Kemaren, umat muslim Indonesia pada khususnya dan umat muslim di dunia pada umumnya dikejutkan oleh musibah Mina yang menewaskan lebih dari 700 orang jamaah Haji. Musibah yang tidak diperkirakan oleh para umat islam dengan harapan, disisa aktivitas beribadah yang dijalankan oleh umat muslim di sana, akan bisa lancer setelah menjalankan wukuf di Padang Arafah.

Berdasarkan data tadi malam, ada tiga jamaah Indonesia yang meninggal dan pastinya, sedang menunggu konfirmasi dari pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Agama. Tentu keluarga yang ditinggal berduka dengan kejadian ini karena belum lama ini, terjadi musibah jatuhnya Crane di Masjidil Haram, terbakarnya salah satu hotel yang ditempati oleh Jamaah Indonesia, bencana badai pasir di arab.



Sebagai seorang entrepreneur muslim, tentu hal ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bagaimana seorang entrepreneur muslim mengambil pelajaran dari rangkaian kejadian-kejadian yang terjadi dalam proses ibadah haji di tanah suci, tahun ini. rangkaian kejadian yang berhubungan dengan iman dan ilmu.
Keduanya harus dilihat secara bersamaan untuk mendapatkan pelajaran dalam setiap kejadian. Secara keimanan, tentu kejadian yang dialami oleh para jamaah haji tersebut adalah ujian dari Allah atas amal ibadah yang dijalankan di sana. Ujian yang berhubungan dengan balasan yang dijanjikan oleh Allah berupa surga dan Insya Allah mereka meninggal dalam keadaan syahid.

Umat muslim sangat mempercayai dan meyakini akan hal itu, bagaiaman sejatinya seorang muslim bisa menjadi orang yang berserah diri kepada Allah dan memberikan yang terbaik kepada Allah dalam bentuk ibadah di tanah suci dengan menjalankan haji ini. Allah sudah berjanji kepada umat-Nya yang beribadah disana.
Adapun dari segi ilmu, tentu harus dianalisis proses yang terjadi dalam setiap kegiatan atau tahapan dalam ibadah haji tersebut. Kenapa itu terjadi? Apa faktor penyebab terjadinya musibah Mina tersebut? Apakah kelalaian manusia? Karena dalam setiap tahapan itu melibatkan orang lebih dari dua juta umat muslim yang pastinya tidak bisa ada kesalahan sedikitpun.

Proses dalam rangkaian aktivitas ibadah haji itu harus benar-benar dilakukan dengan tanpa cacat. Tentu konsep six Sigma dapat digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana upaya untuk mencapai zero defect. Hal ini menjadi dasar untuk tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Bagi entrepreneur, pelajaranyang luar biasa dari musibah Mina kemaren dan tentu kita berdoa semoga yang meninggal dapat diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan buat pemerintah Arab Saudi, dilakukan penyelidikan yang objektif untuk mencari penyebabnya… hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: