Akhir-akhir ini, banyak sekali kejadian di dalam konteks negara ini dan pastinya membuat setiap entrepreneur berfikir bagaimana cepatnya perubahan yang terjadi di negara ini dan membuat entrepreneur terjebak untuk berfikir lain. Perubahan pada situasi politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, geografi dan bahkan perubahan di lingkungan global yang terus terjadi.

Situasi politik  yang terus bergejolak dengan pindahnya PAN ke KIH, foto-foto ketua dan wakil ketua DPR dengan Donald Trumph, mutasi di polisi, Pilkada adalah beberapa perubahan yang terjadi di lingkungan politik. Situasi ekonomi yang tidak menguntungkan berupa nilai tukar rupiah yang semakin anjlok dan inflasi yang tinggi.

Perubahan perilaku sosial yang ada di sekitar wirausaha ataupun di sekitar bisnis tempat operasi bisnis mereka masing-masing. konflik ditingkat sosial dan masyarakat yang mudah sekali tersulut dengan isu-isu bisnis. Perubahan di budaya juga terjadi bagaimana pemikiran yang terlihat pada values, belief, habit, language dan juga communication di negara ini yang sudah berubah dari yang ada di Indonesia.

Perubahan di teknologi dengan cepatnya perkembangan teknologi informasi dan juga teknologi yang ada dip roses bisnis dengan pengaruh positif ketika wirausaha ingin mengembangkan bisnis dan bisa menjadi ancaman ketika pesaing lebih dulu dan lebih tinggi tingkat teknologi y ang mereka gunakan dalam bisnis yang sama.

Situasi lingkungan geografi dimana saat ini kabut asap yang terus terjadi akibat pembakaran hutan dan sudah berdampak kemana-mana khususnya di industri penerbangan dan transportasi darat. Belum lagi musim kemarau yang belum berhenti sampai sekarang dimana pertanian dan perkebunan sudah kena dampaknya sehingga pemenuhan kebutuhan dasar berupa pangan sudah kena dampak yang luar biasa. Akibatnya, proses ekonomi terganggun.

Situasi global? Inilah y ang tidak bisa dipungkiri saat ini dimana banyak sekali perubahan di negara lain sudah berdampak kepada Indonesia. Perubahan kebijakan ekonomi di Tiongkok sudah berdampak besar kepada ekonomi Indonesia. Hal ini juga akan berlaku kepada para entrepreneur nanti pada tanggal 31 Desember 2015 dengan pemberlakukan MEA.

Lalu, bagaimana dengan entrepreneur menyikapi kondisi seperti ini? inilah yang harus dipahami dengan baik, saatnya entrepreneur untuk kembali fokus kepada bisnis masing-masing. artinya, melihat kembali kepada aspek keuangan, pemasaran, proses bisnis dan sumber daya manusia serta lingkungan internal serta lingkungan eksternal yang mereka hadapi. Analisis dampaknya kepada perusahaan, apakah dalam bentuk kekuatan atau ancaman dan peluang atau ancaman…. Bagaimana dengan anda? hmmmmmmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: