Dalam bahasan belbiz pada hari Minggu, 11 Januari 2015 yang lalu, penekanan juga diberikan pada bagaimana wirausaha fokus dalam memanfaatkan modal sosial eksternal yang berasal dari akademisi yang nota bene adalah seorang pendidik yang memiliki konsep dasar dan juga teori yang dibutuhkan oleh setiap wirausaha dalam menjalankan bisnis. Kenapa hal ini penting bagi mereka saat ini dan yang akan datang?

Setiap wirausaha menghadapi tantangan yang luar biasa saat ini ketika mereka akan menumbuhkembangkan bisnis selain sustainability, profit, people dan planet. Hal ini disebabkan oleh tantangan yang luar biasa dari lingkungan bisnis dalam bentuk tingkat persaingan yang berasal dari pelaku bisnis. Dapat dilihat bagaimana semakin fencarnya pertumbuhan wirausaha di negeri ini dan apalagi pada tahun ini, akan diberlakukan pasar bebas ASEAN, tepatnya tanggal 31 Desember 2015.


Akan ada entrepreneur berasal dari 10 negara ASEAN yang akan memperebutkan 600 juta masyarakat sebagai potensi pasar yang akan diperebutkan oleh para entrepreneur tersebut. Selain itu, tentu wirasuaha juga harus berfikir perubahan dari perilaku konsumen, perilaku distributor, perilaku supplier, serta perubahan situasi politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi serta lingkungan geografi dan demografi.

Inilah yang melatarbelakangi kenapa wirausaha membutuhkan konsep dan teori yang merupakan bagi dari knowledge yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Konsep dan teori yang berhubungan dengan entrepeneurship, bisnis dan manajemen. jangankan teori dan konsep yang berlaku umum, juga dibutuhkan teori dan konsep yang terus berkembang hasil penelitian dan temuan dari akademisi di kampus ataupun di sekolah.

Oleh karena itu, wirausaha perlu mulai memperhatikan konsep ini dalam menjalankan bisnis dan bisa didapatkan dari akademisi. Pendekatan ini perlu dilakukan agar konsep tersebut dapat bisa didapatkan dan dimanfaatkan dalam membuat setiap keputusan bisnis dan manajemen, khususnya manajemen stratejik, manajemen keuangan dan akuntansi, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia.

Ada satu temuan yang seringkali saya dapatkan sehubungan dengan hubungan antara entrepreneur dengan akademisi yaitu mereka sungkan dengan akademisi dan bahkan terkesan takut untuk berhubungan dengan mereka. hal ini wajar karena berhubungan dengan tingkat pemahaman yang berbeda pada bentuk hubungan yang dilakukan dalam konteks bisnis. Adanya ketakutan nantinya dibayar sementara mereka tidak memiliki dana yang cukup.

Inilah kesalahan yang seringkali dilakukan oleh wirausaha dalam berhubungan dengan akademisi. Padahal, memberikan dampak yang luar biasa negatifnya yang bisa membuat hubungan antara kedua pihak semakin jauh. Pada akhirnya, berjalan sendiri-sendiri yang tidak memiliki manfaat kepada wirausaha.

Padahal, hakekat nya adalah akademisi juga memiliki kepentingan atas apa yang dilakukan oleh setiap wirausaha dalam berbisnis. Perjalanan bisnis wirausaha menjadi sangat penting untuk akademisi juga karena mereka memang kuat di konsep dan teori, akan tetapi, seringkali lemah di aplikasi. Hal ini perlu dipahami dengan baik agar bisa memberikan kontribusi yang saling menguntungkan kepada masing-masing pihak.

Akademisi membutuhkan wirausaha untuk bisa mengaplikasikan teori dan konsep yang dimiliki. Konsep dan teori itu perlu dibandingkan dengan aplikasi di lapangan agar membuat pemahaman mereka menjadi kuat. bahkan seringkali ditemukan gap atau kesenjangan yang dalam dan harus diteliti oleh wirausaha. Inilah peluang pertama yang harus dimanfaatkan wirausaha.

Kedua adalah akademisi memiliki peluang untuk melakukan pengabdian masyarakat, khususnya kepada wirausaha. Ilmu mereka harus dimanfaatkan kepada penyelesaian masalah di masyarakat. Yang terakhir adalah akademisi juga membutuhkan wirausaha untuk melakukan penelitian bisnis.

Inilah yang perlu dimanfaatkan wirausaha dalam hubungan dengan akademisi… bahasan ini sangat tajam di program Belbiz minggu lalu….


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: