Ada satu hal yang menarik ketika ada berita yang menggambarkan dari beberapa media tentang perjalanan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat sampai tanggal 29 Oktober 2015. Tentu berita ini sangat mengagetkan ketika kondisi di negara ini masih berada dalam amukan asap yang sangat luas dan bahkan semakin meningkat dan memberikan dampak kepada masyarakat yang semakin luas. Sudah semakin banyak korban yang berjatuhan sehingga menimbulkan dampak yang luar biasa bagi rakyat Indonesia.

Mungkin bagi sebagian orang berpendapat bahwa perjalanan Presiden Jokowi ke Amerika itu adalah sebuah yang biasa dan itulah gunanya manajemen dengan memberikan delegasi kepada wakil presiden dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan untuk memimpin operasi pemadaman asap. Selain itu, Presiden Jokowi juga akan terus memantau perkembangan di dalam negeri untuk asap tersebut.

Akan tetapi, tentu juga ada kelompok masyarakat yang sangat menyayangkan perjalanan ini ditengah bencana yang merundung bangsa ini dan diharapkan pemimpin tertinggi berada di antara rakyatnya dalam menghadapi bencana  yang luar biasa ini. kehadiran seorang Presiden dapat menjadi pihak pembuat keputusan strategis dan cepat. Bisa belajar dari Presiden Obama yang membatalkan kunjungan ke beberapa negara, termasuk Indonesia pada tahun 2010 ketika terjadi bencana teluk Meksiko karena memimpin langsung upaya agar tidak terjadi dampak yang semakin parah.

Lalu, apa yang bisa diambil dari pelajaran dari kejadian ini? sebagai seorang entrepreneur, tentu merupakan symbol dari perusahaan mereka dimana mereka adalah pemimpin tertinggi untuk perusahaan mereka. Ketika kondisi perusahaan dalam keadaan normal, mereka tetap diperlukan untuk membuat keputusan bisnis, apalagi dalam keadaan yang sangat labil seperti dalam keadaan masalah atau krisis.

Peran seorang pemimpin dalam keadaan itu adalah selain membuat keputusan strategis dan tepat, juga memberikan dampak psikologis yang sangat tinggi ditengah kegalauan yang dirasakan oleh setiap bawahan mereka yang sedang menghadapi bencana dan berharap bencana tersebut dapat berlalu. Dukungan psikologis itu lebih tinggi dampaknya daripada sebuah solusi yang benar-benar dibuat oleh seorang pemimpin.

Bawahan membutuhkan ketenangan selama musibah terjadi. Inilah inti kehadiran setiap pemimpin dalam keadaan seperti ini. sudah sejatinya seorang entrepreneur tetap hadir dan mendampingi para bawahan melewati masa-masa sulit ini. Motivasi sangat dibutuhkan oleh setiap bawahan dan kehadiran pemimpin itu adalah WAJIB hukumnya…. Belajarlah dari apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dari perjalanan ke luar negerinya. Bagaimana dengan anda? Hmmm…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: