Kemarin pagi, ketika pembukaan perdagangan rupiah, didapatkan fakta yang mengejutkan. Nilai tukar rupiah kembali melemah 100 point dan mencapai Rp. 13.450/dolar. Tentu hal ini sangat memprihatinkan karena berhubungan dengan kondisi ekonomi makro Indonesia yang semakin melemah dan pastinya akan berdampak kepada bisnis para entrepeneur.

Namun demikian, semakin terkejut lagi ketika tidak terlihat tindakan yang nyata dan cepat dari pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk bisa mengurangi dampak negatif dari pelemahaman nilai tukar ini. Tidak terasa langkah strategis dan taktis sehingga sebagai masyarakat, hanya melihat dan tidak tahu mau melakukan apa.



Tentu hal ini sangat miris sekali. permasalahan yang malah diangkat adalah masalah Pilkada, pertemuan presiden dengan perdana menteri Inggris, masalah pengeras suarat di mesjid dan lain-lain. Pertanyaannya adalah bagaimana cara pandang grand strategy atas bangsa ini oleh pemerintah?

Sebagai seorang entrepreneur, tentu bukan kapasitasnya untuk menjawab pertanyaan ini karena memang bukan kompetensinya. akan tetapi, tentu sebagai seorang entrepeneur pula tidak mau terkena dampak yang sangat negatif terhadap bisnisnya masing-masing. Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan makro ekonomi ini akan semakin parah ancamannya terhadap bisnis.

Oleh karena itu, saatnya untuk bergerak melakukan strategi stability dengan melakukan cost control terhadap bisnis. perhatikan setiap uang yang diinvestasikan karena ini akan berdampak kepada kinerja bisnis. Setiap perubahan harus bisa dinilai resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan.

Pantau terus perubahan lingkungan bisnis, analisis dampaknya kepada bisnis dan ambil tindakan taktis untuk mengurangi setiap resiko yang akan terjadi bagi bisnis. selain itu, maintain konsumen agar tetap loyal kepada entrepeneur. selain itu, cost efisiensi dari setiap pengeluaran yang tidak perlu agar bisa tetap mempertahankan posisi keuangan

Jangan bergerak lambat karena kita akan terlewat dan bahkan membuat bisnis kita tutup dikarenakan keterlambatan membuat keputusan bisnis yang pastinya harus tetap mencapai profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar… so, sigaplah menanggapi perubahan lingkungan ini, jangan lambat, apalagi tidak fokus…. hmmm… bagaimana dengan anda?

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: