Hari ini adalah hari yang harus dilihat sebagai sebuah peluang bisnis bagi setiap wirausaha dimana mereka harus memiliki mindset untuk selalu sukses di setiap hari. Tidak ada pengecualian dalam hari karena setiap hari itu harus bisa membuat semangat yang tinggi agar bisa sukses dalam bisnis dengan melakukan berbagai hal tentang bisnis itu sendiri. Akan tetapi, ada satu pelajaran luar biasa tentang bisnis yang harus dipahami dengan baik.



Ketika seorang wirausaha memulai bisnis, dia harus lebih fokus terlebih dahulu memperhatikan kebutuhan atau need sebagai dasar dalam menjalankan bisnis. Seringkali ditemui bagaimana wirausaha muda melakukan bisnis dengan tidak memperhatikan kondisi riel dalam aspek kebutuhan dan seakan-akan mereka bekerja untuk mengejar peluang selalu. Memang peluang sejatinya menjadi menjadi motivasi untuk setiap entrepreneur dalam berbisnis.

Akan tetapi, ada satu fenomena dimana ketika seorang entrepreneur kurang peduli dengan kebutuhan rutin mereka, membuat banyak hal yang tidak bisa terpenuhi dari apa yang mereka lakukan. Padahal, hakekatnya berbisnis itu adalah bagaimana seorang wirausaha bekerja pada perusahaan mereka masing-masing dan oleh karena itu, mereka juga seharusnya tetap mendapatkan gaji dari usaha tersebut.

Hal ini seringkali dilupakan oleh banyak wirausaha dimana mereka mengambil “gaji” dari laba perusahaan yang belum pasti menjadi sebuah laba bagi usaha mereka karena diambil setiap bulan yang belum tentu laba juga akan diterima pada bulan berikutnya. Laba atau profit itu baru dapat diketahui ketika perusahaan melakukan tutup buku pada tanggal 31 Desember setiap tahun. Itu lah dasar untuk melihat laba perusahaan.

Sehubungan dengan gaji, ketika wirausaha tidak memperhatikan gaji sebagai sebuah hak yang harus diterima dan juga sebagai sebuah kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan miliki wirausaha itu sendiri, akibatnya, kebutuhuan keluarga menjadi tidak terpenuhi. Inilah awal terjadinya kanibalisasi uang perusahaan oleh wirausaha itu sendiri. banyak akibat yang akan dirasakan oleh wirausaha ketika terjadi kanibalisasi ini.

Pertama, tentu uang perusahaan akan menjadi kacau. Tidak adanya pemisahan uang pribadi dengan uang perusahaan menjadi tidak rapih lagi keuangan perusahaan. Akibat selajutnya adalah keputusan bisnis tidak akan benar karena tercampurnya keuangan perusahaan dengan uang dapur.

Ketiga, wirausaha akan tidak bisa berfikir jernih dalam mengambil keputusan. Keempat mereka akan dihantui oleh kondisi perusahaan yang tidak jelas. Kenapa demikian? karena mereka akan terjebak dengan kondisi perusahaan yang keuangannya semakin tidak jelas. Inilah tantangan setiap wirausaha dalam berbisnis. Bisnis tersebut akan dianggap sebagai sebuah aktivitas yang tidak menguntungkan, padahal, mereka sendiri yang membuat hal ini terjadi seperti itu.


Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap wirausaha dalam membangun bisnis. Suka tidak suka, bisnis itu harus bisa memenuhi kebutuhan terlebih dahulu, kalau tidak….. rasanyak perlu difikirkan kembali apakah bisnis yang saya pilih ini tepat atau tidak. Juga apa yang salah dalam pengelolaan bisnis saya ini…..he..he…

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: