Pengusaha tahu dan tempe merasakan bagaimana dampak penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika saat ini. Dampak yang rasanya tidak bisa diabaikan oleh para entrepreneur pada khususnya dan pemerintah pada umumnya. Banyak hal yang bisa menjadi faktor yang membuat bisnis para entrepreneur menjadi terpengaruh negative. Demikianlah yang dirasakan oleh para pengusaha tahu dan tempe saat ini.

Hal ini terlihat pada pemberitaan oleh beberapa media yang menunjukkan betapa dahsyatnya dampak penguatan nilai dolar Amerika terhadap rupiah. Nyatanya adalah bahan baku tahu tempe tersebut berasal dari negara lain yang dibeli secara import dengan menggunakan mata uang dolar Amerika. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya karena pelemahan rupiah yang mencapai lebih dari Rp. 14.000.

Akibatnya? Banyak pengusaha tahu tempe yang harus melakukan perombakan atas business process mereka masing-masing. proses bisnis yang berawal dari supplier, input, process, output dan outcome. Tentu hal ini akan berdampak kepada produk akhir dari proses itu sendiri. Entrepreneur perlu menyadari akan hal ini.

Mereka membuat ukuran tempe yang lebih kecil, mencampur bahan baku tempe yaitu kacang kedele lokal dan import, mengurangi produksi agar tetap bisa beroperasi meskipun tidak banyak. Yang paling ekstrim adalah ketika mereka harus menghentikan proses produk pabrik tahu tempe yang pastinya sudah dijalankan dalam waktu yang tidak sebentar.  Banyak karyawan juga yang akan dirumahkan.

Tentu hal  ini tidak boleh terjadi dalam waktu lama dan juga terus membesar. Kalau dilihat, inilah dampak teori dependensi atau teori ketergantungan entrepreneur terhadap produk-produk import sebagai bahan baku. Teori ini menjelaskan bagaimana kondisi ekonomi yang satunya tergantung kepada pihak lain sehingga ketika ada satu kondisi yang menuntut entrepreneur itu harus berubah secara terpaksa, mereka akan sangat dirugikan.

Buktinya adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang pastinya berdampak sangat luar biasa kepada para entrepreneur dan bisnisnya. Oleh karena itu, bagi para pengusaha tahu tempe pada khususnya dan pengusaha lainnya pada umumnya pelajaran atas pelemahan nilai tukar rupiah ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri dan melakukan perbaikan atas business prosesnya.

Evaluasi bagaimana tidak enaknya teori dependensi atau teori ketergantungan terhadap pihak lain. Kemudian harus melakukan kreativitas dan inovasi agar bisa menemukan ide, khususnya dalam bahan baku tahu tempe dengan tetap mempertahankan kualitas produk itu sendiri. Caranya? Inilah kreavitas dan inovasi dalam konteks proses produksi… siapkan melakukan inovasi dan meninggalkan teori dependensi? Hmmmm… 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: