Seorang entrepreneur perlu mendapatkan pembelajaran yang luar biasa dalam bisnis sehingga dapat mempercepat pencapaian tujuan bisnis yang sudah ditetapkan oleh entrepreneur itu sendiri. Akan tetapi, pengetahjuan, keterampilan dan sikap yang benar dalam berbisnis seringkali terbatas dikarenakan tidak semua entrepreneur berlatar belakang pendidikan di bidang bisnis dan manajemen.

Tidak ada hukum yang menyatakan bahwa setiap entrepreneur harus berlatar belakang pendidikan bisnis dan manajemen karena menjadi entrepreneur itu adalah pilihan yang bisa dilakukan oleh setiap entrepreneur dimanapun mereka berada. Jadi, sah-sah saja setiap orang menjadi seorang entrepreneur dengan tidak memperhatikan latar belakang pendidikan mereka.

Namun demikian, setiap entrepreneur dituntut untuk bisa memiliki knowledge, skill dan attitude yang tepat dalam berbisnis karena berhubungan dengan ilmu bisnis dan manajemen sangat dibutuhkan dalam pengelolaannya dalam upaya pencapaian tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Oleh karena itu, entrepreneur perlu mendesain cara untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk sukses dalam berbisnis. Salah satu cara yang tepat adalah melakukan benchmarking atau melakukan pembelajaran terhadap apa yang dilakukan oleh pesaing ataupun pengusaha yang sudah sukses di bidang tersebut.

Pembelajaran dari seorang pesaing ataupun pengusaha yang sudah sukses menjadi penting karena akan mendapatkan informasi dan bahkan hal-hal yang sangat relevan dengan menjalankan bisnis. Bahkan ketika mereka gagalpun bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran yang akan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang benar tersebut.

Namun demikian, sebagai seorang entrepreneur, tentu dibutuhkan model bisnis yang tepat sebelum melakukan benchmarking. Model bisnis yang dimaksud adalah bagaimana konsep bisnis yang dijalankan mampu menggambarkan strategic management, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia dalam suatu perusahaan.

Model ini menjadi dasar untuk melakukan benchmarking dimana setiap informasi yang didapatkan dari bisnis para pesaing ataupunpengusaha yang dijadikan contoh, dapat dikelompokkan dengan baik dan bahkan dikembangkan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis tersebut.

Selanjutnya adalah bagaimana entrepreneur mulai fokus dengan mendapatkan informasi atau data tentang pesaing atau pengusaha tersebut. Informasi yang didapatkan perlu secara langsung sehingga bisa diambil kesimpulan yang lebih baik dan lebih akurat. Inilah yang menjadi dasar untuk melakukan benchmarking dalam rangka peningkatkan knowledge, skill dan attitude dari setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis.


Sudahkah anda melakukan benchmarking untuk bisnis? Hm…….

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: