Semakin terasa untuk saat ini setiap entrepreneur harus bisa menjadi seorang pembelajar handal, khususnya untuk konteks bisnis dan lingkungan bisnis, serta manajemen yang mereka gunakan dalam bisnis itu sendiri.

Apalagi ketika lingkungan bisnis itu berubah dan membuat berbagai resiko dan peluang yang pastinya akan dihadapi oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya. Kemaren saja, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah dan bahkan mencapai pelemahan yang paling rendah sejak tahun 1998.


Belum lagi penurunan daya beli masyarakat yang notabene adalah konsumen dari setiap entrepreneur. Hal ini akan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap entrpeeneur dalam menjlankan bisnis mereka masing-masing. Disinilah substansi pesan yang ingin saya sampaikan kepada entrepreneur untuk menjadi a knowledge based young entrepreneur.

Kejadian kemaren dengan perubahan lingkungan ekonomi, belum lagi perubahan lingkungan politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, tingkat persaingan, supplier dan juga distributor yang memiliki perubahan dalam konteks bisnis dan manajemen.

Hal ini menjadi fondasi dalam membuat keputusan bisnis yang tidka bisa lagi didasarkan kepada intuisi, apalagi hanya berdasarkan persepsi yang dibangun oleh pengalaman semata. Ingat, lingkungan bisnis itu selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi yang begitu cepat.

Inilah yang menjadi latar belakang setiap entrepreneur  untuk terus belajar, belajar dan belajar dan salah satunya lebih baik belajar dari kesalahan yang dilakukan, dalam konteks ada gap antara yang diharapkan dengan apa yang ada di lapangan.


So, sudah saatnya kembali ke hakekat seorang entrepreneur untuk menjadi seorang entrepreneur berbasis pengetahuan sehingga setiap masalah yang kita hadapai dalam bisnis itu akan bisa disleesaikan dengan baik dengan tetap memperhatikan konteks bisnsi yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

Tulisan ada di www.gimbers.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: