Top News

Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan, nama saya Rudi dan saat ini saya masih bekerja di perusahaan orang lain. Saya tertarik menjadi pensiunpreneur, tetapi, belum paham hakekat seorang pensiunpreneur. Mohon pencerahan dan kapan baiknya saya menjadi pensiunpreneur?
Wassalam
Rudi - Bandung  


Wasalamualakum wr. Wb.
Terima kasih Pak Rudi yang sudah bergabung dengan program Belbiz on Radio ini dan pastinya diharapkan bisa memberikan value kepada Bapak dalam membangun mindset seorang pensiunpreneur dan minat untuk menjadi seorang pensiunpreneur.

Bicara pensiunpreneur, bagi saya adalah seorang mantan karyawan yang memiliki mindset yang digunakan untuk melihat atau menciptakan peluang dan merubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis yang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri, orang lain dan alam dalam jangka panjang.jadi, intinya, seorang karyawan yang berhenti atau pensiun dan kemudian membangun bisnis. tetapi, hal ini bukanlah sebuah pekerjaan, akan tetapi sebuah mindset atau sikap mental yang harus dimiliki oleh mantan karyawan tersebut.

Kapan baiknya? Ini adalah pertanyaan yang seringkali saya dapatkan dari calon pensiunpreneur dan mereka semua berniat untuk menjadi seorang pensiunpreneur. Sebelum menetapkan tanggal, saya mendorong seorang karyawan untuk menetapkan niat untuk menjadi pebisnis dulu. Lebih baik waktu muda karena kreativitas dan inovasi masih tinggi selain tenaga dan fikiran juga masih fresh. Demikian juga dengan fisik yang masih kuat.

Setelah niat, mulai mengevaluasi atau melakukan assessment terhadap diri yang meliputi talent, knowledge, skill, attutide serta morale. Hal ini saya sebut dengan integrated successful pensiunpreneur model (ISP Model). Saya bisa membantu untuk analisis potensi bisnis yang paling sesuai dengan diri masing-masing karyawan. nanti akan saya bandingkan dengan peluang yang ada di pasar.

Setelah itu, tentu buat perencanaan dan persiapkan modal. Ingat, modal tidak harus besar, tetapi, minimal untuk operasional. Selain itu, kalau sudah berkeluarga, sisihkan dana untuk 12 bulan gaji biar keluarga tetap bisa berjalan. 

Barulah setelah itu putuskan untuk menjadi pensiunpreneur. Ketika semakin cepat melakukan hal di atas, maka akan semakin cepat memutuskan menjadi pensiunpreneur.


Tanya Jawab di Program Beliz on Radio K-Lite 107,1 FM bersama STRABIZ Management Bandung pada hari Jumat, pukul 19.15 – 20.15. Tanya jawab lainnya dapat dilihat di www.strategidanbisnis.com
Kang Asep melihat banyak sekali calon pensiunan yang  memilih untuk berbisnis dan bahkan menginvestasikan uang pensiun mereka ke dalam bentuk bisnis. bahkan kasus beberapa waktu ini yang membuat banyak pensiunan yang stress karena investasi yang mereka jalankan raib sehingga uangnya habis. Kang Asep ingin mendapatkan inspirasi dari Uda Emha tentang kondisi ini dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh para calon pensiunpreneur ataupun pensiunpreneur yang sudah menjalankan bisnis.


Kang Asep : “Uda, kenapa ya.. akhir-akhir ini saya melihat banyak sekali pensiunpreneur yang stress karena bisnis yang dijalankannya gagal”


Uda Emha : “Baru tahu ya kang.. inimah sudah banyak dan terjadi pada pensiunan dari berbagai jenis perusahaan,  mulai dari perusahaan nasional sampai dengan multinasional”


Kang Asep : “O gitu da? Jadi fenomena ini sudah lama terjadi ya”


Uda Emha : “Betul sekali dan sangat disayangkan hal ini terjadi pada diri pensiunan dimana mereka hanya memiliki aset yang tidak bisa didapat seperti waktu menjadi karyawan dulu”


Kang Asep : “Maksudnya da? Saya belum ngerti”


Uda Emha : “Iya.. mereka hanya memiliki aset itu saja dan gaji juga sudah tidak ada”


Kang Asep : “ooooo, kira-kira apa ya akar masalahnya da?”


Uda Emha : “akar masalahnya adalam kegagalan pensiunan menyeimbangkan antara logika dengan emosi”


Kang Asep: “What, naon?


Uda Emha: “iya.. pensiunan lebih domiman dipengaruhi oleh emosi mereka dibandingkan dengan logika dalam membuat keputusan berbisnis dimana mereka lebih banyak digoda dan dirayu oleh orang lain untuk berinvestasi. Dengan berbagai trik, partner mereka mengajak berbisnis sementara mereka tidak paham dengan bisnis tersebut. disinilah mereka lebih dikuasai oleh emosi daripada logika”


Kang Asep : “Kok bisa? Kan mereka orang terpelajar?”


Uda Emha : “Ya bisa saja.. konteksnya sudah berbeda..ketika menjadi pensiunpreneur, itu adalah baru buat mereka. Hanya kedekatan dan kemampuan partner dalam meyakinkan pensiunan tadi untuk berbisnis sehingga mereka menginvestasikan aset tersebut”


Kang Asep:”Lalu, seharusnya bagaimana da?”


Uda Emha : “tetaplah logis karena dengan logis akan selalu berhitung untung dan rugi serta tidak asal berbisnis yang tidak mereka kuasai”


Kang Asep : “O gitu ya da.. baiklah da,, ini benar-benar penting bagi calon pensiunpreneur.. uda tetap bahayyya…”


Uda Emha : “Maksudnya”


Kang Asep : “He2.. U know me da…”
Salah satu berita yang sangat intens di berbagai media saat ini adalah bagaimana permasalahan yang dihadapi oleh salah satu perusahaan multi national company yaitu Freeport Indonesia yang saat ini tengah menghadapi perubahan kebijakan dari pemerintah yang dulunya kontrak karya, tetapi sekarang berubah. Hal ini diawali dengan tuntutan undang-undang agar perusahaan ini membangun smelter di Indonesia. Akan tetapi, entah kenapa, hal itu belum juga dijalankan. Dampaknya? Tentulah kepada karyawan yang ribuan saat ini sedang menunggu nasib mereka di perusahaan ini. Bisa jadi mereka akan mengikuti langkah-langkah karyawan di berbagai perusahaan minyak yang sudah terlebih dahulu mengalami kondisi PHK atau pemutusan Hubungan Kerja.


Hanya saja, mereka bingung mau ngapain setelah memasuki masa pensiun karena dulunya mendapatkan fasilitas dari perusahaan, mulai dari gaji, tunjangan dan berbagai fasilitas dari perusahaan. Bahkan kebutuhan pribadi dan keluarg mereka juga ditanggung oleh perusahaan dan pastinya memberikan comfort zone kepada para karyawan. berbeda halnya dengan masa mereka akan memasuki pensiun.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran yang didapat dari kondisi ini. salah satunya adalah dimensi yang berada di dalam mindset kewirausahaan yaitu kreatif dan inovasi dari seorang entrepreneur. Hal ini bukan lagi menjadi sebuah karakteristik, akan tetapi menjadi sebuah sikap mental dalam menjalankan bisnis. kreativitas merupakan kemampuan mengembangkan ide-ide untuk memecahkan masalah dan bahkan entrepreneur mampu mendapatkan peluang dari masalah tersebut.


Kreativitas menjadi sikap mental dan menghadapi masalah seperti yang dihadapi oleh para karyawan, tentu masalahnya adalah mereka tidak lagi mendapatkan manfaat atau benefit dari status sebagai seorang karyawan. Oleh karena itu, terlihat betapa pentingnya seorang entrepreneur itu memiliki mindset kewirausahaan yang dimensinya adalah kreatif.


Untuk mengembangkan creative thingking, seorang entrepreneur bisa memulai dengan selalu bertanya tentang adanya gap dari sesuatu yang diharapkan dengan fakta yang ada didalam bisnisnya. Gap itu tentu berhubungan dengan keuangan, pemasaran, operasi, sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan masing-masing. ketika seorang entrepreneur bertanya tentang kondisi tersebut, akan muncul masalah. Kenapa demikian? Karena awal dari kreativitias itu adalah masalah dan kesadaran akan suatu masalah adalah awal untuk mengembangkan kreativitas.


Selanjutnya adalah bagaimana menimbulkan keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut. untuk itu, perlu belajar terus dalam konteks research. Ide itu akan muncul dari teori-teori sampai dengan berfikir yang kreatif. Hal ini harus dilakukan terus menerus oleh para entrepreneur. Bagaimana dengan anda?
Ada yang menarik ketika saya diskusi dengan teman-teman pensiunan dari beberapa perusahaan dan masuk kelas saya untuk meningkatkan kapabilitas bisnis, mindset serta bagaimana melihat peluang dari lingkungan bisnis. Saya memang suka sharing dengan teman-teman karena merasa sama nasib dan sepenanggungan dalam konteks bisnis dan indahnya berbagi dengan mereka karena saya juga mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari mereka.


“Pak Meriza, kenapa ya dalam berbisnis saat ini, saya sebagai pensiunpreneur merasa perlu memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman dulu waktu bekerja khususnya membuat sistem dalam perusahaan?” tanya salah seorang pensiunpreneur yang memilih bisnis digital. Saya langsung terdiam memikirkan pengalaman saya dulu ketika memulai STrabiz Manajemen Bandung dimana saya harus memulainya denganmembuat desain bisnis yang pastinya relevan dengan pengalaman saya sebagai dosen dan juga tim mendesain rencana strategis sebuah perusahaan yang notabene tempat saya bekerja dulu.


Waktu itu, memang saya diajak berfikir sistem dengan menganalisis lingkungan bisnis, baik internal ataupun eksternal serta menetapkan posisi agar bisa memilih strategi yang paling tepat dan membuat program pemasaran, operasi, sumber daya manusia serta teknologi informasi. Belum lagi membuat anggaran perusahaan sampai dengan SOP dan memilih orang-orang terbaik dalam bisnis untuk bisa menjalankan program yang dibuat. Yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi dan kontrol atas


Hal ini sangat terasa ketika saya memulai bisnis dan bahkan ketika menumbuhkembangkan bisnis dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Tidak terasa, ilmu tersebut sangat mempengaruhi dan bahkan mewarnai perjalanan bisnis saya sekarang. Disinilah saya merasakan bahwa setiap pensiunpreneur itu harus berfikir sistem dan beruntunglah pensiunpreneur karena pernah berstatus sebagai seorang karyawan dimana pernah membuat sistem manajemen dari hulu ke hilir.


Oleh karena itu, bagi pensiunpreneur, sudah menjadi tuntutan untuk bisa terus berfikir sistem agar bisa membuat strategi bisnis yang paling tepat sehingga bisnis yang dijalankan tersebut bisa memberikan superior value kepada para pensiunan dalam menjalankan bisnis. tidak kalah pentingnya adalah tetap bisa membuat pensiunpreneur bisa beristirahat dan menikmati masa tuanya dengan tidak direcoki oleh berbagai masalah bisnis. Ingat kembali pengetahuan dan pengalaman serta sikap dalam berfikir sistem dan terapkan di perusahaan masing-masing.


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER