Hmmm.... Luar biasa, inilah rekor terbaru di negeri ini sejak tahun 1998 dimana salah satu indikator ekonomi makro yang utama. Yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar hampir menempuh angka rp.14.000/dolar Amerika.

Angka yang paling rendah dan pastinya menjadi satu hal yang sangat penting bagi bisnis setiap entrepreneur. Jatuhnya nilai rupiah ini bagai pisau bermata dua dimana bisa memberikan benefit pada entrepreneur, tetapi juga menjadi ancaman kepada pengusaha itu sendiri.

Pasti keduanya sangat terasa oleh entrepreneur pada waktu bersamaan. Sebagai entrepreneur, jelas fakta ini adalah sebuah hal yang harus dihadapi dengan positif karena sejatinya entrepreneur akan selalu menghadapi permasalahan seperti ini.



Hanya saja, kenaikan dolar terhadap rupiah ini tidak boleh dilhat pada nilai nya saja, akan tetapi, efek domino atas kenaikan nilai dolar tterhadap rupiah pada harga barang-barang lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis setiap entrepreneur. Mulai dari supplier, input, process, output, customer.

Sisi positifnya adalah ketika produk entrepreneur berorientasi pada ekspor dan jelas harganya menjadi lebih bersaing di pasar luar negeri. Ini "manfaat" positif nya dari kenaikan nilai dolar.

Akan tetapi, belum tentu itu terjadi pada semua produk kalau bahan bakunya import, tentu harga bahan baku juga tinggi dan pastinya menjadi beban bagi entrepreneur. Ini sisi negatifnya selain entrepreneur yang pastinya tidak melakukan ekspor dan bahan bakunya mahal.

Sekarang, bagaimana dengan entrepreneur yang ingin tetapsurvive, apalagi berkembang bisnisnya. Saatnya kembali ke strategi stability pada bisnisnya. Jangan ekspansi besar-besaran ya....hmmmm...tapi, tetaplah optimis...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: