Salah satu berita yang sangat membanggakan ditengah berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini adalah bagaimana karya anak bangsa berupa pesawat N219 yang dihasilkan oleh PT Dirgantara Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pesawat yang dapat mengangkut 19 penumpang dan memiliki sederet keunggulan yang dapat dirasakan oleh penumpang dan bahkan perusahaan yang bermaksud untuk menggunakannya untuk kepentingan bisnis.

Pesawat N219 sudah memasuki tahap menunggu peresmian, sertifikasi, dan percobaan terbang pertama. Tentu hal ini membuat bangga seluruh bangsa Indonesia yang benar-benar berharap akan lahirnya karya anak bangsa yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, khususnya bangsa ini  yang sudah banyak menghadapi berbagai masalah.



Sebagai seorang entrepreneur, tentu banyak hal yang dapat diambil pelajaran dari keberhasilan PT DI dengan LAPAN dalam mengembangkan pesawat N219. Pertama, bisa dilihat bagaimana perjalanan PT DI melewati masa-masa yang sangat sulit ketika menghadapi krisis ekonomi 1998 dimana salah satu syarat yang diajukan oleh IMF waktu itu adalah tidak mengembangkan PT DI agar bisa memberikan pinjaman. Padahal, proyek pesawat Gatot Kaca waktu itu sedang dikembangkan. Akibatnya, ribuan karyawan PT DI yang harus berhenti bekerja dan tuntutan kepada manajemen PT DI.

Kedua, manajemen PT DI begitu fokus dalam mengembangkan kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan. kompetensi pada dirgantara yaitu pengembangan pesawat yang menjadi dasar untuk bisnis yang dijalankan. Lihat saja bagaimana sampai sekarang manajemen fokus untuk mengembangkan bisnis yang berhubungan dengan pesawat terbang. Hal ini perlu menjadi pelajaran yang utama bagi entrepreneur untuk terus menggali potensi diri dan fokus mengembangkannya.

Ketiga, dari keunggulan yang ditawarkan oleh pesawat N219 berbasis kepada need, want dan demand pasar, khususnya pasar di Indonesia. Negara ini terdiri dari pulau-pulau yang pastinya masih terbatas dengan penerbangan perintis. Inilah yang menjadi dasar manajemen PT DI dan LAPAN dalam membuat pesawat yang sesuai dengan permintaan pasar. keunggulan pesawat dengan 19 penumpang, dapat mendara di bandara beraspal dan tidak beraspal seperti rumput.

Ini menjadi pelajaran bagi entrepreneur untuk terus fokus kepada pasar karena pasar lah yang membeli produk setiap entrepeneur agar bisa bertransaksi dengan baik. Tiga hal ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi entrepreneur dalam rangka membangun perusahaan yang bisa profitable, memberikan manfaat bagi orang lain, menjaga alam, berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang dari mikro, kecil, menengah dan besar…bagaimana dengan anda? Hmmm…         
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: