai tujuan lainnya yaitu people, planet, sustainability serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil dan menengah sampai dengan besar sehingga terlihat bagaimana bisnis tersebut terus tumbuh dan berkembang.


Faktor inilahyang menjadi dasar untuks etiap orang menjalankan bisnis tersebut dan menjadi tuntutan para entrepreneur dalam berbisnis agar bisa mencapai tujuan ini, yaitu meingkatkan profit perusahaan kedepannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis tersebut harus benar-benar bisa memberikan profit bagi perusahaan.


Bagaiman dengan people? inilah yang menjadi tantangan setiap entrepreneur bagaimana bisa membuat bisnis yang bisa memberikan manfaat bagi setiap orang diskeitar perusahaan dan masyarakat tersebut menjadi hidup yang lebih sejahtera.


Adapun planet adalah bagaimana membuat bisnis tersebut bisa menjaga kelestarian alam untuk jangka panjang dan selalu membuat alam ini terus terjaga dan adanya keseimbangan antara alam tersebut. tidak akan ada bencana alam nantinya.
Konsumen adalah raja dan pasti setiap entrepeneur pernah mendengar konsep ini. Dimana-mana orang selalu menyatakan seperti itu yaitu bagaimana membuat konsumen bisa dilayani sehingga mereka puas dan loyal nantinya. Berbagai upaya dilakukan oleh entrepeneur. Yang penting, bagaimana nantinya setiap konsumen benar-benar puas dan tidak mau pindah kepesaing. Mereka akan melakukan repeat order, membeli produk yang lin serta melakukan rekomendasi produk yang dihasilkan oleh entrepeneur kepada keluarga, teman dan lain-lain. 


Agar kita tidak salah dalam melayani mereka dan tidak bisamembuat mereka puas danloyal, maka entrpreneur harus kembali ke tiga konsep mendasar yang harus dipahami. Konsep ini seerhana akan tetapi akan menentukan program yang akan diberikan kepada setiap konsumen tersebut. Jangan terjebak dengan ketidaktahuan akan konsep need, want dan demand dari setiap entrepeneur. Inilah dasarnya.


Setiap konsumen itu memiliki need atau kebutuhan yang bersifat mendasar dan ada disetiap diri manusia. Need itu sangat mendasar. Bisa kita lihat, kalau berdasarkan teorinya Maslow, basic need manusia itu adalah sandang, pangan dan papan. Ada tiga kebutuhan dasar manusia. Jadi, kalau berbisnis di fashion, kuliner dan property, tidak akan pernah habis. Namun demikian, saat ini juga semakin berkembang kebutuhan dasar orang yaitu berkomunikasi, kesehatan dan pendidikan.


Bagaimana dengan want? Konsep ini adalah keinginan manusia terhadap pemenuhan kebutuhan dasar tadi. Bedanya, kalau kebutuhan dasar itu sifatnya terbatas, kalau want, tidak terbatas. Ini sangat luas dan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dalam diri dan juga luar dari konsumen itu sendiri yang disebut dengan consumer behavior atau perilaku konsumen.


Adapun konsep demand adalah daya beli konsumen atau keinginan konsumen yang didukung oleh daya beli mereka. Boleh saja keinginan begitu banyak dan tinggi, akan tetapi, lihat dulu uang yang ada sama mereka. Apakah mereka punya daya beli atau tidak. Sekarang, bagiamana dengan teman-teman entrepeneur? sudahkah mengetahui need, want dan demand konsumen masing-masing? Hal ini penting untuk menentukan bauran pemasaran dalam perusahaan teman-teman. Sukses buat kita hari ini ya.
Kemaren, pengalaman berharga yang didapatkan dari satu kasus yang dihadapi oleh calon juara dalam bisnis atau dengan memilih menjadi seorang entrepreneur. awalnya biasa saja, akan tetapi, tidak demikian halnya bila seseorang untuk menjadi juara.


Sesuatu yang sederhana dan kecil, bisa jadi batu sandungan untuk setiap calon juara agar menang dalam setiap perjuangan yang dilakukan. sesuatu yang bagi banyak orang, mungkin tidak perlu. Akan tetapi, tidak buat setiap calon juara yang benar-benar ingin sukses dalam setiap pilihannya, apalagi dalam bisnis.


Satu kata untuk itu adalah disiplin. Sebagai coach, tentu tidak mudah untuk membuat setiap anak binaan menjadi disiplin dalam setiap aktivitas yang dijalankan atau dipilih oleh para entrepreneur.


Kemaren, anak itu tidak membuat tugas yang sudah ditetapkan diawal padahal sudah menjadi kesepakatan bahwa apa yang sudah ditetapkan tersebut harus dijalankan oleh calon juara. Tidak ada alasan untuk tidak menjalankannya sehingga bila tidak menjalankannya, tentu ada punishment yang harus diberikan kepada beliau. tidak ada pengecualian untuk tidak menerima punishment.


Dengan negosiasi yang alot, beliau berharap saya bisa mengurangi hukuman karena terlalu besar secara material yang harus beliau beli agar bisa kembali bergabung dengan kelas untuk belajar. Seorang coach, tidak mau ada negosiasi dnegan anak binaan karena memang harus konsisten dengan apa yang sudah diucapkan.


Akhirnya, beliau memenuhi hukuman yang harus dijalankan meskipun dengan berbagai alasan dan negosiasi. Tetap bagi saya tidak berubah.


Pelajaran apa yang ingin saya share kepada calon juara lainnya adalah bagaimana setiap calon juara harus menegakkan disiplin untuk menjadi juara. Peran seorang coach sangat strategis untuk membuat mereka disiplin dengan apa yang sudah disepakati untuk mencapai tujuan.


Disiplin memang sudah seringkali didengar oleh banyak orang. Disiplin adalah konsep yang gampang untuk diucapkan, akan tetapi membutuhkan effort yang luar biasa untuk terus menegakkan disiplin tersebut. pengorbanan waktu, tenaga, fikiran dan bahkan bentuk uang terus bisa disiplin.


Anak tadi bilang bahwa beliau tidak punya waktu mengerjakan apa yang diperintahkan karena sibuk dengan aktivitas bisnis. Saya juga bilang, saya juga pebisnis dan mau jadi juara, akan tetapi, selalu saya berikan waktu satu jam untuk menulis di web karena tugasnya adalah menulis di web masing-masing.


Pengorbanan waktu satu jam ini harus dimaknai bahwa memang waktu itu penting tetapi, bisa dimanage untuk aktivitas yang penting bagi setiap calon juara. Pengorbanan kedua adalah tenaga. Jangan terjebak pada kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan pencapaian tujuan menjadi juara. Tenaga itu penting karena tanpa action, apa yang diharapkan menjadi sia-sia dan tidak akan pernah bisa tercapai.



Berlatih itu adalah contoh aktivitas yang harus dilakukan dan ini harus disiplin dalam menjalankannya. Tidak ada alasa untuk tidak mengorbankan tenaga tersebut. harus disiplin.


Pengorbanan fikiran adalah aspek yang penting juga karena fikiran ini lah yang membuat setiap orang bisa konsistensi menjalankan apa yang sudah ditetapkan. Bila fikiran agak “longgar” terhadap apa yang sudah disepakati,  menjadi longgar pula apa yang dilakukan. saya tidak membiarkan anak didik kemaren untuk memiliki persepsi, biarin aja pak meriza bisa memahami apa yang saya lakukan.


Tidak berlaku akan hal itu bagi saya. Tidak mau beliau berpersepsi seperti itu. Tidak ada pengecualian. Biarlah mereka marah atau kecewa, akan tetapi, mereka akan sadar dengan apa yang sudah dilakukan.


Pengorbanan terakhir adalah berhubungan dengan uang. Memang kemaren menjadi beban buat beliau karena harus membeli coklat sebagai bentuk hukuman yang tidak menjalankan apa yang sudah disepakati. Tetapi, pelajaran beharga buat beliau adalah kalau dengan pak meriza, sebagai coach, tidak ada toleransi untuk kesalahan yang sudah dilakukan.


Inilah pelajaran yang sangat berharga berupa disiplin untuk calon juara. Calon juara tersebut dihasilkan oleh perjuangan yang tidak mudah dan ringan. Juara itu dihasilkan dari usaha yang luar biasa dan disiplin tinggi. salam juara....
Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan, nama saya Taufik dan selalu mengikuti program belbiz ini. saya ingin mengetahuai bgaimana cara awal membuat sebuah brand produk agar bisa dikenal ke publik?
Wassalam
Taufik – cimahi


Wasalamualakum wr. Wb.
Terima kasih atas tanggapan dan pertanyaan yang pak Taufik sampaikan kepada saya dan pastinya membahas tentang merek menjadi hal yang penting bagi setiap entrepreneur agar menjadi bisnis yang kuat dan bahkan sangat strategis bagi para entrepreneur agar bisa membuat bisnisnya tetap profit, people, planet dan bahkan jangka panjang.

Hanya saja, orang seringkali terjebak pada upaya membangun merek yang cepat dan nyeleneh. Mereka lupa tentang konsep brand itu sendiri karena bukan karena mudah diingat saja,sehingga dengan brand name yang nyeleneh, seolah-olah sudah bagus brand nya dan pasti akan berhasil. Kenyataannya? Belum tentu karena hal ini akan membuat kondisi yang kontra produktif. Lihat saja banyak merek yang tidak bisa bertahan lama karena mereka tidak bisa memahami makna merek dengan baik.

Oleh karena itu, hal yang pertama danharus dilakukan oleh para entrepreneur adalah memahami diri, produk dan perusahaan mereka. Hal berhubungan dengan keunggulan diri, produk dan perusahaan itu sendiri yang menjadi dasar untuk membuat sebuah brand atau merek.intinya, buatlah merek sesuaidengan core competency yang dimilki. 

Kedua, melihat pasar dan pesaing. Pasar itu relevan dengan konsumen produk dan bisnis para entrepreneur karena berhubungan dengan need, want dan demand serta perilaku daripada konsumen. hal ini menjadi pertimbangan juga dalam membuat brand. Lihat saja entrepreneur yang gagal memahami konsumen sehingga mereknya tidak bisa diterima pasar. demikian juga dengan pesaing, harus dilihat agar mereka tidak melakukan repeatation atau pengulanan sehingga dianggap menjiplak merek orang lain.
Ketika itu sudah dilakukan, tetapkan brand name atau nama merek terdiri dari satu sampai tiga suku kata, menetapkan jenis huruf, warna, kotak atau lingkaran, ukuran huruf sampai dengan logo sehingga benar-benar mencerminkan sebuah brand. Inilah beberapa hal yang harus dibuat oleh para entrepreneur dalam berhubungan dengan merek.


Tanya Jawab di Program Beliz on Radio K-Lite 107,1 FM bersama STRABIZ Management Bandung pada hari Jumat, pukul 19.15 – 20.15. Tanya jawab lainnya dapat dilihat di www.strategidanbisnis.com