Dua hari yang lalu, pemerintah menyampaikan paket kebijakan ekonomi yang keenam bagi masyarakat dan pelaku usaha. Kebijakan yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi bangsa ini setelah terpuruk dengan kondisi ekonomi global yang membuat bisnis para entrepeneur menjadi terpuruk. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah.
Kalau ditelisik, jelas, paket kebijakan ekonomi VI ini berhubungan dengan sumber daya air dan kegiatan impor obat yang dilakukan oleh negara. Tentu hal ini penting bagi pelaku usaha yang nota bene adalah entrepeneur dalam menjalankan bisnis. Belum lagi mereka harus bisa meningkatkan daya saing diantara negara-negara ASEAN yang dalam hal ini, menurut analisis pemerintah, Indonesia berada di posisi ke 9 diantara 10 negara ASEAN.

Sungguh sangat miris membaca informasi ini dan sedih bagi para pelaku usaha dimana dibandingkan negara-negara ASEAN, Indonesia menempati posisi yang ke Sembilan. Ada apa ini? tentu hal ini harus menjadi renungan setiap entrepreneur dalam berbisnis karena ketika bangsa ini akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, semuanya akan terkena dampaknya. Negara ini sangat besar dan berpenduduk 250 juta jiwa dan potensi sekali untuk menjadi target market produk-produk dari negara-negara ASEAN.
Sebagai seorang entrepeneur, tentu hal ini harus diperhatikan dengan baik. Momentum pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi 6 adalah penting karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur itu sendiri juga perlu meningkatkan daya saing mereka masing-masing. daya saing yang berhubungan dengan bagaimana kemampuan entrepreneur dalam meningkatkan kompetensi diri, capailitas organisasi dan juga memanfaatkan setiap peluang yang ada dalam lingkungan eksternal mereka.
Semuanya harus ditingkatkan secara bersamaan oleh para entrepreneur agar bisa menjadi entrepreneur yang unggul. Dalam konteks perubahan lingkungan bisnis yang dalam hal ini adalah paket kebijakan ekonomi VI oleh pemerintah, harus dilihat dari dua hal yang berbeda. Pertama adalah sebagai modal sosial yang harus dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur. modal sosial adalah modal yang dihasilkan dari hubungan antara entrepreneur dengan lingkungan eksternal yang dalam hal ini adalah pemerintah itu sendiri.
Lingkungan eksternal berhubungan dengan bagaimana setiap peluang yang ada dari MEA itu sendiri harus dimanfaatkan dengan baik agar tidak terjebak kepada apa yang dinamakan dengan euroforia dalam konteks penerapan MEA dalam lingkungan ASEAN. Oleh karena itu, sebagai seorang entrerpreneur, sudah seharusnya fokus dalam meningkatkan kompetensi diri dan memanfaatkan setiap peluang yang ada dalam lingkungan eksternal, termasuk paket kebijakan ekonomi VI. Bagaimana dengan anda? Hmmmm..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: