Tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini karena dulunya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika masih bertengger di angka 12.000 an. Sudah lama angka itu stabil untuk satu rupiah. Bagi entrepreneur yang menjadi seorang ahli strategi, tentu memberikan stabilitas terhada bisnisnya.

Lalu, apa yang terjadi kemaren? Siang hari nilai tukar masih pada angka Rp 13.785/dolar, akan tetapi setelah makan siang, sudah mencapai tingkat tertinggi sejak terjadi krisis ekonomi tahun 1998 yaitu menjadi 13.825/dolar Amerika,

Tentu setiap entrepreneur muda menjad kaget yang luar biasa atas kejadian kemaren. Kaget setengah mati kata banyak orang karena nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi salah satu indikator ekonomi yang mempengaruhi bisnis setiap entrepreneur dalam berbisnis.

Kemaren, bahkan banyak entrepreneur menghubungi redaksi, apa kira-kira yang harus dilakukan menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah ini. Harga bahan baku semakin tinggi dan pastinya akan berdampak kepada proses bisnis dan biaya yang dikeluarkan untuk membuat setiap produk.

Pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap entrepreneur dalam menghadapi kondisi perubahan lingkungan bisnis. Kalau dilihat secara mendalam, pelemahan nilai rupiah ini merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi karena hukum alam dalam bisnis.

Sekarang, tentu hal ini dilihat dari dua mata uang yang berbeda. Ada peluang dan ancaman dari setiap pelemahan nilai rupiah ini. Hal ini menjadi dasar kreativitas dan inovasi bagi setiap entrepreneur. Karena, hakekatnya adalah seorang entrepreneur itu "kudu" jadi kreatf dan inovasi.

Kreativitas berhubungan dengan ide-ide yang bisa dikembangkan entrepreneur untuk memecahkan masalah, dan sementara, inovasi berhubungan dengan ide yang bisa diterima pasar dalam betuk manajemen, pemasaran, produk, keuangan, operasi dan sumber daya manusia.

So, inilah kesempatan entrepreneur untuk berfikir agar mendapatkan ide-ide kreatif yang dapat dijadikan inovasi bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis.. Bagaimana dengan anda? Hmmmmmm

Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: