Dalam satu headlines di media, disebutkan bahwa 23% lulusan SMA dan SMK menganggur. Selain itu, disebutkan juga bahwa jumlah pengangguran terbuka sampai dengan bulan Agustus 2015 sebesar 7,6 juta jiwa. Hal ini menggambarkan bahwa situasi ekonomi yang ditandai oleh pelemahaman nilai tukar rupiah sudah mulai memperlihatkan dampaknya bagi masyarakat selain yang jelas meningkatkan beban hidup masyarakat.
Tentu hal ini perlu dicermati dengan seksama karena pengangguran bukan saja mencerminkan bagaimana sebuah negara dalam keadaan masyarakat yang tidak bekerja. Akan tetapi, harus dipahami sampai kepada dampak yang diakibatkan berupa bagaimana nantinya pengaruh secara tidak langsung kepada perekonomian bangsa pada umumnya dan bisnis para entrepreneur pada khususnya.
Sebagai seorang entrepeneur dalam kerangka berfikir menjadi ahli strategi, tentu jumlah angka pengangguran terbuka ini adalah sebuah aktivsinyal bagaimana ekonomi bangsa dan juga menggambarkan bagaimana kondisi sosial budaya dan teknologi yang ada di pasar saat ini. semuanya harus dilihat secara jernih dan bagaimana dampaknya kepada bisnis para entrepreneur pada khususnya.


Setiap angka pengangguran terbuka akan berdampak kepada pertama, bagaimana nanti daya beli masyarakat. Hal ini ditandai oleh bagaimana kemampuan konsumen yang pastinya banyak anak muda karena produk-produk entrepreneur muda banyak yang menyasar anak muda sebagai target market. Tentu hal ini akan memberikan dampak langsung dan tidak langsung.
Lulusan SMA dan SMK adalah anak muda yang benar-benar banyak disasar oleh berbagai produk perusahaan yang di hasilkan oleh entrepeneur muda. Semuanya mengacu kesana. Dengan mereka tidak bekerja, tentu pendapatan mereka akan sangat tergantung kepada orang tua dan jelas, ada keterbatasan dari orang tua untuk memberikan uang kepada anak-anak mereka. Bisa dianalisis bagaimana daya beli anak muda.
Kemudian, tentu entrepeneur perlu menganalisis dampak sosial dan budaya atas pengangguran ini. dampak sosial tentang bagaimana situasi sosial yang akan kena dampaknya karena berhubungan dengan bagaimana mereka akan melakukan hal-hal yang tidak penting dan seringkali merugikan masyarakat sekitar. Sadar tidak sadar, akan berdampak kepada bisnis anak muda itu juga.
Ketiga, tentu dalam hal tuntutan lapangan pekerjaan yang seringkali di minta oleh pemerintah agar pengusaha memberikan ksempatan kerja bagi anak muda. Akan tetapi, hal ini tidaka akan terlalu signigikan. Terlepas dari itu semua, jelas sebagai seorang entrepreneur, perlu menganalisis angka pengangguran ini karena akan berdampak kepada bisnis para entrepeneur. Sadar tidak sadar, hal ini pasti terjadi.
Oleh karena itu, sudah waktnya entrepeneur mulai semakin sensitive dengan kondisi lingkungan bisnis untuk bisa dijadikan dasar untuk membuat keputusan bisnis yang tepat memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan bisnis itu sendiri. Bagaimana dengan anda? Hmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: