Sebagai seorang entrepreneur, tantangan yang harus dihadapi oleh setiap entrepeneur adalah bagaimaan bisa memanfaatkan Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Tentu hal ini harus dilihat sebagai sebuah hal yang biasa dan harus dihadapi agar bisa memenangkan persaingan yang akan terjadi di lingkungan eksternal, khususnya lingkungan global yang ada di sekitar pelaku usaha.
MEA harus dilihat sebagai sebuah peluang bagi setiap entrepreneur dalam mengembangkan bisnis yang sudah dipilih. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga bisnis yang memang ditargetkan untuk maju, bisa berhasil mencapai tujuannya yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang. Konsep dasar ini menjadi fondasi bagi entrepreneur dan juga membuat upaya untuk mengembangkan bisnis.


Belajar dari negara-negara ASEAN yang sudah mempersiapkan diri dengan membuat berbagai program untuk peningkatkan kualitas entrepreneurship masyarakatnya, tentu sebagai entrepreneur di Indonesia yang memiliki potensi yang luar biasa dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia dalam artian jumlah, harus jelas bagaimana soft skill sebagai bagian dari kompetensi yang harus dimiliki entrepeneur harus dikembangkan.
Konsep soft skills berada dalam diri setiap entrepreneur dan menjadi key success factor untuk mencapai kesuksesan. Salah satu soft skill yang dicermati adalah bagaimana entrepeneur memiliki kemampuan bahasa dalam berkomunikasi dengan para target market dan juga stakeholders lainnya. Dalam hal ini adalah bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar yang akan digunakan dalam berkomunikasi. Hal ini menjadi penting karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi produk dan bahkan konsep bisnis yang ada pada mereka.
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang harus dikuasai oleh setiap entrepreneur agar bisa mencapai keunggulan dalam bisnis. Salah satu kelemahan entrepreneur di Indonesia adalah keterbatasan dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dengan stakeholders mereka sehingga menjadi pekerjaan rumah  yang paling utama ketika entrepreneur akan mencapai keunggulan dalam berbisnis yaitu bagaimana kemampuan bahasa Inggris mereka.
Mumpung masih ada beberapa waktu untuk pemberlakuan Pasar Bebas ASEAN yaitu tanggal 31 Desember 2015 dan bisa dipersiapkan kemampuan bahasa Inggris dalam berbisnis. Keberadaan beberapa program yang diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk peningkatan bahasa Inggris perlu diikuti oleh para entrepreneur. inilah yang disebut dengan modal sosial atau social capital dalam lingkungan bisnis.
So, tingkatkan soft skill dalam berbahasa Inggris untuk setiap entrepreneur agar bisa memberikan value dalam konteks kompetensi setiap entrepreneur untuk menghadapi MEA… bagaimana dengan anda? Hmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: