Minggu ini, sudah banyak beredar kabar bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan ekonomi Paket III setelah sebelumnya pemerintah sudah mengeluarkan paket ekonomi paket I dan II. Kebijakan yang diarahkan untuk dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi rakyat Indonesia ditengah melemahnya kondisi ekonomi yang pasti sudah diketahui oleh para stakeholders, khususnya entrepreneur.

Kebijakan yang ketiga ini diharapkan akan mampu memberikan kontribusi kongkrit kepada pembukaan lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan rakyat Indonesia sebagai target market dan bahkan juga pelaku usaha di Indonesia. tidak lagi kebijakan yang hanya berkontribusi pada pengusaha yang diharapkan hanya menggerakkan ekonomi saja karena masyarakat itu berhubungan dengan daya beli atas produk-produk yang dihasilkan pengusaha.

Akan tetapi, belum juga kebijakan tersebut diluncurkan, sudah terjadi polemic antara pemerintah, bank Indonesia dan dewan Perwakilan Rakyat. Jelas ini sesuatu yang aneh dan pastinya akan berdampak kepada kepercayaan pasar  yang diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi bangsa.

Pendapat Bapak Presiden Jokowi yang menyatakan akan meminta ulang perhitungan harga BBM di Negara ini diberi komentar oleh Gubernur Bank Indonesia jangan sampai seolah-olah hanya untuk pencitraan. Setelah itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga memberikan tanggapan yang menyindir gubernur Bank Indonesia untuk melihat kinerja karena nilai tukar rupiah terhadap dolar yang semakin melorot sejak tahun 2013.

Sebagai entrepreneur, tentu tidak pada konteks mengkritisi apa yang sedang diperdebatkan oleh pemerintah dan juga anggota DPR serta Bank Indonesia, akan tetapi, dampak atas apa yang diperdebatkan. Kebersamaan antara seluruh bagian dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperbaiki ekonomi saat ini sehingga kepercayaan pasar semakin membaik dan diindikasikan nantin dengan nilai tukar rupiah tersebut.

Pada akhirnya jelas paket Ekonomi Jilid III ini akan benar-benar memberikan kontribusi kepada para entrepreneur, khususnya pelaku usaha di skala Mikro, Kecil dan Menengah. Entrepreneur membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah dan bukan lagi pada level wacana sehingga kualitas bisnis mereka benar-benar memberikan dampak nyata untuk setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi ini.

Dalam konteks entrepreneur, kebijakan ini benar-benar harus dianalisis dengan baik sehingga dapat memberikan kejelasan dalam hubungannya dengan bisnis setiap entrepreneur. Analisis kembali proses bisnis setiap entrepreneur dan bahkan kapalitas keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia sehingga terjadi penguatan bisnis setiap entrepreneur dalam mencapai keunggulan bersaing untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka. bagaimana dengan anda? Hmmm…….

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: