Dua hari yang lalu, Bandung dipenuhi oleh demo yang digelar oleh teman-teman karyawan dari berbagai perusahaan yang ada di Bandung Raya. Demonstrasi yang kalau dilihat adalah kelanjutan dari demonstrasi yang melibatkan berbagai komponen pekerja di berbagai daerah yang menuntut pemerintah untuk kompensasi mereka dan juga tuntutan untuk merubah Peraturan Pemerintah tentang perhitungan kenaikan kompensasi yang akan diterima oleh setiap pekerja.

Tentu kalau dilihat di tahun-tahun sebelumnya, kejadian ini adalah sebuah kejadian yang berulang dimana para pekerja meminta kenaikan gaji yang bisa mereka dapatkan ketika awal tahun yang menjadi perhitungan bagi manajemen perusahaan dalam membuat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Momentum akhir tahun adalah kesempatan untuk memberikan tekanan kepada manajemen perusahaan dalam membuat anggaran belajan tersebut.



Akan tetapi, tahun ini agak berbeda karena berhubungan dengan Rencana Peraturan Pemerintah yang membuat standar kenaikan kompensasi kepada karyawan. terlepas dari itu semua, sebagai seorang entrepreneur, hal ini perlu dipahami dalam kaca mata yang lebih tajam dan bersifat strategik dimana pekerja itu sejatinya adalah pihak-pihak  yang memiliki peran yang sangat menentukan bagi perusahaan untuk mencapai tujuan yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

Kenapa demikian? Dilhat dari konsep kepentingan, kedua belah pihak memiliki kepentingan yang berbeda dimana para entrepeneur berharap akan mengeluarkan biaya yang seminimal mungkin, meskipun sekarang konsep tersebut tidak 100 persen digunakan lagi karena akan berhubungan dengan bagaimana perusahaan juga memberikan win-win solution kepada perusahaan dan karyawan. manajemen sudah memikirkan juga kebutuhan perusahaan sehingga banyak juga perusahaan yang memberikan nilai yang jauh diatas standar minimal gaji karyawan.

Hal ini dapat diihat pada perusahaan-perusahaan  yang dijalankan oleh para entrepreneur di industri kreatif. Semuanya adalah bagian yang tidak dilepaskan dari yang bagaimana mereka mengelola perusahaan. Oleh karena itu, jelas setiap entrepreneur perlu mengelola perusahaan mereka sembari memahami kebutuhan dan keinginan pekerja.

Dilain pihak, karyawan juga perlu memiliki sense yang berhubungan dengan kondisi perusahaan. apalagi bisnis itu berhubungan dengan lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi. Kondisi ekonomi yang berat perlu dipertimbangkan juga oleh setiap karyawan ketika melihat perusahaan di tahun depan. Pemahaman ini menjadi penting dan bersfat fondasi ketika mengajukan permintaan kepada manajemen perusahaan.

Inilah yang perlu dicari oleh entrepreneur dan pekerja dalam mencari titik temu. Oleh karena itu, kemauan untuk mempelajari kondisi perusahaan dan pekerja, kondisi ekonomi, sosial dan budaya, serta melakukan komunikasi yang intens oleh kedua belah pihak menjadi dasar untuk mencari titik temu. Bagaimana dengan anda? Hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: