692 penerbangan di Bandara Ngurah Rai dibatalkan ketika terjadi semburan abu vulkanik Gunung Anak Rinjani. Baik penerbangan dari dan menuju Bali oleh pesawat dalam dan luar negeri terpaksa membatalkan penerbangan agar tidak terjadi resiko yang akan memberikan dampak pada perusahaan dan juga konsumen. Hal ini adalah keputusan strategik yang harus diambil oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.
Tentu hal ini adalah bentuk pengaruh lingkungan eksternal bisnis yaitu lingkungan geografi yang ada di sekitar bisnis penerbangan. Lingkungan ekternal berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi yaitu perubahan yang terjadi tiba-tiba. hal ini terlihat dari bagaimana kejadian letusan gunung Anak Rinjani yang mengeluarkan abu vulkanik yang menjadi ancaman perusahaan penerbangan.

Rasanya, sebagai seorang entrepreneur, perubahan lingkungan bisnis ini terjadi secara terus menerus. Belum lepas bangsa ini dari bencana kekeringan dimana tidak terjadi hujan dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan kekeringan. Lalu, bencana asap yang terjadi di hampir seluruh bagian bangsa ini dan berdampak kepada bagaimana bisnis yang dijalankan entrepreneur terganggu sehingga membuat bisnis entrepreneur banyak yang terhenti.
Tentu hal ini adalah fakta yang pertama yang harus dipahami oleh setiap entrepeneur dalam menjalankan bisnis dimana terlihat lingkungan geografi benar-benar berpengaruh kepada para entrepreneur dalam berbisnis. Lingkungan ini sangat penting untuk setiap bisnis.
Kedua, perlunya entrepeneur menyadari bahwa memang terlihat lingkungan bisnis ini selalu berubah dan menimbulkan ketidakpastian. Tidak ada yang menyangka akan terus perubahan lingkungan yang terjadi secara terus menerus. Terlihat bagaimana lingkungan ini tidak bisa dikontrol. Akan tetapi, bukan berarti entrepreneur menyerah terhadap perubahan lingkungan bisnis. Tentu harus bisa dipahami bahwa itu adalah tantangan bagi setiap entrepreneur.
Ketiga, entrepeneur perlu meningkatkan kemampuan analisis dalam melihat lingkungan bisnis. Lingkungan yang selalu berubah itu harus dibuat dalam kerangka dampaknya pada kekuatan dan kelemahan serta peluang dan juga ancaman. Hal ini harus dipahami dengan baik karena tentu bisnis itu akan dilihat dalam kerangka TP = TR – TC.
Yang keempat adalah entrepreneur perlu memperkuat manajemen resiko dalam bisnis. Risk management adalah wajib bagi setiap entrepreneur ketika mereka akan menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan selalu terjadi resiko. Oleh karena itu, bisa dilakukan dengan menahan resiko yang kerugiannya tidak besar dan juga menyerahkan kepada perusahaan asuransi resiko yang berpotensi besar terjadi dan kerugiannya yang juga besar. Inilah yang harus dipahami oleh setiap entrepeneur, … bagaimana dengan anda? Hmmmmmm…. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: