Kemaren pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan ekonomi yang berhubungan dengan peningkatkan daya saing industri nasional. Kedua, mempercepat proyek strategis nasional dan ketiga yaitu meningkatkan investasi di sektor properti di Indonesia. Alhamdulillah, pemerintah sudah peduli dan turun tangan terhadap permaslaahan ekonomi Indonesia yang pastinya berdampak kepada pelaku usaha atau entrepreneur.
Berbagai tanggapan positif diberikan oleh berbagai kalangan terhadap kebijakan ini dan diharapkan mampu memberikan stimulus kepada ekonomi negara dalam menghadapi berbagai tantangan yang berat karena sudah menyentuh level terendah dalam kondisi ekonomi yang terlihat pada nilai tukar mata uang rupiah mencapai diatas Rp. 14.300/dolar. Kondisi terjelek sejak tahun 1998.
Akan tetapi, perlu dicermati bahwa paket ekonomi tahap 1 tersebut harus diakui sebagai paket yang tidak memiliki pengaruh jangka pendek terhadap ekonomi nasional khususnya para entrepreneur yang bergerak dalam bisnis. Pengaruh yang tidak terlihat pada penurunan nilai tukar rupiah tersebut dan bahkan penurunan biaya yang diperlukan untuk membeli bahan baku untuk produksi.
Tentu hal ini perlu dicermati dengan teliti dan baik oleh para entrepreneur. kebijakan pemerintah itu memang akan memberikan dampak kepada entrepreneur, akan tetapi, tidak jangka pendek. Pemahaman ini penting agar setiap orang dalam perusahaan tidak terjebak kepada bagaimana menempatkan pemerintah sebagai solusi yang sangat ampuh dalam bisnis mereka.
Oleh karena itu, entrepreneur ditantang untuk bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri dengan tetap meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia. Kreativitas yang berhubungan dengan ide-ide untuk setiap fungsi dalam bisnis entrepreneur sehingga diketahui bagaimana mereka bisa tetap bertahan pada kondisi seperti ini. penting untuk dipahami bahwa kondisi ekonomi sangat tidak menguntungkan.
Kondisi keuangan dan akuntansi harus benar-benar diperhatikan dan dibaca setiap hari agat diketahui kesehatan perusahaan. setiap kebijakan harus benar-benar dibuat berdasarkan kondisi keuangan perusahaan. tidak boleh lepas dari laporan keuangan setiap entrepreneur dalam berbisnis. Kedua, program pemasaran perlu dilakukan pemilihan yang tepat sehingga tidak memberikan dampak kepada pengeluaran yang bersifat besar-besaran bagi para entrepreneur.
Ketiga, proses bisnis dengan mencari supplier yang dapat memberikan barang dengan kualitas lebih baik dan harga bersaing meskipun kondisi ekonomi kurang bersahabat. Demikian juga memberikan pengertian kepada setiap karyawan tentang kondisi ekonomi sehingga mereka mau bekerjasama dengan perusahaan. inilah beberapa hal yang bisa dilakukan sembari menunggu dampak pemberlakukan kebijakan pemerintah karena ditunggu implementasinya dari menteri sampai ke aparatur yang dilapangan. ….. bagaimana dengan anda? Hmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: