Bangsa Indonesia dikagetkan dengan kejadian jatuhnya Crane di Masjidil Haram dua hari yang lalu dan menyebabkan 107 orang meninggal dan lebih dari 230 jamaah calon haji luka-luka. Dua diantaranya adalah jamaah Indonesia yang meninggal dan 42 orang jamaah yang luka-luka. Tentu bangsa Indonesia sangat kaget dengan apa yang terjadi. Jatuhnya Crane ini disebabkan oleh badai pasir yang terjadi di tanah suci dan angin kencang serta hujan besar. Kejadian alam yang terjadi di tengah jamaah sedang menjalani ibadah Haji.

Di negara Indonesia sendiri juga sedang terjadi bencana alam yang luar biasa, khususnya bencana alam yang berupa kekeringan. Negara ini sedang mengalami bencanan kekeringan atau kemarau panjang sehingga berdampak kepada berbagai sektor kehidupan bangsa. Lihat saja bagaimana pertanian menjadi terancam karena tidak adanya air yang bisa mengairi sawah ataupun perkebunan yang ditanami oleh para masyarakat dan petani.

Belum lagi bencana alam berupa asap tebal yang terjadi di hampir seluruh Indonesia. Bahkan sudah memberikan dampak kepada negara tetangga dan mempengaruhi berbagai aktivitas kehidupan, termasuk bisnis yang terganggu karena tebalnya asap yang dikeluarkan oleh alam berupa hutan yang dibakar oleh perusahaan-perusahaan yang membuka lahan ataupun unsur ketidaksengajaan dari para masayrakat yang kurang memperhatikan dampak dari tindakan yang berhubungan dengan kebakaran di hutan.

Ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa ditolak oleh para entrepreneur karena begitu dekatnya hubungan antara entrepreneur dengan alam. Alam itu sudah menjadi bagian dari apa disebut dengan business environment atau lingkungan bisnis yang berpengaruh dalam bentuk peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan yang datangnya bisa jadi bersamaan.

Tantangan setiap umat manusia khususnya entrepreneur untuk melihat alam itu sebagai sebuah lingkungan alam yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan bahkan mengalami turbulensi. Siapa yang bisa menyangka akan rubuhnya crane di masjidil haram dan juga terjadinya kemarau panjang di Indonesia. Tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini.

Oleh karena itu, entrepreneur perlu kembali ke konsep dasar yaitu bagaimana mereka perlu bersahabat dengan alam dimana alam harus dijaga. Sadar tidak sadar, alam itu sudah memiliki sebuah keseimbangan dan apabila manusia kurang peduli dan bahkan tidak bersahabat dengan alam, maka akan terjadi bencana. Bersahabat dengan alam dengan menjaga alam dengan tidak merusak alam, tidak membuang limbah ke tanah dan lain-lain. So, bagaimana dengan anda?.....hmmm……
 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: