Ada yang menarik dua hari belakangan ini yaitu bagaimana perdebatan yang terjadi di masyarakat tentang dua kegiatan presiden di Palembang yaitu ketika mengunjungi rumah singgah untuk anak balita yang kena dampak asap dan juga pertemuan Presiden dengan suku anak dalam. Hal ini membuat diskusi antara masyarakat tentang bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.
Tentu hal ini tidak diharapkan terjadi karena memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat sehingga perdebatan terjadi sampai pihak istana juga memberikan tanggapan atas apa yang terjadi di masyarakat. Sebagai warga negara, tentu berharap kondisi ini bisa menjadi normal kembali karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh negara untuk diselessaikan.

Akan tetapi, pelajaran apa yang bisa diambil dari kejadian tersebut? Sebagai seorang entrepreneur, sudah menjadi kewajiban untuk membuat reputasi diri dan bisnis yang positif dibenak stakeholders. Perdebatan yang terjadi seperti yang dialami oleh Presiden adalah hal yang sejatinya tidak perlu terjadi. Kenapa demikian? Karena akan berdampak kepada citra entrepreneur itu sendiri.
Ada beberapa hal yang perlu diambil pelajaran saat ini. pertama, perlu disadari bahwa media sosial sudah begitu luas dampaknya kepada para stakeholders, termasuk konsumen, pesaing, pemerintah, masyarakat. Lihat saja, begitu cepatnya sebuah hal bisa sampai kepada rakyat pada umumnya tentang apa yang terjadi. Apalagi sifatnya tidak umum. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan media sosial saat ini.
Kedua, perlunya entrepreneur menyadari bahwa setiap keputusan, tindakan, ucapan yang disampaikan kepada public akan memberikan dampak positif ataupun negatif. Hal ini adalah nyata dan harus bisa dipahami dengan sebaik mungkin. Tidak boleh asal memberikan pendapat, melakukan tindakan yang tidak dikontrol dengan baik. Hal ini akan memberikan dampak luar biasa kepada setiap entrepreneur.
Ketiga, perlu nya entrepeneur jujur kepada stakeholders karena dengan adanya teknologi informasi, setiap orang dapat dengan mudah mengkases ke sumber informasi tentang kebernaran apa yang disampaikan kepada stakeholders. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa setiap hal yang disampaikan kepublik, akan di"uji" kebenarannya oleh masyarakat.
Inilah pelajaran yang berharga dari kejadian yang saat ini diperdebatkan oleh masyarakat Indonesia tentang apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam hal rumah singgah dan pertemuan dengan suku Anak Dalam. Ingat, saat ini, teknologi informasi itu seperti pisau bermata dua, bisa memberikan dampak positif dan juga dampak negative. Oleh karena itu, berhati-hatilah… bagaimana dengan anda? Hmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: