Beberapa minggu ini, banyak sekali informasi yang "luar biasa" bagi entrepreneur yang berbisnis, khususnya berhubungan dengan lingkungan makro ekonomi bangsa ini. Lingkungan yang pastinya sangat menentukan keberlangsungan bisnis dalam mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang terus tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Tentu bukan suatu hal yang biasa ketika seorang entrepreneur dihadapkan kepada perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, tidak pasti, tidak bisa di control serta mengalami turbulensi yang begitu tinggi. Karena ini merupakan suatu fakta yang tidak bisa dielakkan oleh setiap entrepreneur.

Lihat saja lingkungan makro ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sudah mencapai Rp. 13.460/dolar, nilai terendah sejak tahun 1998 yang pernah mengalami krisis ekonomi yang mencapai Rp. 16.500/dolar. Tentu kondisi ini akan membuat bisnis entrepreneur terpengaruh dari aspek business process, mulai dari supplier, input, process, output serta consumer.



Bagaimana dengan inflasi? Data yang tidak kalah penting inflasi mencapai 7% tentu membuat harga barang-barang semakin meningkat dan akan berpengaruh pada dua pihak, yaitu perusahaan itu sendiri dalam bentuk beban pada business process serta penurunan daya beli konsumen.

Tidak kalah penting adalah pertumbuhan ekonomi yang pada awalnya diprediksi diatas 6%, akan tetapi, sekarang diturunkan oleh Bank Indonesia menjadi 5%. Tentu hal ini menggambarkan bagaimana tingkat konsumsi masyarakat yang menurun, tingkat perdagangan yang menurun. Meskipun pemerintah menyatakan pada semester kedua ini akan terjadi pertumbuhan ekonomi karena pembangunan infrastruktur akan berjalan di semester kedua.

Dari aspek politik dan kebijakan pemerintah yang sangat memberikan dampak kepada pemerintah. Lihat saja kebijakan pemerintah dalam hal kenaik Bahan Bakar Minyak, kebijakan kenaikan tariff dasar listrik, kebijakan kenaikan biaya tol dan seabreg-abreg kebijakan yang terlihat tidak berpihak kepada entrepreneur dalam membangun bisnis.
Apalagi perubahan lingkungan global yang pastinya akan terasa sekali dengan pemberlakuan pasar bebas ASEAN tanggal 31 Desember 2015 ini. Hmmm… luar biasa tantangan dan ancaman bagi setiap entrepreneur.  Tidak hanya dari dalam negeri, akan tetapi juga luar negeri.

So,…. bagaimana dengan entrepreneur? Ini adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi. Bahkan logikanya harus dibalik, ini adalah sebuah peluang bagi saya untuk berbisnis.

Apa yang harus diperbuat? Sebagai entrepreneur, tentu sudah sepatutnya untuk menyadari tantangan ini. Disnilah konsep bahwa seorang entrepreneur harus menjadi AHLI STRATEGI dengan memperkuat strategic thinking. Dalam hal ini, entrepreneur dituntut untuk mulai concern dengan lingkungan bisnis dan perubahannya serta memilih strategi yang tepat untuk bisnis mereka.

Sehubungan dengan strategic thinking, hal mendasar yang harus ditingkatkan adalah entrepreneurial mindset dan organizational capability. Kedua hal ini sangat memegang peranan penting untuk diri dan bisnis entrepreneur sebelum memanfaatkan setiap peluang dan sumber daya dari lingkungan eksternal.

Entrepreneurial mindset bukan semata-mata cara berfikir seorang entrepreneur, akan tetapi bagaimana entrepreneur mampu mengembangkan pemikiran untuk mencari peluang, menganalisis peluang, memutuskan untuk mengambil peluang, mengeksekusi peluang dan mengintegrasikan seluruh sumber daya untuk merubah peluang tersebut menjadi bisnis. Ini penting karena semakin sedikit peluang dari kondisi makro ekonomi. Kreativitas dan inovasi memegang peranan kunci dalam melihat ancaman dari perubahan lingkungan ekonomi, politik dan global tadi.

Kedua adalah meningkatkan kapabilitas organisasi bisnis setiap entrepreneur. Kapabilitas bicara pengetahuan dan kemampuan setiap entrepreneur dalam mengelola keuangan perusahaan, pemasaran, operasi, sumber daya manusia dan IT. Adapun yang bersifat soft adalah meningkatkan pengetahuan tentang managerial, leadership, decision making, komunikasi, team work, networking dan motivasi. Belajar dan berlatih serta fokus pada bisnis yang dijalankan.  

Hal ini penting untuk membuat bisnis setiap entrepreneur semakin tangguh menghadapi perubahan lingkungan dan tantangan kedepan. Barulah memanfaatkan modal sosial yang ada dimasyarakat dengan melakukan networking dengan para akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, perbankan dan media.
Strategic thinking akan mampu membuat setiap entrepreneur "SIAP" menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis, termasuk ekonomi, politik, serta lingkungan global.

Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: