Kemaren, terlihat bagaimana pemerintah melalui kementrian Tenaga Kerja memberikan pernyataan bahwa pada bulan September 2015 saja, sudah tercatat perusahaan-perusahaan sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan sebanyak 27000 karyawan. Tentu data ini perlu dikritis lagi karena bisa jadi itu adalah karyawan formal yang tercatat pada perusahaan dan kemudian perusahaan tersebut secara resmi melaporkan bahwa mereka sudah melakukan pemutusan hubungan kerja.

Data yang sebenarnya, tentu akan jauh lebih besar lagi ketika perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki data base yang kuat dalam artian memiliki data yang terikat dengan data pemerintah seperti perusahaan dalam skala Mikro, Kecil, dan menengah yang memiliki karyawan, tetapi tidak didaftarkan di pemerintah. Berapa banyak karyawan yang bersifat informal di perusahaan-perusahaan tersebut dan secara kasat mata, banyak yang memutuskan hubungan kerja.



Tentu fenomena ini harus dilihat secara menyeluruh dan terintegrasi oleh para entrepreneur dalam berbisnis. Kenapa demikian? Karena berhubungan dengan bagaimana kondisi ekonomi negara ini nantinya. Memang betul bahwa kondisi ekonomi belum para dalam artian mencapai titik nadir, akan tetapi, peningkatkan jumlah karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan merupakan indikator bahwa ekonomi bangsa ini menuju tiitik nadir.

Oleh karena itu, para entrepreneur perlu mengambil langkah-langkah yang bersifat strategis sehubungan dengan posisi karyawan dalam perusahaan ini. jangan sampai terlambat dan berakibat kepada bisnis para entrepreneur saat ini dan yang akan datang. Langkah strategis ini berhubungan dengan business process dalam perusahaan yang dijalankan entrepreneur untuk bisa mencapai titik dimana tetap bisa unggul dan mencapai kinerja yang diharapkan.

Hal ini bisa dimulai dengan menganalisis business process dalam perusahaan. proses internal perusahaan benar-benar harus efektif dan efisien. Tidak ada biaya yang dibiarkan timbul akibat kurangnya control dari para pengusaha atau entrepreneur itu sendiri. Hal ini bisa menjadi awal untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak bersahabat ini. kurangi tingkat kesalahan, perpendek proses yang panjang dan luruskan proses yang berbelok-belok

Selain itu, sudah waktunya entrepreneur menjelaskan kepada karyawan untuk bisa memikirkan hal yang sama dengan entrepreneur fikirkan tentang kondisi ekonomi dan ancaman yang sedang dihadapi. Kontribusi mereka sangat dibutuhkan dalam menghadapi ekonomi saat ini. bahkan ide-ide mereka akan sangat penting untuk berkontribusi pada mengurangi biaya yang dihadapi oleh perusahaan dan bahkan untuk meningkatkan revenue perusahaan.

Akan tetapi, tetap juga entrepreneur fokus kepada pasar dimana mereka membutuhkan pasar yang lebih luas, khususnya  pasar luar negeri. Pengembangan pasar menjadi penting bagi para entrepreneur agar bisa membuat bisnis mereka semakin ekspansi dalam menghadapi penurunan permintaan dari pasar dalam negeri. Insya Allah, entrepreneur akan bisa menghadapi dan melewati fase terberat ini dan tidak perlu menambah jumlah PHK yang pada bulan ini secara resmi mencapai 27000 karyawan. bagaimana dengan anda? Hmmmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: