Social Icons

Kamis, 18 September 2014

BUDAYA MENJADI KEKUATAN ATAU KELEMAHAN PERUSAHAAN

Dalam melakukan analisis terhadap lingkungan bisnis perusahaan, entrepreneur perlu menyadari bahwa lingkungan itu ada yang bersifat internal dan juga eksternal. Tentu keduanya memberikan pengaruh yang tentunya harus diantisipasi agar bisa memberikan benefit kepada perusahaan.

Saya menjadi teirngat dengan salah satu factor internal perusahaan yaitu budaya perusahaan yang ada dalam setiap bisnis entrepreneur. Hal ini merupakan lingkungan yang bersifat intangible dan seringkali kurang diperhatikan oleh entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka.

Budaya perusahan merupakan gabungan dari value, belief, habit, bahasa dan komunikasi yang dimiliki oleh perusahaan para entrepreneur. Semunya itu menjadi pengikat dan bahkan penguat dalam perusahaan ditengah tingginya kompetisi bisnis yang terjadi saat ini. Dan semua orang dituntut untuk bisa memiliki budaya perusahaan yagn kuat.

Entrepreneur perlu melakukan assessment terhadap budaya perusahaan yang mereka miliki, apakah nanti memberikan dampak kekuatan atau kelemahan sehingga dapat menjadi perhatian entrepreneur untuk membuat strategi bisnis mereka. Budaya perusahaan saat ini sudah menjadi salah satu sumber keunggulan bersaing perusahaan entrepreneur.

Bagaimana melakukan assessment terhadap budaya perusahaan? Entrepreneur bisa melakukan survey dan juga pengamatan serta  wawancara dengan karyawan dan manajemen perusahaan tentang belief, habit, value, komunikasi dan bahasa.

Hal ini juga bisa memperlihatkan sejauh mana orang-orang dalam perusahaan menjalankan budaya tersebut dan juga memiliki habit untuk mencapai tujuan bersama dengan terus menerus melakukan apa yang sudah disepakati dalam budaya perusahaan. Kalau kondisinya masih banyak orang yang tidak menjalankannya, maka itu menjadi kelemahan entrepreneur, sementara bila semua orang sudah menjalankan dan bahkan menjadi habit dalam keseharian mereka. Sudah menjadi kekuatan.

Tentu posisi optimal adalah bagaimana entrepreneur bisa memanfaatkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan yang ada sehingga strategi yang dipilih akan bisa efektif dalam menacapai tujuan yaitu strategi ekspansi dalam bisnis.

Oleh Meriza Hendri


BUDAYA MENJADI KEKUATAN ATAU KELEMAHAN PERUSAHAAN

Dalam melakukan analisis terhadap lingkungan bisnis perusahaan, entrepreneur perlu menyadari bahwa lingkungan itu ada yang bersifat internal dan juga eksternal. Tentu keduanya memberikan pengaruh yang tentunya harus diantisipasi agar bisa memberikan benefit kepada perusahaan.

Saya menjadi teirngat dengan salah satu factor internal perusahaan yaitu budaya perusahaan yang ada dalam setiap bisnis entrepreneur. Hal ini merupakan lingkungan yang bersifat intangible dan seringkali kurang diperhatikan oleh entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka.

Budaya perusahan merupakan gabungan dari value, belief, habit, bahasa dan komunikasi yang dimiliki oleh perusahaan para entrepreneur. Semunya itu menjadi pengikat dan bahkan penguat dalam perusahaan ditengah tingginya kompetisi bisnis yang terjadi saat ini. Dan semua orang dituntut untuk bisa memiliki budaya perusahaan yagn kuat.

Entrepreneur perlu melakukan assessment terhadap budaya perusahaan yang mereka miliki, apakah nanti memberikan dampak kekuatan atau kelemahan sehingga dapat menjadi perhatian entrepreneur untuk membuat strategi bisnis mereka. Budaya perusahaan saat ini sudah menjadi salah satu sumber keunggulan bersaing perusahaan entrepreneur.

Bagaimana melakukan assessment terhadap budaya perusahaan? Entrepreneur bisa melakukan survey dan juga pengamatan serta  wawancara dengan karyawan dan manajemen perusahaan tentang belief, habit, value, komunikasi dan bahasa.

Hal ini juga bisa memperlihatkan sejauh mana orang-orang dalam perusahaan menjalankan budaya tersebut dan juga memiliki habit untuk mencapai tujuan bersama dengan terus menerus melakukan apa yang sudah disepakati dalam budaya perusahaan. Kalau kondisinya masih banyak orang yang tidak menjalankannya, maka itu menjadi kelemahan entrepreneur, sementara bila semua orang sudah menjalankan dan bahkan menjadi habit dalam keseharian mereka. Sudah menjadi kekuatan.

Tentu posisi optimal adalah bagaimana entrepreneur bisa memanfaatkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan yang ada sehingga strategi yang dipilih akan bisa efektif dalam menacapai tujuan yaitu strategi ekspansi dalam bisnis.

Oleh Meriza Hendri


Rabu, 17 September 2014

MEMBUAT SOP

Salah satu aspek strategi yang harus  menjadi perhatian entrepreneur dalam membangun bisnis adalah membuat standard operation procedure atau yang lebih dikenal dengan SOP. Memang sudah beberapa kali saya menulis tentang SOP ini karena berhubungan dengan apa yang dilalkukan dalam bisnis.

SOP ini menjadi penting ketika tadi siang saya memberikan materi tentang bagaimana menjalankan SOP seorang kasir. Memang bagi para entrepreneur. Dituntut untuk bisa focus dalam membangun bisnis yang bisa berjalan secara system sehingga ketika bisnis itu harus “ditinggalkan” atau didelegasikan kepada manajemen, sudah siap untuk berjalan sendiri.

Setiap aktivitas  yang ada dalam perusahaan entrepreneur harus dibuatkan SOP. Tanpa terkecuali aktivitas yang dijalankan oleh kasir yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai supporter dalam perusahaan. Artinya, bukanlah sebagai sesuatu yang penting bagi perusahaan. Tetapi, kalau didalami, jelas memenga peranan yangt bersifat strategic.

Apa yang harus dilakukan untuk SOP ini. Pertama, entrepreneur perlu mendefinisikan proses bisnis mereka dari supplier sampai kepada konsumen. Proses binsis ini dapat menggambarkan sejauh mana bisnis mereka menjadi sebuah proses yang saling berhubungan dan dianggap sebagai sebuah chain atau rantai dalam bisnis mereka.

Gambaran tentang rantai bisnis dari hulu ini akan memberikan tahapan mana bisnis seorang entrepreneur harus dibuatkan SOP nya. Beberapa contoh adalah bagaimana SOP supplier. SOP ini menggambarkan bagaimana hubungan antara perusahaan dengan supplier.

Hubungan dengan supplier ini menjadi penting karena sebagaian besar biaya perusahaan itu adanya di supplier. Perlu ditetapkan tujuan hubungan dengan supplier dimana didapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh bagian produksi.

Tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat tempat adalah beberapa indicator yang menggambarkan keberhasilan hubungan dengan supplier. Ini adalah tujuan dari hubungan dengan supplier. Setiap aspek dalam tahapan hubungan dengan supplier tersebut menjadi penting dan dituliskan sebagai arahan bagi maanjemen dan karyawan dalam menjalankan perusahaan nantinya.

Bagi entrepreneur, jelas, hal ini perlu menjadi perhatian untuk bisnis mereka karena dapat membaut bisnis itu berlangsung untuk jangka panjang.. 


Selasa, 16 September 2014

TETAPKAN STRATEGI BISNIS YANG TEPAT

Salah satu keputusan yang sangat penting bagi entrepreneur adalah harus membuat strategi bisnis yang memberikan superior value bagi bisnis mereka. Superior value itu sangat penting bagi konsumen dan juga perusahaan sendiri.

Konsumen menjadi target utama setiap entrepreneur dalam berbisnis karena merekalah yang mengkonsumsi produk setiap entrepreneur dan harus membuat pilihan ketika banyak sekali pesaing saat ini yang menawarkan produk sejenis kepada konsumen yang sama.

Oleh karena itu, strategi ini menjadi penting untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis karena inilah yang menjadi kunci sukses dalam bisnis untuk jangka pendek dan jangka panjang. Disetiap bisnis, strategi menjadi penentu kesuksesan bisnis tersebut.

Secara konseptual, strategi itu adalah rencana jangka panjang yang menghubungkan lingkungan internal dan eksternal untuk tetap mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. Inilah pendapat dari para ahli yang perlu menjadi rujukan entrepreneur.

Beberapa point utama dalam bisnis konteksnya strategi adalah jangka panjang. Jelas, hal ini berhubungan dengan waktu mnimal 10 tahun dan bahkan lebih agar bisa dapat dilihat bisnis itu berhasil atau tidak. Jelas ini penting untuk mengukur kepastian bisnis setiap entrepreneur.

Kemudian, ada dua lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang menjadi penting dalam bisnis yang ada dalam setiap bisnis mereka. Kedua lingkungan ini akan selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan juga menimbulkan turbulensi. Ini harus menjadi perhatian setiap entrepreneur sehingga bisa menjadi value yang paling penting untuk sukses.

Yang terakhir, dalam strategi itu focus untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dimana ini menjadi penting untuk suksesnya setiap bisnis.


Inilah yang penting bagi entrepreneur dalam menjamin kesuskesan dan memanfaatkan strategi untuk sukses. Strategi menjadi kunci sukses bisnis untuk jangka panjang nantinya. 

Oleh Meriza Hendri

Senin, 15 September 2014

INTERNAL ASPECT PERUSAHAAN

Kemaren, saya berkesempatan untuk memberikan materi kuliah tentang strategic management bagi beberapa entrepreneur muda yang memang berkomitmen untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan. Mereka berharap bisa melihat internal aspect perusahaan secara lebih baik.

Hal ini membuat saya tersadar bahwa internal aspect yang ada dalam perusahaan memiliki peranan yang begitu dahsyatnya sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih baik. Internal aspect ini berhubungan dengan keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia.

Selain itu, perlu juga mengenal lebih baik tentang budaya perusahaan dan juga sumber daya yang dimiliki perusahaan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Perhatian saat ini tidak cukup lagi kepada aspek manajerial yang selalu digembar-gemborkan oleh berbagai pihak karena ini menjadi sesuatu yang sudah wajib untuk dilakukan. Jangan sampai gagal melakukan hal ini karena tetap menjadi dasar untuk menjalankan bisnis.

Focus kepada internal aspect memberikan analisis untuk entrepreneur dalam aspek kekuatan dan kelemahan yang memang harus dimiliki entrepreneur. 

Sabtu, 06 September 2014

Berfikir stratejik

Hari ini dan kemaren, sy mendapatkan pelajaran yang luar biasa ketika membahas bagaimana sebuah perusahaan dipimpin oleh seorang direktur utama yang tidak berfikir stratejik. Pertanyaanya sederhna ketika hal itu ditanyakan kepada saya karena memang itu menjadi konsep yang selalu jadi bahasan utama,

Memang untuk memimpin bisnis saat ini dibutuhkan pemahaman tentang kerangkan berfikir stratejik karena bisnis saat ini dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan ini selalu berubah, tidak pasti dan mengalami turbulensi.

Kendala seorang jika tidak berfikir stratejik adalah mereka tidak bisa membuat keputisan yang berdimensi jangka panjang dimana bisnis mereka akan tumbuh dan berkembang untuk masa 10 tahun kedepan.

Dampak lainnya adalah entrepreneur tadi lebih fokus ke aspek internal perusahaan dan asik mengurusi aspek yang bersifat teknis. Ini adalah sia2 dan waste time ketika ceo mengerjakan aspek teknis.

Inilah fakta yang seringkali terjadi ketika mereka ingin meningkatkan kualitas bisnis dan dituntut untuk berfikir stratejik.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 02 September 2014

KESELARASAN TUJUAN BISNIS DENGAN VISI DAN MISI BISNIS

Dalam konteks diskusi dengan para entrepeneur di Radio K-Lite tadi malam, saya mendapatkan kesempatan untuk diskusi dengan membahas bagaimana hubungan antara tujuan bisnis dengan visi dan misi bisnis yang ada dalam setiap bisnis entrepreneur. ini adalah penting  untuk dibahas secara mendalam.

Kenapa demikian? Karena berhubungan dengan bagaimana bisnis setiap entrepeneur itu memiliki relevansi antara tujuan dan misi bisnis tersebut. Jelas, bagi setiap entrepeneur, yang pertama dipahami bahwa bisnis itu memiliki visi yang berisikan impian atas setiap bisnis yang mereka jalankan. Impian itu untuk jangka panjang dimana bisnis itu harus dicapai.

Dalam konteks ini, jelas entrepreneur hubungan antara visi dan misi harus dipahami dengan baik dan diturunkan ke dalam hal yang bersifat teknis dan operasional sehingga dapat terukur untuk untuk dicapai oleh setiap entrepeneur dalam bisnisnya.

Oleh karena itu, entrepreneur perlu menjelaskan visi kedalam bentuk tujuan yang measurbale, spesifik, bisa dicapai, realistis dan bisa memiliki time table yang jelas dari setiap tujuan tersebut.

Tujuan ini berhubungan dengan lima hal pokok yaitu tujuan yang berhubungan dengan profit yang harus dicapai oleh setiap entrepreneur. Profit ini menggambarkan laba yang didapatkan perusahaan dan juga akan menjadi sumber untuk mencapai tujuan lainnya. Jelas, ini adalah tujuan pertama yang harus dicapai oleh entrepeneur.

Selanjutnya adalah tujuan yang berhubungan dengan people dimana entrepeneur harus bisa memberikan manfaat bagi banyak orang khususnya orang-orang yang berada dalam lingkungan entrepreneur dan bisnisnya.

Ketiga adalah bagaimana entrepeneur menetapkan tujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dimana alam ini adalah tempat dimana entrepreneur menjalankan bisnsi tersebut. Alam ini harus dijaga agar bisa memberikan keseimbangan kepada bisnis mereka.

Selanjutnya adalah bagaimaan bisnis itu bertujuan untuk mencapai sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro ke kecil, kecil ke menengah dan menengah menjadi besar. inilah yang harus menjadi perhatian setiap entrepreneur bagaimana mensinergikan antara visi dan tujuan bisnis.

Oleh @merizahendri
Tulisan lainnya ada di www.merizahendri.blogdetik.com

Senin, 01 September 2014

DALAMIN TOWS ANALYSIS

sebagai seorang entrepreneur yang harus menjadi ahli strategi, entrepreneur harus menguasai alat-alat manajemen yang bisa digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan keputusan bisnis yang harus juga bersifat stratejik. Keputusan yang dimaksud adalah keputusan yang bisa memberikan superior value bagi perusahaan dan konsumen.

Salah satu tool yang seringkali digunakan oleh entrepreneru adalah SWOT Analysis yang sudah diarahkan untuk dibalik ketika entrepreneur bicara tentang strategic management. Pembalikan tersebut adalah menjadi TOWS.

Memang secara konsep SWOT masih relevan dengan apa yang harus dianalisis oleh setiap entrepreneur. dalam konteks ini, ada empat aspek yang dilihat yaitu kekuatan dan kelemahan dari aspek internal perusahaan setiap entrepreneur. Hal ini berhubungan dengan bagaimana secara objektif mereka melihat kondisi diri dan dalam bisnis tersebut.

Adapun dari aspek eksternal, ada peluang dan ancaman atau OT dimana lingkungan eksternal yang terdiri dari lingkungan eksternal mikro dan makro selalu menjadi sumber peluang dan pada saat bersamaan menjadi sumber ancaman bagi setiap bisnis entrepeneur.

ada satu filosofi yang mendalam ketika entrepeneru bisa melihat lebih tajam kedalam SWOT analysis ini yaitu bagaimana mereka melihat dari dalam ke luar bisnis. Artinya, entrepreneur menganalisis lingkungan internal terlebih dahulu dan barulah ke lingkungan eksternal.

Berbeda dengan konsep yang berkembang saaat ini dimana entrepeneur diharapkan melakukan analisis dari luar ke dalam dimana lingkungan eksternal dianalisis agar bisa menemukan peluang yang optimal dan ancaman yang bisa diminimalisir setiap saat.

dengan begitu, entrepeneur bisa lebih bijak melihat keluar bisnis mereka dan akan melakukan banyak hal yang terbaik dengan mengoptimalkan kondisi dalam bisnis mereka. Kondisi ideal yang harus dicapai adalah ketika peluang bertemu dengan kekuatan dalam diri setiap entrepeneur dan ini akan menjadi dahsyat ketika entrepeneur bisa berfikir stratejik dan memanfaatkannya dalam bisnis...luar biasa...

Oleh @merizahendri

 

Info2

Hayu.......Dengarkan diskusi bisnis KLINIK UKM Radio Bobotoh 96,4 FM setiap Senin, pukul 18.00 - 19.00 WIB
 
Blogger Templates