Social Icons

Senin, 31 Agustus 2015

Hari ini harus lebih baik dari hari kemaren

Dalam satu ajaran agama islamyang paling mendasar yang saya pahami adalah bagaimana memanfaatkan. Waktu dalam hidup ini. Waktu yang sejatinya adalah aset yang paling berharga dan seorangumat muslim wajib memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Wal-a'shri, Demi waktu, kata Allah. Artinya, Allah bersumpah demi waktu yang jelas-jelas diucapkan Allah sebagai peringatan kepada umat islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.

Kalau dilihat secara mendalam, terrlihat bagaimana. Waktu itu penting dan tidak boleh dimain-mainkan, apalagi dibuang-buang. Tentu hal ini harus dipahami dengan baik oleh umat islam.

Rasanya, hal ini sangat relevan dengan umat muslim dimana sudah sejatinya umat muslim bisa memanfaatkan salah satu aset yang paling berharga yaitu waktu. Aset yang bersifat intangible dan terbatas.

Hari ini harus lebih baik daripada hari kemaren adalah salah satu bentuk pemahaman umat islam bagaimana sejatinya menghargai waktu yang benar. Harus dimanfaatkan dengan baik agar benar-benar bernilai.

Oleh karena itu, entrepreneur harus bisa membuat rencana harian terlebih dahulu dengan target yang jelas dan juga terukur. Ini akan benar-benar terasa ketika semuanya bisa dilihat dengan baik. Rencana yang jelas ini akan menjadi guidance.

terakhir, do the best, agar hari ini hasilnya akanjauh lebih baik daripada kemaren dan sejatinya entrepreneur harus bisa berlaku lebih baik, lebih baik dan lebih baik untuk bisnisnya dibanding hari kemaren. Insya Allah
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 30 Agustus 2015

MENGEJAR IMPIAN DITENGAH “KRISIS EKONOMI”


Impian yang dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk menjadi juara adalah modal dasar yang sangat kuat dan pasti akan mampu membuat setiap entrepreneur untuk terus giat bekerja dan fokus untuk mencapainya. Impian inilah yang harus diperkuat oleh para entrepreneur agar menjadi juara dalam bisnis yang biasa disebut dengan mencapai competitive advantage.
 
Impian yang baik itu akan mengarahkan setiap entrepreneur untuk terus bekerja dan fokus untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. "Kejarlah impian yang sudah ditetapkan" inilah kalimat yang seringkali diucapkan oleh banyak orang ketika bicara tentang entrepreneurship sebagai pilihan hidup mereka. Bahkan impian itu akan membuat setiap orang dapat bersemangat dalam hidup.
 
Saya teringat dengan salah satu konsep dasar yaitu kerjalah impian yang sudah ditetakan dan ini ditunjukkan oleh strategi yang digunakan oleh entrepreneur, kemudian, dengan program kerja, khususnya yang berhubungan dengan keuangan, pemasaran, operasi dan juga sumber daya manusia, anggaran yang mereka gunakan untuk menjalankan program dan bahkan sampai dengan standard operation procedures (SOP).
 
Hal ini akan menjadi bagian dari upaya entrepreneur menggapai impian yang sudah mereka tetapkan. Akan tetapi, ada satu kondisi yang tidak boleh diabaikan oleh para entrepreneur yaitu lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi.
 
Kondisi ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa diabaikan oleh para entrepreneur dalam berbisnsi untuk mencapai tujuan. Entrepreneur tidak boleh naïf dengan melihat lingkungan bisnis dan bahkan bisnisnya itu sendiri sebagai sebuah aktivitas yang tidak akan terpengaruh oleh perubahan lingkungan. Atau malah sebaliknya, menganggap tidak ada lingkungan bisnis yang berubah.
 
Tentu paradigma ini harus dirubah oleh setiap entrepreneur. paradigma yang benar-benar berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur harus menyadari bahwa bisnis mereka sangat ditentukan oleh lingkungan bisnis itu sendiri. Ada peluang, ancaman dan bahkan kekuatan dan kelemahan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan tersebut dan sejatinya, entrepreneur harus paham dengan kondisi tersebut. Memanfaatkan peluang dan meminimalisir ancaman.
 
Kondisi ekonomi saat ini, yang seringkali disebut dalam kondisi yang tidak menguntungkan dimana nilai tukar rupiah yang sangat anjlok sudah melewati Rp. 14.000/dolar, lalu, inlfasi yang sudah mencapai 7%, daya beli masyarakat yang sangat rendah dan lain-lain adalah bebeapa indikator lemahnya ekonomi negeri ini.

Pengaruh dari kondisi ini sangat luar biasa karena akan berdampak kepada kualitas entrepreneurship itu sendiri. Tantangan para entrepreneur harus bisa melewati kondisi ini. Bagi saya, inilah tantangan entrepreneur kalau ingin naik kelas ketika bisnis mereka akan mencapai kesuksesan dalam kerangka mencapai competitive advantage atau keunggulan bersaing dalam hal menjadi juara.
 
Oleh karena itu, sudah sejatinya entrepreneur mulai fokus dalam menganalisis setiap perubahan lingkungan bisnis mereka. Bahkan, dari setiap perubahan lingkungan bisnis ini, harus bisa ditemukan peluang serta posisi pasar untuk setiap entrepreneur. kemudian akan bisa ditetapkan sebuah strategi yangpaling tepat bagi para entrepreneur dalam berbisnis. Inilah sejatinya yang harus dilakukan oleh para entrepreneur menghadapi perubahan lingkungan bisnis tersebut.
 
Setelah itu, entrepreneur bisa menyusun program untuk bisnis mereka, mulai dari keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Kemudian, memperbaiki SOP dan juga membuat anggaran perusahaan yang sesuai dengan strategi tadi. Inilah yang harus dilakukan entrepreneur untuk terus menggapai impian ditengah krisis ekonomi. SALAM JUARA. 

Tulisan ada di www.juaranews.com

TIPS MENGEMBANGKAN STRATEGIC THINKING

Tuntutan saat ini, seorang entrepreneur harus memiliki strategic thinking atas apa yang mereka jalankan dalam bisnis. Strategic thinking atau berfikir stratejik itu tidak mudah akan tetapi wajib mereka jalankan agar bisa membuat bisnis menjadi tetap berjalan dan bahkan diharapkan mampu berkembang dari skala mikro, kecil, menengah sampai besar. Adapun tips-tips yang bisa dijalankan adalah
1.       Memiliki impian jangka panjang
Hal ini adalah dasar bagi setiap entrepreneur dalam berbisnis dimana mereka harus menetapkan visi atau impian yang hendak dicapai dalam bisnis. Visi ini memiliki karakter jangka panjang dan disesuaikan dengan kompetensi dan keinginan pasar serta memiliki batasan area
2.       Memahami lingkungan internal dan lingkungan eksternal
Entrepreneur harus menyadari dan terus menganalisis faktor lingkungan, baik internal dan eksternal serta dampaknya terhadap bisnis itu sendiri, baik kekuatan, kelemahan, peluang ataupun ancaman. Konsep dasarnya adalah mengoptimasi kekuatan dan dan peluang dan meminimalisir kelemahan dan ancaman.
3.       Memahami posisis di pasar
Hal ini penting karena posisi di pasar akan menentukan strategi bisnis yang akan digunakan oleh para entrepreneur dalam berbisnis.
4.       Memilih strategi dalam bisnis
Strategi adalah pilihan terbaik yang bisa diambil oleh para entrepreneur dalam berbisnis dan dasarnya adalah posisi entrepreneur di pasar. Posisi yang pastinya akan menentukan sejauh mana mereka mampu mendapakan pilihan untuk tetap mencapai tujuan.
5.       Membuat program dan anggaran untuk bisnis
Entrepreneur harus bisa membuat program dalam bisnis dan berhubungan dengan keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia yang dihubungkan dengan anggaran untuk setiap fungsi agar mencapai visi dan misi perusahaan.
6.       Membuat SOP
Strategic thinking akan semakin kuat apabila entrepreneur mampu membuat standard operation procedure (SOP) bagi perusahaan mereka akan bisa berjalan sebuah sistem dengan baik.
7.       Mengevaluasi strategi
Yang tidak kalah penting bagi entrepreneur yang akan mengembangkan strategic thinking adalah bagaimana mereka harus bisa mengevaluasi dan mengontrol setiap strategi dan implementasinya dengan baik.
Oleh Tim STRABIZ Management Consulting 

TUJUAN DAN BRAIN

Sebagai seorang entrepreneur, mengelola otak menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki agar terus bisa konsisten menjadi entrepreneur sukses dalam rangka mencapai tujuan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil menengah dan besar. Tetap harus fokus kepada tujuan yang sudah ditetapkan.

Ketika belajar tentang brain management, saya merasakan bagaimana kekuatan tujuan yang sudah ditetapkan oleh para entrepreneur bisa menjadi bagian dari proses braing management itu sendiri. Hal ini diperkuat oleh buku Seven Habit yang menyatakan start from the end dimana sejatinya seorang entrepreneur itu harus bisa memulai dari tujuan akhir dulu agar bisa menjalankan bisnis dengan baik dan mencapainya secara optimal. Tidak bisa dipungkiri kalau entrepreneur harus benar-benar fokus kepada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Lalu, bagaimana dengan brain atau otak itu sendiri? Otak menurut saya melakukan sebuah proses panjang dan ketika seorang entrepreneur sudah bisa membuat tujuan yang jelas, maka itu akan menjadi mindset atau sikap mental dalam diri mereka dalam aktivitas sehari-hari. Tidak boleh dipandang remeh karena berhubungan dengan bagaimana mereka sel-sel otak yang saling berhubungan.

Inilah kekuatan yang harus dimanfaatkan oleh para entrepreneur dalam berbisnis yaitu kekuatan otak. Hanya saja, seorang entrepreneur perlu sadar bahwa otak itu juga bisa tumpul karena banyak hal dan salah satunya adalah bagaimana entrepreneur tidak fokus pada satu tujuan.

Hal ini harus disadari oleh para entrepreneur dalam berbisnis karena akan menentukan kualitas pemikiran mereka. Kalau dihubungkan dengan tujuan tadi, sudah sejatinya seorang entrepreneur mampu membuat tujuan yang specific yaitu sangat detil. Semakin spesifik akan semakin berarti tujuan tersebut. Aspek kedua dalam tujuan adalah terukur atau measurable. Hal ini penting bagi entrepreneur dalam tujuan mereka karena akan menjadi bahan evaluasi dan kontrol. Banyak orang tidak mampu membuat tujuan bisnis nya secara terukur sehingga mengalami kendala di evaluasi.

Aspek ketiga berhubungan dengan attainable. Apakah tujuan tesebut bisa dicapai. Dalam hal ini, entrepreneur harus memperhatikan kemampuan mereka untuk mencapainya atau tidak. Hal ini akan mempengaruhi otak juga. Jangan dipaksakan. Aspek keempat adalah membuat tujuan yang realistic.  Tentu berhubungan dengan melihat kondisi lingkungan disekitar para entrepreneur apakah ada dukungan atau tidak.

Yang terakhir berhubungan dengan time table dimana entrepreneur dituntut untuk bisa menyelesaikan sesuai dengan jadwal yang ada sehingga menuntun para entrepreneur dalam setiap aktivitas untuk mencapai tujuan mereka.
So, saatnya entrepreneur mulai peduli dengan tujuan dari setiap aktivitas bisnis mereka.   

KOPERASI UNTUK ENTREPRENEUR.

Kekuatan yang harus dimanfaatkan oleh para entrepreneur adalah koperasi yang menjadi soko guru ekonomi negara ini. Koperasi yang sejatinya dapat dimanfaatkan oleh entrepreneur ketika tingkat persaingan yang semakin tinggi dan membuat mereka menjadi tidak stabil dalam menjalankan bisnis. Tentu kondisi ini harus ditanggapi secara objektif oleh entrepreneur dan mencari alternative ide untuk membantu menyelesaikannya.

Rasanya, koperasi harus bisa dilihat secara lebih mendalam ditengah tingkat ekonomi yang tidak stabil dan memegang konssep kapitalis murni. Tidak bisa dilihat secara dangkal karena itu tidak memberikan nilai apa-apa bagi para entrepreneur. lihatlah koperasi dengan lebih baik karena prinsipnya begitu baik dan tinggal implementasinya.

Koperasi itu menjadi penting ketika setiap entrepreneur mampu memilih sebuah bisnis bersama komunitas mereka dan pastinya membuat berbagai kesamaan dalam bisnis. Kesamaan ini berarti mereka memiliki kesamaan pasar, kesamaan sumber daya seperti bahan baku dan yang paling penting adalah memiliki kesamaan untuk maju dan sukses dalam bisnis itu sendiri.

Pemahaman atas hal ini menjadi dasar yang kuat dalam membangun koperasi. Setiap orang memiliki hak yang sama sehingga tidak ada yang akan bisa menjadi dominan dalam koperasi tersebut. Koperasi memang harus ditempatkan pada tingkat yang lebih baik dalam artian semua hak sama dan akan melakukan untuk kebaikan bersama.

Sebagai contoh, sebuah koperasi harus beranggotakan 10 orang minimal agar bisa berjalan dengan baik. Tentu hal ini akan menggambarkan bagaimana kebersamaan sebagai dasar yang harus dibangun oleh para entrepreneur. kebersamaan dalam prinsip gotong royong agar bisa mencapai kesuksesan bersama yang hendak dicapai oleh para entrepreneur. tidak bisa dipungkiri pastinya kalau akan berdampak kepada diri mereka masing-masing juga.

Oleh karena itu, perlu rasanya pendidikan dan praktek pengelolaan koperasi mulai difikirkan oleh para entrepeneru dalam menjalankan bisnis untuk menggapai kesuksesan tadi. Tidak boleh tidak, setiap aspek dalam bisnis harus dikerjakan bersama-sama dan untuk mencapainya, juga bisa dilakukan bersama-sama oleh para entrepreneur. salah satu media yang bisa dimanfaatkan adalah koperasi itu sendiri.

Sudah saatnya entrepreneur mulai memikirkan bagaimana koperasi bisa dikembangkan dalam bisnis dan nantinya akan menjadi tulang punggung bagi bisnis itu sendiri. Jangan sia-siakan potensi yang ada dalam bisnis agar bisa sukses bersama. So, saatnya entrepreneur mulai fokus mempelajari koperasi dan mengambil manfaat dari koperasi itu sendiri. 

PHK KARYAWAN

Beberapa media sudah menayangkan beberapa informasi yang sudah menjadi isu yang kurang sedap bagi para entrepreneur saat ini yaitu berhubungan dengan bagaimana para pengusahaa saat ini dibayang-bayangi oleh aktivitas bisnis yang sudah mulai terpengaruh oleh penguatan dolar Amerika terhadap Rupiah. Banyak perusahaan yang sudah mulai terkena imbas kondisi ekonomi ini, termasuk juga perusahaan dengan skala mikro dan kecil

Sebagai seorang entrepreneur tentu hal ini wajar karena imbas kondisi ekonomi berdampak kepada proses bisnis mereka. Banyak hal yang menjadi tantangan para entrepreneur, khususnya yang berhubungan dengan bagaimana proses bisnis yang ada di perusahaan mereka menjadi terancam mulai dari supplier, input, process dan output.

Perusahaan-perusahaan tekstil dan bahkan kuliner sudah mulai merumahkan karyawan mereka dengan tujuan tidak mampu menjalankan proses bisnis dan menurunnya permintaan pasar terhadap perusahaan mereka. Hal ini terjadi juga kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang mulai kelinmpungan dengan kenaikan harga bahan baku. Lihat saja pengusaha tahu tempe yang sebagian besar bahan bakunya adalah kacan kedele impor sehingga kenaikan biayanya semakin tinggi.

Tidak hanya itu, pengusaha yang bergerak dibidang konveksi juga mulai kena imbas dengan kenaikan harga benang yang tidak tanggung-tanggung. Akan tetapi, rasanya ini semua terjadi di tingkat pengusaha, mulai dari mikro, kecil, menengah dan besar. Semuanya merasakan dampak pelemahan ekonomi nasional saat ini. Berbeda dengan krisis ekonomi taun 1998 dan 2008.

Tentu yang akan menjadi pilihan terakhir para pengusaha adalah mengurangi biaya dan salah satu nya adalah biaya yang berasal dari karyawan. Ini adalah pilihan terakhir yang bisa dilakukan oleh pengusaha ditengah upaya membangun usaha mereka tetap bisa jalan.

Kalau dilihat konsep entrepreneurship, inilah yang menjadi tantangan para entrepreneur dalam berbisnis yaitu kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh para entrepreneur. ide-ide yang harus dikembangkan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis agar bisa melewati fase terberat ketika terjadi kondisi seperti ini. Lalu, hubungan dengan karyawan seperti apa?

Hal ini perlu dijawab dengan baik para pengusaha karena berhubungan dengan manusia dimana banyak aspek yang perlu diperhitungkan oleh manusia tentang kebutuhan mereka. Pilihan untuk mem phk atau pemutusan hubungan kerja bagi karyawan adalah pilihan terakhir dan paling jelek agar tidak memberikan dampak yang negative untuk konsep entrepreneurship yang dikembangkan oleh mereka sendiri.

Oleh karena itu, marilah entrepreneur berfikir kreatif dan inovatif untuk mempertahankan bisnis mereka agar bisa melewati fase terberat ekonomi ini dan PHK adalah pilihan terakhir … hmmm.. bagaimana dengan anda?

tulisan ada di www.strategidanbisnis.com

MANAGER “KUDU” PAHAM LEADERSHIP

Dalam satu diskusi bersama para manajer sebuah perusahaan, saya mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat luar biasa berkenaan dengan konsep leadership dan managerial. Dua konsep  yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Tentu para entrepreneur harus mampu melihat ini dengan baik dan dalam kacamata yang benar sehingga bisa memberikan value untuk diri mereka sendiri dan juga perusahaan.

"saya sudah menjadi manajer dalam 10 tahun ini" kata salah satu manajer dalam diskusi tersebut. Memang kalau dilihat dari sisi usia, tidak diragukan lagi kalau beliau memang sudah senior dan menempati posisi sebagai seorang manajer dalam perusahaan mereka. Tidak tanggung-tanggun, posisinya sudah mencapai senior menajer untuk perusahaan berskala MNC atau Multi National Company.

Perusahaan yang sudah kuat budaya perusahaan dan menuntut setiap manajer mereka untuk bisa bekerja secara optimal untuk bisa memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan yaitu profit, people dan planet. Bagi para entrepreneur, halini menjadi penting karena tujuan bisnis itu sendiri adalah membuat tim mereka bisa bekerja secara optimal.

Akan tetapi, ada satu yang mengganjal ketika berdiskusi dengan mereka. "saya seringkali menghadapi kendala dalam menjalankan setiap keputusan yang sudah saya buat dalam perusahaan. seringkali keputusan yang sudah dibuat secara hati-hati dan mengikuti proses yang benar, akan tetapi, tidak menyelesaikan masalah" imbuhnya.

Hal ini bisa dipahami ketika para manajer merasakan adanya tantangan dan kendala dalam menyelesaikan masalah dalam konteks keputusan yang dia buat. Satu hal yang paling besar pengaruhnya kalau kita menggunakan hukum pareto adalah variabel manusia dalam hal bawahan para manajer itu sangat penting dalam implementasi keputusan tersebut.

Inilah yang perlu dipahami dengan baik dan juga bagaimana entrepreneur harus bisa menyadari bahwa managerial skill saja tidak cukup, akan tetapi harus ditambah dengan leadershuip skill dalam menjalankan setiap program yang ada dalam perusahaan mereka. Apalagi berhubungan dengan keputusan yang pastinya sangat relevan dengan penyelesaian masalah dalam perusahaan. hmmm.. apakah begitu?

Iya, betul sekali. Karena berhubungan dengan manusia, inilah korelasinya dengan manusia dimana manusia harus di"lead" atau dipimpin oleh para entrepreneur agar mereka mau menjalankan apa yang diharpakan oleh manajer. Leadership itu berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mau menjalankan apa yang mereka inginkan. So, inilah yang harus dikuasai oleh para manajer yaitu sisi leadership skill 

Tulisan ada di www.nubizontv.com

KEPUTUSAN DIHUBUNGKAN DENGAN EMOSI STAKEHODLERS.

Saya selalu menyatakan bahwa yang membuat keputusan sebuah perusahaan harus selalu logis karena akan menentukan kualitas keputusan yang mereka buat. Usahakan setiap saat kita membuat keputusan, harus logis, ada nalar dan logika yang berlaku disana. Tidak ada pengecualian untuk itu, hal selalu saya tekankan kepada banyak orang. Jangan pernah terjebak dengan perasaaan. Sekali kita terjebak, habislah kita.

Rasanya ini berlaku bagi setiap entrepreneur. akan tetapi, sebaliknya, entrepreneur harus mampu membuat keputusan yang relevan dengan emosi setiap stakeholders yang berhubungan dengan keputusan tersebut. Stakeholders yang sangat relevan dengan proses dan hasil keputusan, baik ditingkat output, outcome maupun impact yang sangat penting untuk diamati.

Seringkali orang berfikir bahwa yang penting rasional dan selalu berhitung dalam keputusan. Itu wajib hukumnya kata mereka. Akan tetapi, hal ini akan terasa sekali ketika entrepreneur akan membuat sebuah keputusan yang berhubungan dengan manusia dimana pelaku dan yang merasakan akan dampak keputusan itu adalah manusia. Tidak mungkin akan berhasil kalau hanya mengandalkan aspek rasionalitasnya saja.

Oleh karena itu, entrepreneur harus memberikan perhatian pada aspek humanism atau emosi para stakeholders. Emosi yang berhubungan dengan rasa yang melekat pada diri mereka masing-masing. rasa itu akan menjadi faktor kunci dan key success factor bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan keputusan dan untuk mendapatkan hasil atas keputusan itu sendiri.

Rasa ini berhubungan dengan perasaan yang dilihat dari aspek diri sendiri, perasaan tentang keluarga, perasaan dalam hubungannya dengan lingkungan sosial seperti komunitas, karyawan dan bahkan bisnis mereka masing-masing. kejarlah aspek yang berhubungan dengan perasaan tersebut sehingga akan lebih mudah untuk memasuki aspek tersebut.

Oleh karena itu, sudah sejatinya setiap entrepreneur membuat keputusan yang dihubungkan dengan emosi atau perasaan mereka, khususnya yang berhubungan dengan bagaimana menjalankan keputusan dan juga dampak dari keputusan tersebut. Tidak boleh diabaikan aspek ini dalam setiap keputusan yang dibuat oleh entrepreneur, khususnya yang berhubungan dengan bisnis.

Sudah sejatinya seorang entrepreneur lebih mengenal tentang aspek kemanusiaan khususnya yang berhubungan dengan rasa yang melekat pada diri mereka masing-masing. aspek yang sangat lekat dengan diri entrepreneur dan dapat mempengaruhi mereka untuk diri sendiri pada khususnya dan bisnis pada umumnya yang sejatinya menjadi perhatian entrepreneur dalam setiap keputusan. Ingat, nilai itu penting dan itu bisa dicapai melalui manusia.
 
tulisan ada di www.belbizonradio.com 

BUDAYA MELAYANI

Inilah sebuah konsep dasar yang harus dimiliki oleh para entrepreneur ketika mereka akan menjalankan bisnis yang saat ini penuh dengan persaingan. Kondisi ini disadari atau tidak, akan berdampak kepada bisnis mereka sendiri. Seringkali orang terjebakdengan apa yang disebut dengan product oriented dimana lebih peduli kepada produknya sendiri dan kurang  memperhatikan pasar.

Pasar itu adalah pusat dimana terdirid dari orang-orang yang memiliki need, want dan demand terhadap produk itu sendiri. Pasar itu sangat dinamis dan mereka harus dilayani dengan baik agar tidak berpindah ke orang lain. Disinilah makna layanan yang harus diberikan oleh para entrepreneur dalam bisnis itu sendiri. Layanan yang dituntut oleh konsumen sebagai sebuah hal yang wajib untuk dipenuhi.

Konsep layanan itu berhubungan dengan bagaimana entrepreneur itu bisa menyentuh aspek "heart" atau hati setiap konsumen. Tentu menjadi sesuatu yang unik ketika entrepreneur dipaksa untuk memahami heart atau hati konsumen. Kalau dilihat, inilah aspek human yang harus disentuh oleh para entrepreneur.  

Oleh karena itu, pemahaman tentang buday aperusahaan, harus memasukkan unsure melayani sebagai aspek yang penting agar bisa bersaing dengan perusahaan lain atau entrepreneur lain. Jadikan budaya melayani sebagai sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan diberikan kepada setiap orang dalam perusahaan. tanggungjawab setiap entrepreneur menjadikan seluruh orang dalam perusahaan paham dengan budaya.

Untuk itu, perlu dilihat sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi. Membuat layanan sebagai sebuah layanan itu dimulai dari definisi layanan yang akan diberikan kepada konsumen, baik internal maupun external customers. Konsep dasar layanan menjadi kerangka pemikiran yang harus dimiliki karyawan dalam perusahaan. jangan dianggap remeh hal ini.

Setelah itu, entrepreneur harus bisa membuat pemahaman yang benar dari setiap karyawan terhadap layanan itu bagi perusahaan. kenapa perusahaan harus memberikan layanan dan kenapa setiap individu harus memberikan layanan. Itu harus dan wajib diberikankepada setiap karyawan dalam rangka membangun kesepahaman dalam diri karyawan dan juga diri para entrepreneur.

So, sudah saatnya entrepreneur mulai peduli akan tanggung jawab untuk membangun bisnis mereka dengan basis budaya layanan yang harus dimiliki oleh para entrepreneur dan juga setiap karyawan dalam perusahaan itu sendiri. Keterlibatan karyawan menjadi faktor kunci untuk sukses dalam bisnis. Tingkatkan pemahaman mereka dan dorong mereka untuk melayani dengan reward dan punishment yang jelas. 

Tulisan di new.merizahendri.blogdetik.com

YAKIN BISA

Kata-kata dalam setiap aktivitas komunikasi menjadi kuat dampaknya ketika seorang entrepreneur dapat menggunakannya dengan tepat, baik tepat waktu ataupun tepat kepada tujuan orangnya. Hal ini harus dipahami oleh para entrepreneur untuk sukses dalam bisnis. Kata-kata seringkali diabaikan oleh entrepreneur dalam bisnis karena dirasa tidak penting. Akan tetapi, semakin kesini, makin terasa begitu pentingnya entrepreneur memahami kata-kata.

Banyak hal yang harus dipahami entrepreneur dalam bisnis dan hubungannya dengan komunikasi. Pengalaman saya menunjukkan bagaimana entrepreneur harus bisa memiliki kata-kata yang tepat dan bisa mempengaruhi orang lain sesuai dengan tujuan komunikasi itu sendiri. Pilihan kata yang terkesan sederhana, akan tetapi berdampak luar biasa.

Pilihan kata yang bersifat motivasi kepada para karyawan dan juga orang lain menjadi penting. Motivator ulung selalu menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana mereka mampu menggerakkan entrepreneur untuk bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Keinginan untuk bisa sukses dalam bisnis dengan mengetahui need, want dan demand para stakeholders.

Inilah pelajaran yang sangat berharga dan relevan dengan para entrepreneur dalam berbisnis. Mereka semakin dituntut untuk bisa memahami setiap stakeholders sehingga membuat orang tergerak untuk menjalankan apa yang mereka inginkan. Tentu konteksnya adalah positif dan untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil menengah dan besar.

Disinilah peran seorang entrepreneur dalam berbisnis dan menguasai kemampuan komunikasi atau communication skill. Pemilihan kata-kata yang tepat dan juga berhubungan dengan kepentingan setiap stakeholders akan memudahkan entepreneru dalam berkomunikasi. Kemudahan yang akan membuat apa yang mereka sampaikan dapat diterima dan dijalankan oleh stakeholders itu sendiri.

Biasanya, entrepreneur itu harus melakukan empati atau merasakan apa yang dirasakan oleh stakeholders dan pada akhirnya akan tercermin pada kata-kata yang dilontarkan oleh entrepreneur dalam berkomunikasi. Ketika semuanya keluar dari hati mereka, akan keluar juga pilihan kalimat yang tepat dan sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika hatinya bersih, akan keluar juga kata-kata yang bersih.

Inilah yang harus diperhatikan entrepreneur dalam berbisnis. Mulailah dari pemahaman yang tepat bagaimana mereka bisa memahami pentingnya komunikasi dan memanfaatkan komunikasi untuk menggerakkan orang lain. Pilihan kata adalah hasil dari empati yang diberikan kepada orang lain dan mulai mampu meyentuh hati mereka. 

Tulisan di www.belbizonradio.com
 
 
Blogger Templates