Ketika ditanya tentang apa yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur dalam melakukan layanan untuk konsumen. Layanan yang sejatinya menjadi point utama untuk mendapatkan keunggulan bersaing ditengah tingginya persaingan. Mereka semua lebih fokus kepada pelayanan yang bisa diberikan kepada konsumen. Namun demikian, setiap entrepreneur perlu menyadari bahwa yang paling penting dalam proses melayani konsumen itu adalah people atau orang.

People, menjadi key success factor dalam layanan yang seharusnya diberikan oleh perusahaan kepada konsumen. People ini merupakan karyawan y ang bekerja di perusahaan dan dimulai dari level paling rendah sampai kepada level yang paling tinggi. Semua orang dalam perusahaan harus benar-benar menyadari bahwa layanan itu adalah tanggungjawab setiap orang dan untuk itu, perlu belajar untuk memberikan layanan terbaik.



Hanya saja, seringkali terjadi orang tidak menyadari akan hal ini dan merasa bahwa yang paling bertanggungjawab pada layanan prima adalah orang-orang frontline yang terlihat didepan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Itu saja yang paling penting ketika frontliners sudah bisa melayani, maka, tidak diperlukan lagi back office dalam kegiatan melayani konsumen. Itulah yang melekat di benak banyak orang seputar keterlibatan melayani konsumen.

Ketika setiap orang dalam perusahaan bisa memiliki komitmen tinggi memberikan layanan kepada konsumen, maka sudah menjadi potensi untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis dan menghadapi persaingan. Namun, tentu tidaklah mudah untuk bisa mendapatkan kondisi dimana setiap orang mampu memberikana layanan yang optimal untuk melayani konsumen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh setiap entrepreneur untuk bisa memiliki karyawan yang bisa melayani konsumen.

Pertama, memiliki pengetahuan yang cukup tentang konsumen, perusahaan dan cara atau how tentang melayani konsumen. Tiga pengetahuan ini penting bagi karyawan. Kenapa? Konsumen itu adalah objek yang harus dilayani sehingga perilaku mereka harus benar-benar bisa diketahui dan dipahami dengan baik. Perilaku konsumen berhubungan dengan bagaimana konsumen itu menentukan masalah, memilih alternative solusi, mengevaluasi alternative solusi, membuat keputusan, dan menjalankan keputusan sampai dengan bagaimana perasaan setelah itu. Apakah mereka akan puas atau kecewa setelah membeli produk.

Pengetahuan kedua adalah bagaimana setiap karyawan mendalami tentang produk yang akan dipasarkan kepada konsumen. Produk itu berhubungan dengan bagaimana memberikan solusi kepada setiap konsumen. Oleh karena itu, pengetahuan tentang produk menjadi sangat penting dan bersifat stratejik untuk membuat konsumen puas.

Pengetahuan ketiga adalah bagaimana entrepreneur fokus kepada cara memberikan layana konsumen yang tepat sehingga dengan pengetahuan ini mampu memberikan layanan secara efektif dan efisien. Tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya ada ilmunya sehingga akan lebih memudahkan karyawan dalam melayani konsumne.

Akan tetapi, yang kedua juga perlu yaitu berhubungan dengan skill atau keterampilan yang diperlukan oleh setiap konsumen. Keterampilan itu merupakan lanjutan dari pengetahuan yang dimiliki karyawan sehingga semakin banyak dilakukan latihan, akan membuat karyawan mampu memberikan layanan terbaik kepada konsumen.


Yang terakhir adalah sikap atau attitude yang harus dimiliki oleh setiap karyawan sehingga mereka secara konsisten mau memberikan layanan kepada konsumen. 

Tulisan ada di www.belbizonradio.com 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: