Dalam suatu buku, saya diingatkan dengan satu tulisan yang sangat dahsyat dan relevan dengan para juara dari berbagai bidang. Tulisannya sangat sederhana, akan tetapi, sangat memberikan warna bagi setiap orang untuk benar-benar menjadi juara. Seperti yang selalu saya sampaikan bahwa juara tersebut bukanlah tujuan, akan tetapi merupakan dampak dari apa yang dikerjakan.

           Oleh karena itu, perlu dipahami dengan baik tentang konsep juara tersebut agar tidak memberikan persepsi yang kurang tepat karena nantinya akan berhubungan dengan satu konsep yang sangat penting, yaitu attitude atau sikap sang juara.

         Dalam  konteks juara, dalam buku tersebut the worst enemy of great is good. Buku Good to Great tulisan Jim Collins ini benar-benar memberikan saya value yang luar biasa, apalagi dihubungkan dengan konsep juara yang selalu dibahas dalam porta ini.

         Sesuai dengan kalimat tersebut, the worst enemy of great is good, dijelaskan bahwa musuh paling jelek dari great adalah good. Dalam sekali makna yang terkandung dalam kalimat ini. akan tetapi, kalau kita pahami secara mendalam, akan didapatkan gambaran bahwa seringkali orang sudah merasa senang dengan apa yang mereka dapat selama ini.


           Pengalaman saya dalam menjalani banyak hal dan sudah mencapai “juara”, tidak membuat konsep juara tersebut bisa bersifat long lasting atau forever. Konsep juara yang diharapkan adalah bagaimana juara itu bisa bertahan lama sehingga benar-benar menjadi juara sejati.

          Menjadi juara sejati yang bila dihubungkan dengan konsepnya Jim Collins dalam Great tersebut membutuhkan proses yang tidak singkat. Panjang proses yang harus dilewati sehingga benar-benar  menjadi juara sejati. Akan tetapi, seringkali saya cepat puas dengan apa yang sudah didapatkan. Mungkin, dalam skala 100, baru tercapai 50%, sudah merasa puas dan menganggap sudah benar-benar menjadi juara sejati.

           Akan tetapi, apa yang terjadi? Sang juara dijebak sendiri oleh persepsi yang ada dibenak mereka. persepsi yang selalu saya sampaikan itu bisa benar, akan tetapi bisa salah. Akan tetapi, orang sering dijebak oleh persepsi yang salah tadi. Akibatnya? Mereka akan terjebak sendiri. merasa sudah paling hebat, akan tetapi, rupanya masih ada gunung di atas gunung. Ini yang terjadi. Sebenarnya, capaian yang didapat, baru sampai dasar, belum tinggi.

          Hal ini menjadi kesalahan yang sering dibuat oleh para entrepeneur dalam proses menjadi juara. Kecepatan rasa puas yang tidak sebanding dengan capaian mereka itu sendiri. dampaknya? Tentu jelas bagaimana kualitas entrepeneurship masih belum sampai pada titik yang optimal. Kreativitas yang mereka miliki menjadi “tumpul” sehingga tidak bisa unggulan dibandingkan dengan entrepeneur lainnya.

        Oleh karena itu, bagi para entrepeneur untuk menjadi juara dalam bisnisnya, pelajaran dari the worst enemy of great is good ini perlu menjadi pemahaman dan perlu untuk digunakan dalam kehidupan bisnis para entrepeneur tersebut.

          Sehubungan dengan hal ini, saya menjadi teringat juga dengan tipe-tipe manusia dalam kehidupan dunia ini. ada tiga jenis tipe manusia yaitu quitters, campers, climbers  and extra ordinary. Keempat tipe manusia ini ada di dunia akan tetapi berbeda dalam jumlahnya didunia. Lalu, mana yang paling penting untuk menjadi juara?

         Tipe manusia pertama adalah quitter yang berjumlah 30% dari jumlah manusia didunia. Tipe ini menggambarkan bagaimana manusia dengan tipe ini mudah menyerah dan berhenti untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Dalam keseharian, tipe orang ini memang banyak yang bertipe seperti ini.

         Orang yang bertipe quitter ini memiliki kelemahan yang sangat mendasar bagaimana komitmen mereka untuk menjadi juara. Salah satu ciri utama waktu seseorang untuk menjadi juara, tidak boleh bersifat quitter ini. jadi, jauhilah tipe quitter ini.

          Orang yang bertipe campers adalah seseorang yang memiliki ciri cepat puas dengan apa ygn sudah mereka capai. Kepuasan tersebut membuat mereka tidak dapat berjalan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi. fatal sekali kalau memiliki tipe seperti ini. kalau bisa, jangan bercirikan seperti ini. adapun jumlah mereka didunia ini adalah sebanyak 60% dari total jumlah penduduk dunia yang ada.

          Orang bertipe climber adalah orang yang memiliki karakter bagaimana terus berupaya untuk mencapai tujuan yang mereka tetapkan. Mereka akan berupaya untuk mencpaai tujuan tersebut. banyak tantangan dan halangan tidak membuat mereka menyerah, yang penting buat mereka adalah bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai. Tidak ada alasan untuk tidak mencapainya.

          Orang dengan tipe climber ini berjumlah 10% dari total manusia di dunia ini. jelas sekali, jumlah mereka dibawah orang yang bertipe quitter apalagi campers yang memang paling banyak ada di dunia ini. sebaiknya para juara memiliki tipe climber ini. rasanya, menjadi juara bisa direalisasikan.

           Tipe yang paling akhir adalah extraordinary dimana jumlahnya 1% dari 10% jumlah climbers yang selalu berupaya untuk mencapai tujuan. Orang bertipe ini sangat berupaya untuk mencapai tujuan baru untuk menjadi juara. Menjadi juara dibidang yang lebih tinggi yang tentunya ditetapkan dari standar baru yang menjadi tujuan akhir dari seseorang atau calon juara tersebut.


 Tulisan ada di www.juaranews.com

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: