Social Icons

Senin, 24 November 2014

TULISKAN BUDAYA PERUSAHAAN

Inilah tantangan para entrepreneur saat ini yaitu bagaimana mereka membangun budaya perusahaan dalam konteks bisnis yang sudah dijalankan. Bisnis yang memang sudah menjadi pilihan setiap entrepreneur harus memiliki kekuatan fondasi yang dapat dilihat dari aspek budaya perusahaan yang mereka miliki.

Budaya perusahaan ini kalau dilihat secara lebih dalam, akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi setiap entrepreneur dan bisnis mereka, khususnya untuk saat ini dan yang akan datang. Tidak semua yang ada saat ini bisa membangun bisnsi entrepreneur berkontribusi pada jangka panjang.

Bagi saya, setelah saya amati, faktor budaya perusahaan menjadi penting dan strategis. Banyak hal yang bisa digunakan untuk membangun bisnsi mereka sustain dan itu penting ketika setiap orang akan membuat bisnsi itu tumbuh dan berkembang. oleh karena itu, harus fokus kepada pembangungan budaya perusahaan dalam setiap bisnsi entreeneur.

hal mendasar yang harus dilakukan adalah menuliskan budaya perusahaan yang dimiliki oleh setiap entrepreneur. hal ini menjadipenting ketika entrepreneur akan menjalankan budaya perusahaan tersebut dan ketika ditulis, akan membuat setiap orang bisa membaca dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan sebagai bagiand ari buday aperusahaan tempat mereka bekerja.


tuliskan dengan baik dan sampaikan kepada setiap karyawan menajdi penting karena tidak semua orang mengetahui dengan baik. minimal, dengan menuliskan buday aperusahaan, akan bisa membuat karyawan membaca dan memahami apa yang harus mereka lakukan terhadap budaya perusahaan milik entrepreneur. 
...

Tulisan ada di www.juaranews.com

Kamis, 13 November 2014

STRATEGIC ENTREPRENEURSHIP

Salah satu tantangan entrepreneur saat ini adalah bagaimana perubahan lingkungan bisnsis yang begitu cepat dan bahkan menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis mereka sendiri. Ancaman yang pastinya akan berdampak pada perusahaan saat ini dan yang akan datang.

Suka tidak suka, tantangan entrepreneur itu berhubungan dengan permasalahan yang ada di tiga faktor yaitu diri mereka sendiri, lingkungan internal bisnis dan juga lingkungan eksternal bisnis. Ketiga hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan bisnis setiap entrepreneur untuk mencapai kesuksesan.

Pertama adalah faktor diri seorang entrepreneur. hal ini berhubungan dengan bagiamana diri mereka itu berpengaruh pada pengelolaan diri dan sumber daya yang ada di perusahaan. Seringkali entrepreneur bisa mengelola emosi dan kekuatan diri dengan baik sehingga dapat berkontribusi pada penciptaan bisnis dengan baik.

Sebaliknya, ada juga emosi mereka yang lagi tidak stabil sehingga juga berdampak kepada perjalanan bisnis itu sendiri. Hal ini penting untuk dianalisis karena emosi itu membuat bisnis mereka terpengaruh dan berdampak negative.

Lingkungan kedua yang harus menjadi perhatian adalah linkungan internal bisnis setiap entrepreneur. hal ini berhubungan dengan konsep Resources Based Value yang dikembangkan oleh Barney dimana entrepreneur harus focus kepada kapabilitas dalam perusahaan mereka. ada fungsi manajemen keuangan, pemasaran, business process dan juga sumber daya manusia yang dimiliki oleh bisnis entrepreneur.

Lingkungan eksternal adalah menjadi lingkungan terakhir yang menjadi penting bagi entrepreneur. disini, ada faktor lingkungan eksternal mikro dan makro yang bisa menjadi peluang dan ancaman yang selalu ada di sekitar bisnsi entrepreneur. inilah yang menjadi tantangan entrepreneur untuk sukses dengan mengelola setiap lingkungan tersebut. 

Senin, 03 November 2014

Distinctive Core competency

Tadi malam, saya membaca buku tentang strategic management, hunger-wheelen, yang merupakan salah satu buku wajib bagi mahasiswa dan juga praktisi bisnis dalam menjalankan strategic management. Strategic management menjadi kunci sukses entrepreneur dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, tidak bisa dikontrol, dan mengalami turbulensi.

Dalam menentukan strategi bisnis yang bisa memberikan nilai yang lebih unggul dari pesaing (superior value) kepada konsumen, entrepreneur harus menganalisis kekuatan dan kelemahan lingkungan internal serta peluang dan ancaman yang dihasilkan dari lingkungan eksternal.

Tugas entrepreneur adalah mengoptimasi kekuatan daan peluang yang ada sehingga didapatkan strategi yang paling tepat dan menguntungkan. Posisi yang paling ideal bagi strategi untuk mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage).

Salah satu faktor internal yang harusmendapat perhatian adalah core competency dari bisnis yang dijalankan. Kompetensi inti yang dimiliki bisnis setiap entrepreneur yang terdiri dari knowledge, skill dan attitude (KSA) dalam mengelola finance, marketing, operation dan juga human resources.

Hal ini didukung juga oleh resources dan capability yang dimiliki perusahaan sehingga semakin jelas kompetensi perusahaan. Inilah yang harus menjadi concern entrepreneur.

Akan tetapi, dalam tingkat persaingan bisnis yang hypercompetition, entrepreneur tidak boleh hanya memiliki core competency yang biasa saja, akan tetapi, harus distinctive core competency dimana berbeda dengan pesaing. Tidak boleh biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, entrepreneur kudu meningkatkan knowledge, skill dan attitude bisnis mereka dalam bidang strategic management, financial management, marketing management, operational management dan human resources management serta technology.

Tujuannya adalah bagaimana entrepreneur bisa memiliki distinctive core competency sebagai dasar dalam menentukan strategi. Sukses ya....
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 17 Oktober 2014

SOLAR ENERGY FOR UMKM

Salah satu kelompok bisnis yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah saat ini adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi kepada pembangungan ekonomi bangsa. Tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian nasional saat ini sudah ditopang oleh pelaku UMKM yang sudah terbukti bisa melewati krisis ekonomi sejak tahun 1997 dan bahkan tahun 2008.


Perkembangan UMKM berlangsung seiring dengan meningkatkan animo anak muda menjadi entrepreneur yang sudah diberikan oleh kampus. Sebagai seorang dosen, saya juga mengajarkan entrepreneurship di kampus dan juga di yayasan yang saya kelola saat ini yaitu GIMB Foundation. Ada 137 siswa dan alumni yang sekarang sudah memilih untuk menjadi entrepreneur berbasis pengetahuan.   

Selain itu, perusahaan besar juga mulai aktif mendukung pengembangan entrepreneurship dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan BUMN termasuk PT PLN tentu juga memiliki program Kemitraan dan BIna Lingkungan (PKBL) yang berorientasi pada pengembangan entrepeneurship melalui pembinaan dan kemitraan dengan pelaku UMKM di sekitar perusahaan termasuk di Provinsi Jawa Barat.

Adapun di Jawa barat, perkembangan entrepeneurship di seluruh kota kabupaten begitu cepat. Perjalanan ke berbagai 27 kota/kabupaten di provinsi ini menunjukkan bagaimana anak muda semakin berminat untuk menjadi entrepreneur. Menurut Kepala Dinas KUMKM Jawa barat, sudah ada 9,1 Juta pelaku UMKM di Jawa Barat (Sumber: wawancara dengan Bapak Gustoni, Kepala Dinas KUMKM Jabar).

Apalagi pemerintah Jawa Barat melalui Gubernur Ahmad Heryawan berkomitmen untuk mencetak 100.000 wirausaha baru Jawa Barat sampai dengan tahun 2018. Tentu hal ini menjadi tantangan yang luar biasa untuk menyukseskan program ini karena berhubungan dengan energy listrik yang dibutuhkan oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Rata-rata bisnis yang berkembang adalah kuliner, fashion, industri kreatif dan lain-lain.

Hal ini menggambarkan bagaimana nantinya kebutuhan listrik semakin meningkat kepada PLN sebagai BUMN yang bertanggungjawab untuk menyediakan energi listrik.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan pemerintah cenderung terus untuk menaikkan harga listrik yang disebabkan oleh semakin tingginya biaya produksi energy listrik itu sendiri seingga dibutuhkan energi alternatif yang sudah sewajarnya disediakan oleh PLN

Ide dasar yang ingin saya sampaikan untuk pemenuhan kebutuhan listrik bagi entrepreneur melalui blogdetik ini adalah bagaimana PLN membuat program Solar Energy for UMKM. Kekayaan negeri ini yang dilimpahi oleh sinar matahari yang terus bersinar harus dimanfaatkan untuk menghasilkan energy untuk memenuhi kebutuhan entrepreneur.

Mereka bisa difasilitasi dengan perlengkapan yang mendukung untuk solar energy yang bisa dijual dan dikelola oleh PLN. Pemasangannya bisa dilakukan di setiap rumah dan tempat usaha entrepreneur, PLN bisa bekerjasama dengan BUMN lain seperti PT LEN yang juga memproduksi peralatan solar energy. Dalam konteks ini, PLN berperan sebagai pihak yang menjual perlengkapan solar energy dan juga mengelola solar energy kepada entrepreneur.

Entrepreneur membutuhkan layanan dari PLN untuk menggunakan peralatan untuk solar energy sehingga memberikan energy bagi kebutuhan operasional perusahaan setiap entrepreneur. Apalagi di Jawa Barat yang sangat membutuhkan energi bagi bisnis mereka. Kendala selama ini adalah mereka belum terbiasa dengan solar energy dalam menjalankan bisnis.  

Energy terbarukan ini bisa memberikan manfaat bagi entrepreneur khususnya yang ada di Jawa Barat. Sebagai founder di GIMB Foundation, yang membina entrepreneur di Kota Bandung dan Jawa Barat serta pengurus HIPMI BPD Jawa barat, saya melihat potensi solar energy for UMKM ini bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan kepada pasokan listrik PLN selama ini.

Selain itu, PLN juga sudah mulai berkontribusi kepada pengembangan entrepreneurship di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dalam rangka peningkatkan ekonomi para pelaku entrepreneur, ekonomi daerah dan juga ekonomi nasional dalam rangka mempersiapkan entrepreneur menghadapi pemberlakuan pasar Bebas ASEAN 2015.

Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana PLN mulai melakukan perubahan habit atau kebiasaan entrepreneur untuk memanfaatkan energy terbarukan bagi bisnis mereka. Optimasi energy terbarukan melalui solar energy perlu dilakukan dan dimulai oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka.

Manfaat yang dirasakan oleh entrepreneur juga semakin terasa karena mereka bisa mendapatkan energi listrik yang lebih mudah dan diharapkan lebih murah bila di berikan oleh PLN. Tingginya harga listrik itu bisa diredam oleh entrepreneur dengan memanfaatkan solar energy yang diberikan oleh PLN. pada akhirnya, entrepreneur bisa mencapai competitve advantage dalam bisnis mereka agar bisa mencapai tujuan bisnis profit, people, planet, sustainability untuk minimal 10 tahun yang akan datang serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Jadi, mereka tidak akan selamanya menjadi UMKM bersama PLN

Oleh Meriza Hendri
  

FOKUS KEPADA KINERJA

Tanggung jawab setiap entrepreneur harus bisa mencapai target dan tujuan ygna sudah ditetapkan dalam setiap rencana kerja mereka. Ini harus bisa dipertanggungjawabkan dalam setiap perjalanan bisnis yang dilakukan setiap hari. Ketika itu gagal, maka, bisnis nya akan gagal juga.

Begitulah ekstrimnya konsep yang selalu saya pegang dan pahami dalam berbisnis. Ada satu konsep yang selalu menjadi kata kunci melihat bisnis itu berhasil untuk saat ini atau yang akan datang dimana setiap orang harusnya peduli dengan konsep ini. Tidak ada tawar-menawar kepada setiap entrepreneur ketika mereka akan menjalankan bisnis dengan baik.

Ketika itu ditanyakan kepada para entrepreneur, jelas tidak semuanya bisa menjawab dengan baik dan bahkan ada yang bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan kinerja. Nah lho… kok bisa ya, seorang entrepreneur tidak memahami konsep kinerja dengan baik. Seharusnya mereka sudah bisa mendefisinikasn dengan tepat sebelum menjalankan usaha.

Dalam bisnis, kinerja itu bagaimana melihat realisasi dari target yang sudah ditetapkan bersama oleh setiap entrepreneur. realisasi ini mencerminkan sejauh mana entrepreneur sudah bekerja dan menghasilkan apa yang selama ini diimpikan dan dijalankan. Tidak bisa ditawar lagi apa yang sudah dilakukan itu tentu memiliki standar.

Kinerja yang harus dilihat itu jelas empat perspektif yaitu keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia. Dalam Balanced scorecard, semuanya harus dilihat secara seimbang sehingga tidak ada yang menjadi prioritas entrepreneur yang harus dicapai. Hal ini harus disadari oleh setiap entrepreneur.

Dalam berbisnis, kinerja itu disederhanakan dalam bentuk TP = TR – TC dimana TP merupakan bentuk dari keuangan, TR adalah bentuk dari marketing dan TC adalah bentuk dari proses bisnis dan juga sumber daya manusia yang dikelola oleh setiap entrepreneur. rumus ini adalah rumus baku yang tidak bisa ditolak oleh entrepreneur.

Oleh karene itu, entrepreneur harus mulai focus kepada  melihat realisasi atas target yang sudah ditetapkan dalam setiap fungsi manajemen di atas. Focus untuk mencapai nya juga agar apa yang sudah ditetapkan sebagai tujuan bisa dinikmati.

Oleh Meriza Hendri

Tulisan ada di www.merizahendri.com

Sabtu, 11 Oktober 2014

MEMBUAT BUKU
Alhamdulillah, sebuah buku tentang entrepreneurship selesai juga dicetak oleh Coach Meriza dan juga Pak Kunto dan juga Pak Iwan Ridwansyah yang sudah ditulis sejak beberapa waktu yang lalu. Buku yang sudah sejatinya menjadi salah satu sumber inspirasi bagi anak muda dan stakeholder lainnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang entrepeneurship.


Buku ini berhubungan dengan bagaimana sinergi antara pemerintah dan pebisnis dan juga akademisi dalam membangun entrepreneur sukses yang berbasis pengetahuan. Inilah pesan utama dalam buku yang sudah dicetak 1000.

Selain bahasan tentang konsep sinergi antara akademisi, pelaku bisnis dan juga pemerintah, disampaikan juga pengalaman dari beberapa  anak muda yang sudah berbisnis dan mengikuti acara ini. Pengalaman mereka berbisnis yang didasarkan juga mengikuti pelatihan dan pembinaan.

Buku ini akan disebarkan kepada berbagai kalangan yang berkepentingan kepada entrepreneurship dan nantinya juga diberikan untuk membuat bisnis entrepreneur bisa sukses sebagai hadiah yang diharapkan dapat memberikan inspirasi.

Distribusi buku juga akan dilakukan melalui online kepada para konsumen yang mengharapkan bagaimana mendapatkan pengetahuan tentang bisnis dan entrepeneurship . 

KARYAWAN HARUS MEMAHAMI PROGRAM CSR PERUSAHAAN

Inilah tantangan terbesar dari setiap entrepreneur ketika mereka akan menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility bagi stakeholder perusahaan mereka. Ketika semua sumber daya sudah diarahkan untuk menciptakan program CSR semenarik mungkin, akan tetapi, seringkali tidak berdampak kepada perusahaan secara optimal.

Inilah yang seringkali terjadi di tengah program CSR yang diselenggarakan tersebut. Akhirnya, menjadi sia-sia apa yagn dilakukan. Padahal, tentu harus ada yang didapatkan dari program CSR bagi perusahaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Oleh karena itu, entrepreneur dituntut untuk bisa membuat program CSR yang bisa memberikan manfaat bagi stakeholder khususnya karyawan. Ingat, program ini tidak hanya bersifat charity saja, dimana hanya orang tertentu yang akan mendapatkan manfaat. Khususnya orang luar perusahaan. Bukan itu yang utama.

Factor inti lainnya adalah bagaimaan karyawan mendapatkan benefit dari program CSR dan merasakan bahwa mereka adalah bagian dari pelaksanaan program tersebut. Mereka harus diikutsertakan dengan optimal untuk turun langsung dalam aktivtas yang dijalankan. Tidak ada pengecualain.

Setiap karyawan harus diberikan pemahaman dan penghayatan yang benar tentang program CSR. Jangan sampai salah. Rasanya, inilah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh setiap entrepreneur terhadap karyawan mereka.

Kedepannya, program CSR ini bahkan akan datang dari karyawan dalam bentuk ide-ide bisnis yang akan membuat program ini semakin kaya dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Jangan terjebak untuk memikirkan hal ini karena itu akan menentukan tingkat keberhasilan program CSR bagi perusahaan.


Jadi, saatnya entrepreneur untuk focus dalam melibatkan karyawan untuk turut serta mendesain berbagai program CSR yang relevan dengan karyawan dan akhirnya member manfaat bagi perusahaan saat ini dan yang akan datang. 

Kamis, 09 Oktober 2014

PERSIAPAN NUBIZ GOES TO KOREA

Kemaren, seharian tim GIMB Foundation melakukan persiapan untuk  menjalankan program Nubiz goes to Korea yang memang menjadi salah satu program unggulan dalam rangka memberikan semangat kepada banyak orang untuk menjadi entrepreneur sukses.

Memang menjadi sebuah penghargaan bagi GIMB Foundation untuk menjadi sebuah lembaga yang dipercaya untuk memberikan sharing kepada para TKI dan mahasiswa di sana untuk menjadi seorang entrepreneur. khususnya yang berhubungan dengan mindset seorang enterpeneur.

Persiapan kemaren lebih kepada bagiamana emmbuat program yang menarik dan khususnya adalah berhubungan dengan rundown selama acara disana. Setiap hari yang dilewati harus bisa dimanfaatkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi setiap enterpeneur dan juga TKI.

Alhamdulillah, Mind Production yang membantu pelaksanaan acara ini sudah membuatkan scenario yang cukup baik untuk dijalankan disana. Mulai dari kang avip berangkat sampai dengan pulang kembali di Indonesia tanggal 16 septmber 2014.


Demikian juga coach Meriza dan Agus mempersiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada mereka di Korea Selatan dan pada akhirnya, magrib ssemuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik. 
 

Info2

Hayu.......Dengarkan diskusi bisnis KLINIK UKM Radio Bobotoh 96,4 FM setiap Senin, pukul 18.00 - 19.00 WIB
 
Blogger Templates