Dua hari ini, warga dan pemerintah Kota Bandung mendapatkan perhatian khusus karena kecelakaan yang melibatkan satu mahasiswa Universitas parahyangan yang berasal dari Kota Tasikmalaya ketika sedang menaiki Bandros, mobil pariwisata yang dua tingkat dan digunakan untuk melakukan perjalanan pariwisata di Kota Bandung. Kejadian yang sejatinya tidak perlu terjadi, akan tetapi, menimpa salah seorang penumpang.
Dari berita yang ada di beberapa media tersebut, dapat dilihat bagaimana musibah yang terjadi pada salah seorang konsumen Bandros. Menurut sopir Bandros, seluruh penumpang dilantai atas sudah diingatkan untuk tidak berdiri ketika bis sedang berjalan karena akan membahayakan penumpang yang melewati berbagai ranting pohon ataupun kabel yang melintang di tengah jalan.

Kang Emil, bapak walikota juga menyampaikan sejak dioperasikannya Bandros ini, tidak pernah terjadi kecelakaan dan sesuai dengan prosedur, seluruh penumpang sudah diingatkan untuk tidak berdiri dilantai atas. Ditambah lagi dengan penjelasan Polretabes Bandung yang berdasarkan penyidikan bahwa sesuai informasi Sopir, sudah menjelaskan tentang bagaimana sikap para penumpang seharusnya ketika berada di lantai atas.
Berdasarkan fakta di atas, dapat dilihat bagaimana kondisi yang terjadi ketika terjadi kecelakaan pada penumpang Bandros dan pada akhirnya meninggal dunia. Sebagai seorang entrepreneur, tentu tidak mengharapkan hal ini terjadi karena akan  berdampak kepada konsumen dan bisnis yang dijalankan.
Ada resiko yang dihadapi oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis. Kejadian berupa kecelakaan yang menimpa konsumen sangat berdampak kepada entrepreneur itu sendiri. Entrepreneur adalah subjek hukum  yang harus memperhanggungjawabkan dampak seluruh aktivitas bisnis mereka. itu yang pertama. Suka tidak suka, entrepreneur harus bertanggung jawab secara hukum atas apa yang terjadi kepada konsumen.
Yang kedua adalah, entrepreneur juga harus bertanggungjawab atas apa yang dirasakan oleh setiap konsumen. Terlepas dari salah siapa, tentu sebagai service provider, entrepreneur perlu memberikan empati dan meminta maaf atas musibah yang terjadi. Ini adalah tindakan pertama yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur ketika konsumen itu kena musibah. Pernyataan tulus dari setiap entrepreneur sangat memberikan manfaat bagi secara emosi kepada konsumen.
Yang selanjutnya adalah bagaimana entrepreneur fokus mengkomunikasikan seluruh peraturan yang ada dalam perusahaan. Hal ini harus dilakukan sampai mereka paham dengan apa yang dimaksud oleh setiap entrepreneur dalam konteks produk, baik jasa ataupun barang. Yang terakhir adalah bagaimana entrepreneur perlu melakukan pengawasan secara terus menerus kepada konsumen dalam mendapatkan jasa yang diberikan sehingga bisa diantisipasi resiko yang terjadi.
Inilah salah satu hal yang paling penting bagi setiap entrepreneur dalam mengelola resiko dalam bisnis karena akan berdampak kepada bisnis mereka saat ini dan yang akan datang. Hmmmm… bagaimana dengan anda? 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: