Kekuatan fikiran itu sungguh luar biasa dan ini harus dipahami oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Kalau boleh dibilang, apa yang dilakukan oleh entrepreneur dalam kehidupan pribadi dan bisnisnya tidak akan lepas dari bagaimana fikiran mereka bekerja dan apa yang ada dalam fikiran tersebut. Kenapa demikian? Karena inilah perbedaan manusia dengan ciptaan Allah SWT lainnya.
Allah SWT itu memberikan akal bagi manusia dengan tujuan untuk berfikir dengan bertanya. Lalu, pertanyaan tersebut harus dicari jawabannya dan jawaban seperti apa yang harus diberikan untuk pertanyaan tersebut? Yaitu jawaban yang benar. Inilah konsep dasar yang harus dipahami oleh setiap entrepreneur yaitu pada hakekatnya manusia itu diberi fikiran oleh Allah SWT untuk mencari sebuah kebenaran.

Hal ini semakin memperjelas bahwa manusia itu digerakkan pertama kali adalah oleh fikiran mereka dan barulah kedua yaitu hati yang nota bene akan mendeskripsikan bagaimana motif setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya, bisa jadi negative dengan konteks ingin berbuat yang tidak baik meskipun sudah mengetahui bahwa itu tidak baik, atau sebaliknya motif positif dalam diri manusia.
Hal ini adanya di hati atau di qalbu setiap entrepreneur. Rasanya, setiap entrepreneur harus menyadari kedua  hal ini agar tidak terjebak menjadi entrepreneur yang salah dalam mengambil keputusan ataupun tindakan yang berhubungan dengan bisnis mereka masing-masing. Seringkali terjadi kesalahan yang membuat entrepreneur salah dan pastinya berdampak kepada kualitas entrepeneurship dan bisnis mereka masing-masing.
Oleh karena itu, sejatinya seorang entrepreneur untuk memperjelas poisis mind mereka dulu dalam konteks entrepeneurship, bisnis dan manajemen. Mind atau fikiran mereka harus dibenarkan dulu dengan pengetahuan yang berhubungan dengan ketiga konsep tadi sehingga mereka memiliki persepsi yang benar serta sikap mental yang baik untuk menjalankan bisnis dengan tepat. 
Selanjutnya mengisi jiwanya dengan ajaran Agama Allah SWT dimana qolbunya tidak lagi kosong dan bahkan negative ketika menjalankan bisnis. Ada perasaan dalam diri mereka yaitu rasa takut kepada Allah SWT, rasa menghindari untuk tidak berbuat curang, empathy pada orang ketika mereka disakiti, rasa sakit ketika dijahati orang. Hal ini harus benar-benar dikembangkan oleh para entrepreneur.
Disinilah keseimbangan antara mind dan rasa atau qolbu yang dimiliki oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis. Keduanya harus benar-benar diseimbangkan dengan baik untuk membangun sebuah hal yang mendasar dalam diri setiap entrepreneur bahwa mereka itu sangat berbeda dengan kebanyakan orang  yang hanya menjadi seorang karyawan. Harus pintar-pintar mengelola mind dan qolbu……
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: