Di GIMB Entrepreneur School, seorang entrepreneur harus bisa menjadi seorang entrepreneur berbasis pengetahuan yang akan dijadikan sebagai fondasi dalam menjalankan bisnis. FOndasi yang akan menuntun setiap entrepreneur dalam membuat keputusan tidak lagi berdasarkan kepada insting, akan tetapi dasar yang kuat dari pengetahuan yang berkontribusi pada setiap entrepreneur.

Lalu, apa bentuk kontribusinya dalam bisnis? Kontribusi yang berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur dalam membuat keputusan bisnis yang selalu berhitung tentang sebuah nilai, baik untuk diri sendiri maupun bisnis dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dasarnya jelas, bagaimana entrepreneur harus memperhatikan setiap keputusan.



Adapun pengetahuan yang berhubungan dengan setiap entrepreneur adalah pengetahuan yang membahas entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen. Ketiga pengetahuan ini memiliki sebuah korelasi yang tinggi untuk menggapai kesuksesan dalam bisnis yang dipilih.

Konsep entrepreneurship perlu dipahami dengan baik agar hakekat entrepreneurship yang berbasis kepada peluang dan lalu dirubah menjadi sebuah bisnis yang bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri, orang lain dan alam dalam jangka panjang harus dipahami dengan baik.

Hanya saja, seorang entrepreneur tidak akan berhasil kalau tidak memahami bisnis dan lingkungan bisnis. Ini konteksnya adalah bagaimana entrepreneur memilih untuk berbisnis. Bisnis itu adalah value creation dan dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak dapat dikontrol dan bahkan mengalami turbulensi.

Akan tetapi, seorang entrepreneur memerlukan manajemen agar bisa membuat bisnis itu bisa bertahan dalam jangkan panjang, minimal untuk 10 tahun yang akan datang. Inilah hubungan yang erat bagi setiap entrepreneur dalam berbisnis… so, let’s be a knowledge based young entrepreneur…

Tulisan ada di www.gimbers.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: