Social Icons

Rabu, 04 Mei 2016

TIPS OPERATING MANAGEMENT: DALAMIN PROSES BISNIS

 
Setiap entrepreneur akan dihadapkan pada konsep TP = TR – TC yang memang menjadi kunci dalam menggapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dalam menjalankan bisnis. Ini menjadi point utama untuk sukses dalam bisnis sehingga setiap entrepreneur harus fokus pada konsep ini.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
1.       Gambarkan proses bisnis perusahaan
Langkah pertama adalah menggambarkan proses bisnis dalam perusahaan dalam kerangka bagaimana entrepreneur bisa memberikan value yang superior kepada setiap pelanggan. Ini menjadi penting bagi setiap entrepreneur untuk mengetahui dengan baik proses bisnis mereka masing-masing.
 
2.       Analisis proses bisnis
Analisis ini bertujuan untuk menilai tingkat efektif dan efisien dari setiap proses bisnsi yang ada . bisa jadi ada kesalahan dalam setiap tahapan proses bisnis
 
3.       Perbaiki proses bisinis
Memperbaiki proses bisnis yang ada sehingga tercipta proses bisnis yang baru dan memberikan value optimal bagi perusahaan. ada proses yang terlalu panjang, dipendekkan, ada yang berbelok-belok, di luruskan dan lain-lain.
 
4.       Dalamin proses bisis
Entrepeneur harus mendalami setiap proses bisnis mereka mulai dari supplier, input, process dan output serta outcome. Mendalami ini akan memberikan dampak untuk mengenali dan mengetahui setiap proses tersebut secara mendalam untuk dibuat keputusan bisnis.
 
5.       Siapkan fasilitas untuk menjalankan proses bisnis
Ketika sebuah proses bisnis sudah didalami, persiapkan dukungan fasilitas untuk proses bisnis masing-masing bisnis para entrepeneur. Fasilitas pendukung mulai dari uang, orang, machine, metode sampai bahan baku.
 
Inilah beberapa tips OPERATION MANAGEMENT yang pastinya harus dijalankan pengurus koperasi dalam kerangka membangun manajemen sistem koperasi yang unggul untuk mencapai sustainable competitive advantage. Let's make a management system for our cooperatives
STRABIZ Management Consulting
 
 

KEPUTUSAN BISNIS SEORANG ENTREPRENEUR


 "What?......Jadi, tugas utama seorang entrepeneur itu membuat keputusan, pak Meri?" Inilah pertanyaan yang disampaikan binaan yang tergabung dalam GIMB Entrepreneur School dan juga pendengar dalam program Belajar Bisnis (Belbiz) kepada saya. Hal ini relevan dengan pernnyataan saya bahwa tugas seorang entrepreneur itu adalah membuat keputusan.
 
Hakekat seorang entrepreneur yang selalu saya sampaikan bahwa dia akan berhasil kalau memahami bisnis dan lingkungan bisnis serta bisa membuat bisnis menjadi longlive untuk jangka panjang kalau mereka menerapkan manajemen dalam setiap aktivitas bisnis, termasuk manajemen keuangan dan akuntansi, pemasaran, operasi atau business proses serta sumber daya manusia.
 
Business decision
Inti dari seluruh aktivitas tersebut adalah bagaimana entrepreneur harus bisa membuat keputusan yang mampu memberikan superior value bagi konsumen dan juga bisnis mereka. Keputusan tersebut merupakan pilihan yang dilakukan oleh setiap entrepeneur secara sadar atas pilihan-pilihan yang ada.
 
Oleh karena itu, entrepreneur harus bisa memahami bahwa dalam menjalankan bisnis agar bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien, harus bisa membuat keputusan yang logis. Dalam hal ini, keputusan yang dibuat entrepeneur harus benar-benar memperhatikan beberapa hal yang terkait dengan keputusan tersebut.
 
Pertama, keputusan bisnis harus didukung oleh data dan fakta yang valid dan reliable serta lengkap. Hal mendasarkan dalam pembuatan keputusan adalah seberapa banyak data yang sudah tersedia untuk mendukung keputusan yang harus dibuat. Kenapa harus valid? Jelas datanya tidak boleh asal dalam konteks sumber nya. Jenis data berupa data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data berupa literatur, wawancara, observasi dan bahkan survei.
 
Kedua, keputusan tersebut harus mengikuti suatu proses yaitu problem identification dimana entrepreneur harus bisa mengidentifikasi masalah dengan baik. Selanjutnya adalah mencari alternatif solusi, menganalisis altternatif solusi, memutuskan, menjalankan pilihan serta mengevalusi hasil implementasi tersebut. ini menjadi rangkaian proses yang tidak boleh dilewati.
 
Ketiga, setiap keputusan yang dibuat, harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan keputusan itu tentu mengacu kepada tujuan bisnis yaitu bagaimana keputusan tersebut bisa berkontribusi kepada peningkatan profit melalui peningkatan total revenue dan penurunan total cost (TP = TR – TC). Inilah tujuan utama yang harus dipahami dan bisa diukur oleh entrepreneur.  
 
Keempat, setiap keputusan harus bisa berkontribusi kepada sustainability atau keberlanjutan bisnis para entrepeneur agar bisa membuat bisnis entrepeneur itu tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil dan menengah.
 
Kelima, setiap keputusan harus dibuat dengan meminimalisir keterlibatan emosi karena keputusan bisnis tersebut harus benar-benar memperhatikan output dan outcome seperti yang dijelaskan di atas. Jangan pernah membuat keputusan dalam kondisi apati karena hal ini tidak memperhatikan dampaknya dari keputusan tersebut. Jangan pula membuat keputusan bisnis dalam kondisi marah karena kualitas keputusan tidak mempertimbangkan dampak negatif dari keputusan bisnis.
 
Selain itu, jangan pula membuat keputusan dalam keadaan sedih, takut serta terlalu bangga. Inilah yang harus dihindari ketika membuat keputusan bisnis. Suka tidak suka, setiap entrepeneur dituntut untuk berhati-hati dalam membuat keputusan bisnis tersebut.
 
Jadi, para entrepreneur jangan lagi membuat keputusan bisnis berdasarkan perasaan, insting ataupun pengalaman karena jelas, keputusan bisnis itu akan menentukan bisnis saat ini dan yang akan datang.... So, tingkatkan kemampuan membuat keputusan bisnis.
 
STRABIZ Management Consulting  

MASIH TAKUT JADI PENSIUNPRENEUR? YAKIN DENGAN PILIHAN BISNISNYA


Ketika seorang karyawan memilh untuk menjadi seorang entrepreneuer atau seringkali disebut dengan pensiunpreneur, hal mendasar yang harus dimilikinya adalah keyakinan akan sukses dengan bisnis yang dipilihnya. Begitulah kira-kira pengalaman yang saya dapatkan ketika membangun bisnis riset sampai dengan media. Keyakinan ini membuahkan hasil setelah menjalankan bisnis sejak tahun 2009.
 
Hal yang sangat mendasar adalah setiap karyawan dalam memilih bisnis yang akan dijalankan dan yang akan dikembangkan memang keyakinan. Seberapa yakin seorang karyawan dengan bisnis yang dipilih, akan menentukan sejauh mana bisnis itu akan berhasil, apalagi dalam konteks mereka menjalankan bisnis selama lima tahun. Hal ini menjadi kunci sukses setiap karyawan dalam berbisnis.
 
Kembali ke pengalaman dalam membangun riset, konsultan, training dan media dibidang manajemen yang dikhususkan bagi pengembangan entrepreneurship di Indonesia. Saya melihat potensi diri di riset karena sukanya melakukan penelitian terhadap bisnis dan manajemen. Setelah itu, melihat jarang sekali orang yang fokus kepada riset, konsultan dan training tentang manajemen pada diri seorang entrepreneur. mereka hanya fokus memulai dan menjalankan bisnis dan belum terlalu berbasis kepada pengetahuan bisnis dan manajemen.
 
Mulailah saya fokus berbisnis dibidang riset, konsultan dan training tentang entrepreneurship. Hasil riset saya masukkan ke dalam seminar nasional maupun internasional sehingga ada sebuah model yang saya dapatkan. Lalu, saya berikan konsultasi kepada entrepreneur serta training yang pada akhirnya, para entrepreneur mulai percaya kepada saya. Tidak hanya itu, perusahaan yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dan pensinpreneur pun mulai mempercayakan sharingnya kepada saya.
 
Selain itu, saya memiliki potensi diri dan passion dalam menulis artikel. Saya juga melihat, media jarang yang memberikan edukasi tentang entrepreneurship berbasis knowledge, sementara, entrepreneur membutuhkan knowledge, skill dan attitude (KSA) secara terus menerus dengan biaya yang murah dan cara yang mudah. Disinilah keyakinan saya bahwa mengembangkan media menjadi salah satu peluang yang bisa membuat saya sukses menjadi pensiunpreneur.
 
Sekarang, setelah saya jalani sejak tahun 2009, Alhamdulillah, keyakinan ini mulai memperlihatkan bagaimana sebuah bisnis yang dimulai dengan ponteisi diri, passion, knowledge, skill, attitude, morale yang didasarkan kepada keyakinan akan keberhasilan bisnis ini bisa membuat seorang entrepreneur berhasil dalam bisnis. tentu juga tidak lepas dari doa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, seorang karyawan yang memilih bisnis sudah sejatinya memiliki keyakinan terhadap bisnis tersebut.
 
So, masih takut memilih untuk jadi entrepreneur sukses? Ingat…….., NOW OR NEVER…..
 

Selasa, 03 Mei 2016

FOLLOWERSHIP : KELEMAHAN SEORANG PEMIMPIN


Menjadi pemimpin sudah menjadi kewajiban setiap entrepeneur, minimal untuk memimpin diri mereka sendiriyang pastinya, sangat mempengaruhi bisnis yang dijalankan. Tidak bisa seorang entrepeneur sukses bila mereka sendiri tidak bisa memimpin diri dalam kehidupan sehari-hari dan juga bisnis tentunya. Leadership inilah yang menjadi faktor kunci untuk berhasil nantinya.
Kelemahan seorang pemimpin berhubungan dengan bagaimana mereka mempengaruhi diri sendiri ataupun orang lain dalam menjalankan setiap aktivitas bisnis dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pengaruh... itulah kata kunci dalam diri setiap entrepeneur yang harus dikembangkan untuk mencapai hasil yang optimal dimana follower mereka akan sangat senang bila berada di dekat mereka dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan
Bicara tentang pengaruh yang dikeluarkan oleh setiap entrepeneur, akan sangat lekat dengan bagaimana mereka bisa membangun persepsi yang positif di benak orang yang menjadi bawahan mereka. persepsi inilah yang menentukan baik tidaknya setiap entrepeneur bisa memimpin tim mereka.
Inilah aspek kelemahan para entrepeneur dalam menjalankan peran mereka sebagai leader dalam perusahaan tersebut. kelemahan yang seharusnya tidak perlu terjadi karena akan berdampak kepada bisnis mereka saat ini dan yang akan datang. Kelamahan ini sebenarnya bisa dimimalisir agar tidak berdampak kemana-mana.
Menciptakan persepsi positif dibenak bawahan dapat dilakukan dengan menjaga prinsip-prinsip seorang entrepeneur dalam memimpin yang paling mendasar adalah bagaimana setiap leader bisa melakukan komunikasi, baik verbal maupun non verbal dengan baik kepada bawahan mereka. kata kuncinya ada di komunikasi tersebut. kegagalan dalam berkomunikasi akan berdampak kepada persepsi negatif setiap follower kepada para entrepeneur dalam menjalanakn bisnis.
Hal ini akan berdampak signifikan kepada bisnis kedepannya. Bawahan yang mulai malas-malasan dalam bekerja dan juga dengan orang-orang yang tidak berkomitmen dengan bisnis itu sendiri. kerugian akan sangat dirasakan pada kondisi seperti ini. oleh karena itu, saatnya entrepeneur untuk memperbaiki kualitas komunikasi mereka agar bisa membuat persepsi positif. Sukses buat kita semua..

STRABIZ Management Consulting 

TIPS MARKETING MANAGEMENT: FOKUS KEPADA SOLUSI BAGI KONSUMEN


 
Setiap entrepreneur menghasilkan produk untuk ditawarkan kepada para konsumen. Produk yang sejatinya menjadi sebuah value bagi para konsumen dan itu dibandingkan dengan cost yang mereka keluarkan, baik itu monetary cost, time cost, energy cost serta psychological cost. Semuanya harus dilihat secara keseluruhan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis.
 
Oleh karena itu, entrepeneur harus fokus kepada bagaimana produk, yang bisa berupa barang atau jasa, ide, pengalaman, informasi, tempat, orang, event menjadi sebuah solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh setiap entrepeneur. Lalu, apa yang harus dilakukan?
1.       Sadari bahwa produk itu adalah sebuah solusi bagi konsumen
Nyata sifatnya ketika setiap orang dalam hidup ini menghadapi masalah dan ini juga terjadi pada diri setiap konsumen. Masalah ini harus diberikan sebuah solusi agar konsumen bisa puas dengan produk yang ditawarkan. Ini harus ada di mindset setiap entrepeneur.
 
2.       Mulai mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh konsumen, baik nyata ataupun latent
Problem identification adalah tahap pertama dalam diri entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh konsumen, yang pastinya tidak akan tetap, tetapi, bisa dimodelkan untuk sekelompok target market.
 
3.       Menjadikan produk tersebut menjadi best solution dalam konteks output, outcome dan impact
Buatlah produk yang memberikan solusi terbaik dalam konteks output, outcome serta impact pada diri dan bisnis para konsumen. Hal ini berhubungan dengan tingkat persaingan yang dihadapi oleh para entrepreneur dalam berbisnis.
 
4.       Berikan layanan kepada konsumen
Layanan yang terbaik menjadi pembungkus produk yang diberikan kepada setiap konsumen. Ini menjadi point utama dan bahkan layanan tersebut harus sampai kepada konsep peduli kepada setiap konsumen.
 
5.       Bangun hubungan jangka panjang dengan konsumen
Ini yang tidak kalah penting yaitu bangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dalam konteks customer relationship management yang sangat dibutuhkan oleh para entrepeneur dalam membuat keuntungan bisnis mereka dalam jangka panjang juga.
 
6.       Terus lakukan inovasi produk seiring dengan perubahan masalah konsumen.
Hal ini menuntut setiap entrepeneur harus benar-benar mengikuti perubahan setiap konsumen karena lingkungan.
 
Inilah beberapa tips MARKETING MANAGEMENT yang pastinya harus dijalankan pengurus koperasi dalam kerangka membangun manajemen sistem koperasi yang unggul untuk mencapai sustainable competitive advantage. Let's make a management system for our cooperatives
STRABIZ Management Consulting
 
 

MASIH TAKUT JADI PENSIUNPRENEUR? BERFIKIRNYA PERCEPATAN BISNIS DONG


Inilah kalimat  yang selalu saya sampaikan kepada karyawan yang akan memilih menjadi seorang pensiunpreneur karena sudah memahami akan pilihan mereka ketika mendapatkan materi tentang pensiunpreneur. Kalimat yang simple, akan tetapi memiliki makna yang sangat mendalam ditengah pilihan menjadi penisunpreneur ketika mereka sudah mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap serta pengalaman sebagai seorang karyawan di perusahaan orang lain.
 
Perbedaan seorang karyawan dalam memulai dan menjalankan bisnis dibandingkan dengan orang yang benar-benar belum bekerja akan tetapi memilih untuk menjadi pensiunpreneur adalah asset yang bersifat intangible tadi yaitu knowledge, skill, attitude, morale, relationship dan yang tidak kalah penting adalah trust yang sudah dimiliki ketika mereka menjadi seorang karyawan di perusahaan tersebut.
 
Rasanya, tidak salah ungkapan di atas yaitu bagaimana sejatinya seorang karyawan membangun bisnis yang mampu mencapai percepatan bisnis yang dahsyat. Ketika orang lain membangun bisnis membutuhkan belasan dan bahkan puluhan tahun membangun dan mengembangkan bisnis, tetapi, seorang karyawan harus mampu membangun bisnis dalam hitungan tahun.
 
Pernyataan ini bukanlah pernyataan yang asal-asalan bagi setiap karyawan dalam berbisnis karena hal ini relevan dengan konsep bisnis yang memang harus dibekali oleh seorang entrepreneur untuk sukses yaitu mereka harus memiliki pengetahuan tentang entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen yang berhubungan dengan manajemen strategik, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi, manajemen sumber daya manusia sampai dengan bagaimana memanfaatkan teknologi informasi.
 
Inilah poin utama bagi setiap karyawan yang harus disadari dan dikembangkan oleh setiap karyawan untuk menjadi pensiunpreneur. Asset ini jauh lebih baik daripada tangible asset seperti uang, rumah, tanah dan lain-lain. Mungkin asset ini dimiliki oleh orang lain untuk berbisnis tetapi lemah di asset yang bersifat intangible. Sudah waktunya karyawan fokus pada asset ini untuk sukses.
 
Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus bisa melakukan assessment terhadap asset tadi yang dia miliki. Asessement yang dapat memberikan gambaran bagaimana pengetahuan, keterampilan, morale yang mereka miliki dan relevan dengan bisnis yang akan dikembangkan setelah pensiun tersebut. Jelas ini menjadi point utama yang harus dipahami oleh setiap karyawan.
 
Setelah itu, kembangkan dan implementasikan dalam setiap aktivitas dan keputusan bisnis yang dijalankan oleh setiap entrepreneur. dengan ini, sudah waktunya karyawan fokus untuk jadi pensiunpreneur sukses.  
 
So, masih takut memilih untuk jadi entrepreneur sukses? Ingat…….., NOW OR NEVER…..
 

Senin, 02 Mei 2016

DORONG WIRAUSAHA JABAR KEMBANGKAN KOPERASI

Meriza Hendri
 
Dalam beberapa kali perjalanan bisnis yang saya lakukan ke beberapa daerah yang mengembangkan program Wirausaha Baru Jawa Barat yang memang dicanangkan oleh Gubernur Ahmadh Heryawan, saya mendapatkan bagaimana wirausaha baru Jawa Barat sudah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari para wirausaha yang memang dituntut untuk memiliki pengetahuan entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen dalam menjalankan bisnis.
 
Hal ini memang sudah menjadi dasar yang dimiliki oleh wirausaha baru Jawa Barat dan mereka benar-benar fokus dalam menjalankan bisnis dengan basis pengetahuan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh wirausaha itu adalah mereka memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan serta sikap dalam berbisnis dan Alhamdulillah, dengan mengikuti program Wirausaha Baru Jawa Barat, sudah mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur untuk sukses.
 
Akan tetapi, mereka saat ini menghadapi masalah baru yaitu bagaimana mengembangkan diri serta bisnis yang berhubungan dengan  bagaimana mendapatkan pendanaan dan pasar bagi produk yang sudah diproduksi atau dihasilkan. Tentu setiap stakeholders, baik akademisi, pebisnis dalam perusahaan, komunitas, pemerintah, sampai dengan media menyadari bahwa pasar itu adalah tujuan dari produk setiap entrepreneur. suka tidak suka, semuanya harus bisa dipasarkan oleh setiap entrepreneur dan mereka membutuhkan pasar. selain itu, mereka juga membutuhkan pendanaan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar.
 
Pendanaan yang dimaksud tentu tidak seperti yang ditawarkan oleh perbankan karena akan sangat memberatkan entrepreneur. lihat saja bagaimana persyaratan perbankan yang harus dipenuhi yaitu collateral serta lamanya menjalankan bisnis. memang ada wirausaha yang bisa memenuhi syarat tersebut, akan tetapi, lebih banyak juga yang belum memiliki kemampuan untuk memenuhinya. Tentu hal ini menjadi sebuah masalah yang harus diselesaikan.
 
Salah satu pemikiran yang harus dikembangkan adalah bagaimana membangun sebuah koperasi bagi wirausaha dimana mereka berada dan menjalankan bisnis. koperasi adalah salah satu badan hukum yang dapat dipilih oleh stakeholders bagi wirausaha  yang sudah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Koperasi itu beranggotakan wirausaha dan masing-masing memiliki suara yang sama sehingga dapat dipahami bagiamana mereka berkontribusi kepada koperasi berupa iuran pokok, iuran wajib sampai dengan iuran sukarela. Hal ini bisa menjadi sumber pendanaan  yang dapat dipinjamkan kepada anggota bila koperasinya itu koperasi simpan pinjam ataupun membeli bahan baku dari anggota ataupun non anggota yang bisa dipasarkan dengan harga bersaing kepada anggota.
 
Hal ini dapat membantu wirausaha dalam hal pendanaan bagi bisnis mereka yang selama ini seringkali dianggap sebagai sebuah masalah yang dihadapi oleh wirausaha. Masalah keuangan itu tidak selalu dalam bentuk pinjaman kepada anggota. Bisa jadi dalam bentuk membelikan bahan baku bagi bisnis mereka dan kemudian pembayaran bisa dicicil.
 
Bentuk lainnya adalah koperasi dapat memasarkan produk-produk anggota yang pastinya sudah diseleksi oleh pengurus koperasi dan layak untuk dipasarkan. Hal ini akan sangat membantu wirausaha dalam berbisnis dan mengembangkan pasar. koperasi bisa menjadi sebuah badan yang dapat mengembangkan pasar, baik consumer market, business market, government market ataupun non profit market serta global market.
 
Lihat saja koperasi yang menjelma menjadi sebuah badan usaha seperti koperasi susu, koperasi ASTRA, Koperasi pekalongan dan lain-lain. Oleh karena itu, sudah waktunya stakeholders untuk mendorong wirauasaha untuk membangun dan memgembangkan koperasi yang dapat memberikan manfaat bagi diri mereka masing-masing dan juga masyarakat lainnya. Pengalaman menjadi ketua pengawas Koperasi Wirausaha Baru Jawa Barat Sejahtera menunjukkan bagaimana potensi yang dimiliki anggota itu bisa menjadi dasar untuk membantu anggota dalam menyelesaikan masalah keuangan dan pemasaran.
 
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
 

LEADERSHIP : SETIAP ORANG ADALAH LEADER

Hati-hati dengan posisi setiap orang dalam bisnis, khususnya dengan menjadi entrepeneur yang sudah jelas-jelas memiliki konsep yang berbeda dengan  seorang karyawan. inilah yang saya dapat dari pertemuan dengan Seorang direktur Utama salah satu BUMN di kota Bandung tadi siang. Meskipun setiap entrepreneur ituberbeda dengan karyawan, akan tetapi, ada satu kesamaan dalam peranan kedua kelompok ini.
            Kesamaan antara kedua kelompok ini adalah bagaimana setiap orang menyadari bahwa mereka itu adalah seorang leader yang harus benar-benar menjalankannya secara efektif dan efisien. Tidak dibedakan apa pun peranan mereka dalam setiap lembaga atau institusi yang mereka pilih, yang pasti mereka itu adalah seorang leader yang tidak bisa bekerja sendiri untuk mencapai tujuan bisnis mereka
            Leadership itu minimal ada di setiap diri yaitu bagaiman dia itu bisa menjadi seorang leader bagi diri mereka sendiri. menjadi leader bagi diri itu penting karena semakin kesini, saya memahami bahwa faktor yang paling utama bagi setiap entrepeneur adalah faktor yang terdapat dalam diri mereka sendiri. tidak bisa merubah orang lain terlebih dahulu sebelum merubah orang lain. Self leadership ini akan menentukan keberhasilan setiap orang dalam memimpin perusahana yang mereka jalankan.
            Konsep leadership adalah bagaimana setiap orang bisa mempengaruhi orang lain agar bisa bekerja secara efekfit dan efisien. Konsep pengaruh inilah yang harus dimiliki setiap orang dalam bekerjasama dengan orang lain. Tidak ada pengecualian untuk seriap orang agar mereka benar-benar bisa mempengaruhi orang lain tersebut untuk bergerak dan memenuhi apa yang ditargetkan oleh para entrepeneur ataupun pemilik perusahaan bila mereka berperan sebagai seorang karyawan.
            Oleh karena itu, leadership harus benar-benar dipahami dan dihayati oleh para entrepeneur. penghayatan ini penting dan akan berdampak kepada perubahan persepsi mereka tentang leadership itu sendiri. memang setiap orang harus meluruskan persepsi terlebih dahulu tentang leadership itu sendiri. ada pengetahuan dan skill yang harus dipelajari dan ditingkatkan oleh setiap orang.
            Pengetahuan ini bisa didapatkan dari pelajaran dari para pemipin dan teori yang didapatkan di kelas dan di luar kelas. Pengetahuan itu penting agar membuat peersepsi menjadi benar dan tidak salah lagi. Pengetahuan yang akan menjadi guidance setiap orang agar bisa menjadi leader yang efektif dan efisien.
            Bagaimana dengan skill atau kemampuan setiap orang dalam memimpin? Skill ini juga bisa dipelajari, akan tetapi, harus diaplikasikan agar bisa memimpin dengan baik dan efektif sercara efisien. Tidak akan bisa seorang enterpeneur bila tidak mempraktekkan ilmu tentang leadership bila tidak dipraktekkan dalam kehidupan ini. banyak pelajaran dari setiap aplikasi atau penerapan ilmu leadership yang bisa diambil oleh para entrepreneur ataupun orang yang menjadi karyawan.
            Aspek lainnya yang perlu dipahami adalah bagaimana setiap orang memiliki sikap yang benar dalam memipin atau menjadi seorang leader. Bagaimana setiap orang harus bisa merespon secara positif apa yang datang kepada mereka dan berdampak kepada diri serta orang lain dengan baik. oleh karena itu, marilah kita pahami bahwa setiap orang itu adalah pemimpin. Jadilah seorang pemimpin yang efektif dan efisien.
 
STRABIZ Management Consulting 

TIDAK ADA SELAIN SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE

Business Today

 
Menjadi entrepreneur memang dituntut untuk menjadi seseorang yang benar-benar bisa fokus dalam mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainable sampai dengan tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Tuntutan ini memang menjadi hal yang harus dipenuhi oleh setiap entrepreneur karena hakekat mereka itu adalah bagaimana fokus dalam mencapai tujuan tersebut ditengah perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, tidak bisa dikontrol dan mengalami kondisi yang turbulensi.
 
Dalam konteks ini, seorang entrepreneur benar-benar menjadi ahli strategi yang harus bisa memiliki konsep strategic entrepreneurship dimana mereka menggabungkan antara ilmu entrepreneurship dengan ilmu manajemen strategik. Jelas hal ini akan berhubungan dengan dua ilmu yang saling berhubungan sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Apalagi berhubungan dengan bagaimana perubahan lingkungan bisnis.
 
Konsep dasar setiap entrepreneur adalah bagaimana setiap entrepreneur bisa mencapai sustainable competitive advantage atau keunggulan bersaing yang berkelanjutan dimana bisnis mereka harus bisa mencapai tujuan bisnis. ketika hal ini bisa dimiliki oleh setiap entrepreneur, mereka akan tetap bisa fokus berbisnis dan memberikan manfaat buat diri sendiri, orang lain, lingkungan alam dalam jangka panjang dn dalam kerangka bisnsi yang tumbuh dan berkembang.
 
Sebagai seorang entrepreneur, jelas sekarang bagaimana entrepreneur harus menanamkan dalam benak mereka bahwa kalau bisnis mau tetap bertahan, harus mencapai sustainable competitive advantage. Lihat saja bagaimana perusahaan  yang dibangun oleh entrepreneur yang benar-benar dengan dasar keunggulan bersaing terhadap pesaing yang pastinya akan terus berupaya untuk mengalahkan entrepreneur tersebut.
 
Oleh karena itu, sudah waktunya setiap entrepreneur fokus dalam mencapai keunggulan bersaing dengan mengamil strategi cost leadership, focus cost leadership, differensiasi, fokus differensiasi atau bagaimana bisnis yang memilih stategi cost leadership dengan mengupayakan differensiasi ataupun sebaliknya. Semuanya harus benar-benar ada di benak setiap entrepreneur. kegagalan seorang entrepreneur dalam menetapkan dan menjalankan strategi, akan membuat bisnis para entrepreneur tidak akan dapat bertahan lama karena pesaing benar-benar ingin mengalahkan entrepreneur.
 
Disinilah entrepreneur harus benar-benar fokus untuk memikirkan dan menjalankan strategi yang dapat mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Tidak ada pilihan lain kalau ingin tetap bertahan dan terus mengembangkan usaha kalau tidak menjalankan strategi yang tepat. Bagaimana dengan anda? Sudah siap untuk menanamkan konsep sustainable competitive advantage di benak masing-masing? hmmmmm

Kamis, 28 April 2016

KENAPA KARYAWAN HARUS TAKUT JADI ENTREPRENEUR?


Pengalaman beberapa waktu kemaren ke salah satu perusahaan Multi National Company benar-benar memberikan pengalaman yang sangat berharga karena dapat melihat bagaimana sejatinya seorang karyawan dalam bekerja dan menghadapi sebuah masalah ketika mereka harus memilih untuk menjadi seorang karyawan atau menjadi seorang entrepreneur agar bisa menjalankan bisnis bagi diri mereka ketika pensiun.

Tentu hal in tidak diharapkan oleh setiap karyawan yang benar – benar mengharapkan sebuah solusi atau apa yang mereka hadapi dengan menjadi seorang karyawan. kalau bisa, terus menjadi karyawan sampai mendapatkan kesempatan pensiun nanti. Tidak berharap akan adanya tuntutan memilih untuk tetap jadi karyawan atau menjadi pebisnis.

 
 
Blogger Templates