Social Icons

Jumat, 27 Mei 2016

PENSIUNPRENEUR, SIAPA TAKUT (PPST)? PASTI BISA

Menjadi seorang pensiunpreneur adalah pilihan para karyawan dan pastinya menjadi sebuah hal yang menyenangkan ketika para pensiunpreneur bisa mencapai apa yang sudah mereka targetkan dalam bisnis yaitu bagaimana bisnis yang profitable, memberikan manfaat bagi orang lain, menjaga kelestarian alam sampai dengan sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Hal mendasar yang harus dipahami oleh para pensiunpreneur adalah bagaimana sejatinya para karyawan itu memiliki keyakinan akan apa yang akan dicapai. Keyakinan pasti bisa pastinya sudah dilihat dan dirasakan oleh para pensiunpreneur dalam berbisnis dalam konteks mereka bisa mencapai target bisnis yang sudah ditetapkan oleh manajemen dalam setiap pekerjaan yang diberikan kepada mereka.

TEAM BUILDING SKILL: KETEGASAN DALAM BENTUK TARGET


Sebagai seorang entrepreneur, tantangan terberat yang akan dihadapi adalah bagaimana membangun sebuah tim yang dapat mencapai tujuan dari aktivitas bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability dan tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah serta besar. Ini adalah tanggungjawab setiap entrepreneur dalam bisnis dan pastinya tidak akan bisa dicapai sendiri karena akan menentukan efektivitas dan efisiensi.
Jangan sampai terjebak seorang entrepreneur bekerja sendiri dimana semuanya dikerjakan sendiri dan pastinya akan capek sendiri. Semuanya adalah pemahaman yang sangat dasar ketika seorang entrepreneur fokus dalam berbisnis dan hanya sendiri, jelas bisnisnya tidak akan bisa tumbuh dan berkembang. Ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa ditolak oleh para entrepeneur. Oleh karena itu, sejatinya seorang entrepreneur fokus juga dalam membangun sebuah tim untuk mencapai tujuan bisnis.

TIPS CORPORATE SOCIAL RESPONSILITY: SELALU MEMBAWA NAMA PERUSAHAAN

Beruntunglah setiap entrepreneur yang menjadi binaan program Corporate social Responsibility (CSR), baik perusahaan swasta ataupun perusahaan milik negara (BUMN) dengan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Selalu kami sampaikan bagaimana baiknya entrepreneur itu bisa fokus memanfaatkan social capital dalam berbisnis ditengah tingginya tingkat persaingan serta mahalnya berbagai kebutuhan untuk menjalankan dan menumbuhkembangkan bisnis.
  1. Memiliki mindset program CSR adalah social capital

POLITIK DAN EKONOMI

BUSINESS TODAY

Kondisi lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi sangat terasa oleh para entrepreneur saat ini karena inilah yang terjadi di negara ini. lihat saja bagaimana perubahan kondisi politik dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang seringkali bertentangan dengan kepentingan politik seperti kebijakan yang berhubungan dengan perijinan dalam konteks bisnis. memang ditingkat pusat, adanya perbaikan dari setiap kebijakan sudah dibuat oleh pemerintah pusat dengan tujuan untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan bisnis.

Selain itu, ada satu lagi kondisi yang tidak bisa diabaikan oleh para entrepreneur yaitu kondisi ekonomi yang juga selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi. Memang dari konteks nilai tukar rupiah yang sampai pada angka lebih dari tiga belas ribu rupiah, inflasi yang masih tinggi sampai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih direvisi karena belum sesuai dengan target awal yang ditetapkan oleh pemerintah sendiri.

Kamis, 26 Mei 2016

DECISION MAKING SKILL: KONSEP KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTORIK

Setiap entrepreneur dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik dengan para stakeholders mereka. Tuntutan ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh para entrepreneur untuk mencapai kesuksesan bisnis di tengah tingginya persaingan bisnis. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah communication skill dengan mencapai kesuksesan melalui supplier, distributor, dan bahkan konsumen.

Oleh karena itu, setiap entrepreneur harus mampu membuat sebuah pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mereka bisa melihat seorang manusia itu dengan baik dan secara utuh. Bagaimana manusia itu dilihat secara komprehensif dari persepsi, motivasi, learning, personality dan juga attitude yang dimiliki masing-masing manusia dalam kehidupan ini. harus dilihat secara komprehensif.

PENSIUNPRENEUR, SIAPA TAKUT (PPST)? TARGET ORIENTED DALAM BEKERJA

Menjadi seorang pensiunpreneur adalah sebuah kesempatan emas yang memang harus dipahami secara mendalam oleh setiap karyawan yang akan memilih untuk menjadi pensiunpreneur ini. kenapa demikian? Pilihan yang terbaik diantara pilihan yang ada selain karyawan nantinya menjadi seorang karyawann lagi ataupun menjadi seorang yang tidak bekerja apa-apa.
Akan tetapi, tentu sejatinya seorang pensiunpreneur itu menjadi pilihan  yang jauh lebih baik karena ada satu aktivitas yang bisa dilakukan oleh karyawan setelah tidak bekerja di tempat orang lain. Lalu, apa arti kesempatan emas jika dihubungkan dengan pensiunpreneur? Kesempatan emas untuk seorang karyawan ketika sudah tidak bekerja di perusahaan lain untuk mencapai kesuksesan. Hmmmm.. serius? Biasanya teman saya berkata kepada saya.

Rabu, 25 Mei 2016

PENSIUNPRENEUR, SIAPA TAKUT (PPST)? SAYA SUKA MASAK MIE……

"saya paling suka masak mie.. pak Meriza" kata seorang peserta pelatihan yang mengikuti kelas Pensiunpreneur siapa takut?. Awalnya, saya sempat tersenyum mendengarnya karena bukan sesuatu yang aneh untuk setiap karyawan yang bisa membuat mie rebus ataupun mie goreng karena seringkali mereka membuat mie ketika masih berstatus karyawan yang belum menikah dengan kos di tempat tinggal sendiri.
Kos-kos an yang membuat mereka terbiasa dengan tinggal sendiri dan membuat mie untuk sarapan ataupun makan di tengah malam ketika mereka "kepalaran". Ditambah lagi ketika pengalaman mereka ketika berstatus mahasiswa yang pastinya tentu juga masih kos dan tinggal sendiri. Tidak dapat dipungkiri, hal ini menjadi dasar untuk setiap karyawan memiliki keahlian dalam membuat mie.

Selasa, 24 Mei 2016

ENTREPRENEUR DAN KEBANGKITAN NASIONAL


Menjadi seorang entrepreneur itu adalah menjadi seseorang dengan mindset atau sikap mental wirausaha yang salah satunya adalah menjadi seorang pejuang bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya ditengah perjuangan bangsa ini melepaskan diri dari kondisi rakyat berada di bawah garis kemiskinan serta berusaha melepaskan diri dari penjajahan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara lain. Bentuk penjajajah yang disadari atau tidak memang hasil dari kontribusi lemahnya daya saing pelaku usaha di negara ini dan juga kebijakan dari pemerintah yang membuat masyarakat semakin "terjepit" dalam kondisi tidak ada alternative lagi.

PENSIUNPRENEUR, SIAPA TAKUT (PPST)? ORANG TUA BERBISNIS PEMOTONGAN DAGING


Tidak sulit sebenarnya untuk menjadi seorang pensiunpreneur yang sukses kalau seorang karyawan mulai fokus memperhatikan apa yang dijalankan oleh orang tua mereka dalam berbisnis. Hal inilah yang saya rasakan ketika hari senin, 23 Mei 2016 kemaren memberikan sharing kepada para karyawan yang  bekerja di LIPI dan beberapa pegawai negeri sipil serta beberapa dosen.
Mereka sharing dengan saya untuk membahas bagaimana potensi bisnis yang tepat bagi para karyawan ketika mereka memasuki masa pensiun. Hmmmm.. permasalahan klasik yang selali dihadapi oleh para karyawan untuk memasuki masa pensiun dan salah satu pilihannya adalah berbisnis dan jadilah mereka sebagai seorang pensiunpreneur yang sangat sering dibahas oleh banyak orang.

FOLLOWERSHIP SKILL: BERFIKIR LOGIS

Hal yang sering membuat entrepreneur gagal dalam menjalankan peran sebagi seorang follower adalah ketika mereka gagal dalam mengelola emosi mereka dalam membuat keputusan. Fakta ini kami temukan dalam beberapa kasus yang menggambarkan bagaimaan konflik yang seringkali terjadi antara seorang atasan dengan bawahan dimana keduanya fokus pada emosi yang meledak-ledak dan lupa dengan akar masalah yang membuat masalah itu terjadi.
Lihat saja bagaimana konflik yang terjadi antara seorang atasan dengan bawahan yang membuat bisnis menjadi pecah dan berantakan ketika banyak orang yang gagal dalam membangun bisnis tersebut. Tentu hal in tidak diharapkan oleh para entrepeneur karena sejatinya bisnis itu dapat berjalan secara berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar untuk dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

 
 
Blogger Templates