Impian yang dimiliki oleh setiap entrepreneur untuk menjadi juara adalah modal dasar yang sangat kuat dan pasti akan mampu membuat setiap entrepreneur untuk terus giat bekerja dan fokus untuk mencapainya. Impian inilah yang harus diperkuat oleh para entrepreneur agar menjadi juara dalam bisnis yang biasa disebut dengan mencapai competitive advantage.
 
Impian yang baik itu akan mengarahkan setiap entrepreneur untuk terus bekerja dan fokus untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. "Kejarlah impian yang sudah ditetapkan" inilah kalimat yang seringkali diucapkan oleh banyak orang ketika bicara tentang entrepreneurship sebagai pilihan hidup mereka. Bahkan impian itu akan membuat setiap orang dapat bersemangat dalam hidup.
 
Saya teringat dengan salah satu konsep dasar yaitu kerjalah impian yang sudah ditetakan dan ini ditunjukkan oleh strategi yang digunakan oleh entrepreneur, kemudian, dengan program kerja, khususnya yang berhubungan dengan keuangan, pemasaran, operasi dan juga sumber daya manusia, anggaran yang mereka gunakan untuk menjalankan program dan bahkan sampai dengan standard operation procedures (SOP).
 
Hal ini akan menjadi bagian dari upaya entrepreneur menggapai impian yang sudah mereka tetapkan. Akan tetapi, ada satu kondisi yang tidak boleh diabaikan oleh para entrepreneur yaitu lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi.
 
Kondisi ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa diabaikan oleh para entrepreneur dalam berbisnsi untuk mencapai tujuan. Entrepreneur tidak boleh naïf dengan melihat lingkungan bisnis dan bahkan bisnisnya itu sendiri sebagai sebuah aktivitas yang tidak akan terpengaruh oleh perubahan lingkungan. Atau malah sebaliknya, menganggap tidak ada lingkungan bisnis yang berubah.
 
Tentu paradigma ini harus dirubah oleh setiap entrepreneur. paradigma yang benar-benar berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur harus menyadari bahwa bisnis mereka sangat ditentukan oleh lingkungan bisnis itu sendiri. Ada peluang, ancaman dan bahkan kekuatan dan kelemahan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan tersebut dan sejatinya, entrepreneur harus paham dengan kondisi tersebut. Memanfaatkan peluang dan meminimalisir ancaman.
 
Kondisi ekonomi saat ini, yang seringkali disebut dalam kondisi yang tidak menguntungkan dimana nilai tukar rupiah yang sangat anjlok sudah melewati Rp. 14.000/dolar, lalu, inlfasi yang sudah mencapai 7%, daya beli masyarakat yang sangat rendah dan lain-lain adalah bebeapa indikator lemahnya ekonomi negeri ini.

Pengaruh dari kondisi ini sangat luar biasa karena akan berdampak kepada kualitas entrepreneurship itu sendiri. Tantangan para entrepreneur harus bisa melewati kondisi ini. Bagi saya, inilah tantangan entrepreneur kalau ingin naik kelas ketika bisnis mereka akan mencapai kesuksesan dalam kerangka mencapai competitive advantage atau keunggulan bersaing dalam hal menjadi juara.
 
Oleh karena itu, sudah sejatinya entrepreneur mulai fokus dalam menganalisis setiap perubahan lingkungan bisnis mereka. Bahkan, dari setiap perubahan lingkungan bisnis ini, harus bisa ditemukan peluang serta posisi pasar untuk setiap entrepreneur. kemudian akan bisa ditetapkan sebuah strategi yangpaling tepat bagi para entrepreneur dalam berbisnis. Inilah sejatinya yang harus dilakukan oleh para entrepreneur menghadapi perubahan lingkungan bisnis tersebut.
 
Setelah itu, entrepreneur bisa menyusun program untuk bisnis mereka, mulai dari keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Kemudian, memperbaiki SOP dan juga membuat anggaran perusahaan yang sesuai dengan strategi tadi. Inilah yang harus dilakukan entrepreneur untuk terus menggapai impian ditengah krisis ekonomi. SALAM JUARA. 

Tulisan ada di www.juaranews.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: