Kemaren, negara ini fokus membahas apa yang terjadi diantara para pejabat yang sedang berselisih dalam hal yang berhubungan dengan PT Freeport dimana Majelis Kehormatan Dewan (MKD) memulai sidang pertama dalam kasus "papa minta saham" atau tepatnya tentang bagaimana pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam hal permintaan saham kepada manajemen PT Freeport.
 
Publik sangat terkaget-kaget karena begitu "dahsyatnya" apa yang terjadi di belakang masyarakat dimana perilaku para pejabat-pejabat yang sejatinya mereka adalah pemimpin yang mampu memberikan value kepada negara ini, akan tetapi, lebih berperilaku sebagai lobbyist yang "memperjuangkan" kepentingan pribadi dan kelompok dibandingkan dengan kepentingan negara dan bangsa. Bahkan di luar konteks kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden, ada beberapa kasus lain lagi yang dibahas dalam rekaman yang diperdengarkan.
 
Terlepas dari itu semua, sebagai seorang entrepreneur, tentu kejadian ini adalah sesuatu yang sangat mengagetkan bagi seluruh bangsa Indonesia pada umumnya dan para entrepeneur pada khususnya. Apalagi bagi entrepeneur muda yang sejatinya mereka adalah anak muda yang akan menjadi pemimpin bangsa ini. kenapa demikian? Hal-hal yang dibahas dalam percakapan tersebut berhubungan dengan bagaimana pelaku bisnis yang juga entrepreneur menjalankan bisnis dengan memanfaatkan jaringan mereka dalam pemerintahan.
 
Konteks yang seringkali disebut oleh banyak orang adalah lobbyist tadi dimana mereka memanfaatkan hubungan baik dengan pemerintah sehingga seolah-olah yang menjadi dasar bagi mereka berbisnis adalah hubungan baik tersebut. Tentu hal ini boleh-boleh saja, akan tetapi, jangan terlalu menjadi perhatian utama karena ini akan berbahaya bagi setiap entrepreneur dalam berbisnis. Akibatnya akan seperti yang terjadi di PT Freeport tersebut.
 
Boleh saja entrepreneur dekat dengan pemerintah akan tetapi, tetap yang harus dijaga adalah profesionalisme dan etika dalam berbisnis. Seringkali orang terjebak dengan yang namanya bisnis itu sendiri karena antara etika bisnis dan profesionalisme itu sejatinya saling terkait. Akan tetapi, akan lebih elegan dan jauh lebih baik ketika entrepeneur selalu menjaga etika bisnis.
 
Etika bisnis berhubungan dengan bagaimana setiap entrepeneru mampu menjalankan bisnis dengan menjaga setiap pemikiran, ucapan, tindakan dan keputusan bisnis mereka tetap dalam koridor sesuai dengan aturan agama, hukum, kesopanan dan adat istiadat. Entrepeneur harus mempelajari etika dalam berbisnis.
 
Ketika setiap entrepreneur sudah mengetahui, memahami, menyadari, bertindak, menjadi kebiasaan, perilaku sampai dengan karakter, maka apa yang terjadi di negara ini tentang pencatutan nama presiden tidak akan terjadi lagi. Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap entrepreneur. so, bagi para entrepreneur, jagalah etika dalam berbisnis… Hmmmmmm….
 
 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: