Beberapa hari ini, bencana yang terjadi semakin "menggila" dan membuat entrepreneur perlu berifikir tentang apa yang sedang terjadi dan bagaimana mereka bisa meminimalisir setiap bencana yang terjadi. Setiap orang yang menjalankan bisnis harus bisa memberikan perhatian lebih kepada resiko yang timbul dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal mereka sehingga dapat dipahami bagaimana bisnis itu sejatinya.
Lihat saja bagaimana bencana asap yang diakibatkan oleh pembakaran lahan oleh para pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan dan berdampak kepada resiko bisnis  yang menyebabkan bagaimana kegiatan bisnis menjadi terhenti. Pemerintah akan memberhentikan ijin usaha para pebisnis yang bergerak di perkebunan.

Bencana kebakaran menghantui banyak para entrepreneur saat ini ketika ditelevisi, terlihat bagaimana kondisi perusahaan yang seringkali mengalami musibah kebakaran yang diakibatkan oleh hubungan listrik arus pendek dan juga berhubungan dengan bagaimana perilaku karyawan yang seringkali gegabah dengan membuang puntung rokok dan lain-lain. Semuanya menyebabkan bencana untuk bisnis mereka.
Akibatnya? Tentu membuat bisnis tidak dapat berjalan dengan semestinya dimana banyak bisnis para entrepreneur yang harus berhenti dan bahkan tutup. Tentu hal ini tidak diharapkan oleh para entrepreneur dalam keadaan bisnis yang sedang lesu seperti ini dan ditambah lagi dengan pemberhentian bisnis yang pastinya akan menambah beban mereka semua.
Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap entrepreneur untuk mulai memperhitungkan bagaimana mereka melakukan manajemen resiko atau risk management untuk bisnis yang mereka jalankan. Risk management  yang berhubungan dengan bagaimana setiap resiko yang akan timbul bisa diantisipasi karena resiko itu pasti akan menimbulkan loss atau kerugian sehingga tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability sertab bisnis yang tumbuh dan berkembang tidak akan tercapai
Salah satu metode risk management yang terbaik adalah dengan melakukan sendiri melalui pengelolaan resiko dengan mengantisipasi setiap resiko yang akan muncul. Hal ini dapat dilakukan melalui analisis resiko dari setiap barang yang ada di perusahaan, analisis proses bisnis dalam perusahaan sampai kepada analisis perilaku manusia dimana resiko itu disebabkan oleh manusia.
Setelah itu, membuat sebuah aturan yang dapat diterima dan dipahami oleh setiap orang dalam perusahaan untuk meminimalisir dampak resiko tadi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana entrepreneur mulai peduli dengan asuransi karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur memindahkan resiko kepada pihak lain. Inilah  yang harus dilakukan entrepreneur dalam kondisi seperti sekarang ini. Bagaimana dengan anda? Hmmm….. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: