Pernyataan ini mengingatkan saya kepada pertemuan dengan beberapa entrepreneur dan karyawan di salah satu BUMN, Badan Usaha Milik Negara di Makasar. Hal ini berhubungan dengan seorangg leader di perusahaan.

Kebetulan, salah satu permasalahan yanng sedang mereka hadapi berhubungan dengan leadership dan pastinya, seringkali membuat hubungan antara atasan dan bawahan menjadi tidak nyaman. Nah. Lhooo... Ada apa ini?

Sebagai seorang leader dan juga sekaligus sebagai bawahan, saya bisa merasakan bagaimana rasanya pada posisi yang kurang menguntungkan tersebut. Tidak dapat dipungkiri kalau dilematis adalah hal yang nyata bagi setiap leader ataupun bawahan dalam konteks hubungan mereka.

Kalimat leader bukanlah seseorangyang selalu marah-marah, rasanya adalah sebuah fakta yang tidak bisa dibantahkan saat ini. Sebuah fakta yang membuat leader "kudu" bisa hati-hati dalam memimpin bawahan mereka.

Oleh karena itu, pemahaman tentang seorang entrepreneur terhadap konsep leadership dimana pengaruh adalah intinya, harus menjadi konsep dasar untuk setiap leader. Pengaruh yang dimiki setiap leader akan menentukan kualitas leadership mereka masing-masing.

Disinilah relevansi kalimat tadi yaitu bagaimana setiap leader harus bisa menjaga pengaruhnya tetap ada di setiap bawahan mereka. Hal ini tidak harus dalam bentuk marah-marah karena bisa berdampak negatif juga ketika yang menerrimanya adalah bawahan yang memiliki knowledge, skill dan attitude yang baik

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: