Beberapa hari ini, kondisi Negara seolah-olah menghadapi banyak bencana yang datang silih berganti dan pastinya berpengaruh kepada rakyat yang notabene adalah para entrepenuer muda. Bencana yang entah bagaimana harus menghadapinya ketika semuanya memberikan dampak yang signifikan kepada setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis dan pastinya akan membuat bisnis mereka menjadi terperosok juga.

Memang pemerintah mengakui bahwa para entrepenuer yang menjalankan bisnis pada skala mikro, kecil, menengah dan besar merupakan penopang ekonomi bangsa, seperti yang dinyatakan oleh Menteri KUMKM yaitu Puspa Yoga, akan tetapi, sampai kapan mereka akan bisa bertahan kalau seolah-olah tidak diberikan kondisi yang memungkinkan para entrepreneur untuk terus bisa menjalankan bisnis dengan baik. Pada akhirnya, akan rontok juga.

Kemana negaraku, menggambarkan bagaimana tindakan pemimpin bangsa  yang terdiri dari eksekutif, legislative dan yudikatif menghadapi berbagai permasalahan bangsa ini? Mulai dari dolar yang terus menguat mendekati masa krisis ekonomi tahun 1998, permasalahan asap yang tidak jelas sampai kapan akan bisa diselesaikan dan bahkan semakin parah…. Logikanya, sebagai Negara, tentu tinggal memerintahkan seluruh komponen bangsa untuk memberhentikan api,….

Belum lagi bencana transportasi mulai dari gangguan di jalan tol yang mengancam para pengemudi kendaraan seperti truk, korupsi yang semakin meraja lela, kecelakaan di pesawat dan laut, ini adalah beberapa bencana yang terus terjadi di Negara ini dan berdampak kepada kondisi makro politik, ekonomi, social budaya bangsa ini dan pastinya berdampak kepada para pelaku usaha yang katanya merupakan backbone ekonomi bangsa.

Ada apa sebenarnya dengan Negara ini? Kemana para pemimpin bangsa ini? Tentu kalau dibiarkan, akan menjadi semakin parah dan membuat Negara ini akan hancur. Sejumlah asset bangsa sudah di"gadaikan' kepada Negara lain dengan alas an untuk pembangunan infrastruktur. Lalu, bagaimana bangsa ini ke depan?

Jelas ini akan membuat kondisi bangsa Indonesia semakin terpuruk. Bagi para entrepreneur, jelas ini tidak boleh hanya menjadi seorang penonton bagi bangsa yang dikelola oleh para pemimpin. Konsep pengusaha pejuang dan pejuang penguaha harus ditanamkan ke dalam diri setiap anak muda yang berbisnis agar bisa memberikan posisi  yang jelas sehingga dapat memperlihatkan begitu strategisnya peran anak muda yang berusaha.

Entrepreneur muda harus mulai sensitive dengan lingkungan bisnis, baik ekonomi, social, budaya dan teknologi sehingga dapat menilai apayang terjadi di Negara ini dan memberikan kontribusi pada Negara. Minimal dengan memperkuat mindset kewirausahaan, kapabilitas perusahaan serta memanfaatkan peluang dari luar negeri bisa membangun bisnis menjadi besar dan memberikanmanfaat bagi masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan… bagaimana dengan anda? Pasti negara ini masih bisa menuju cita-cita UUD 1945 dan Pancasila, hmmmm….

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: