Beberapa hari yang lalu, Presiden Jokowi memberikan kata sambutan dalam pertemuan dengan para insinyur dan membahas tentang kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang tinggal hitungan hari untuk diimplementasikan di kawasan ASEAN. Jelas pernyataan dari Presiden ini memberikan sedikit angin segar ketika banyak orang yang cenderung khawatir dengan kesiapan Indonesia menghadapinya.

Bahkan Presiden menyatakan dalam forum tersebut, para pimpinan negara di negara-negara ASEAN berbisik kepada beliau dan menyatakan bahwa mereka khawatir nanti dengan MEA dengan masuknya produk-produk Indonesia. Tentu pernyataan ini perlu dianalisis lebih dalam lagi sebagai seorang entrepreneur yang pastinya berharap akan mencapai sustainable competitive advantage ketika MEA diberlakukan.

Sebagai seorang entrepreneur, jelas pernyataan Presiden ini perlu dianalisis lebih tajam. Ada beberapa point utama yang harus dipahami dengan baik sehingga tidak memberikan pemahaman yang ambigu terhadap diri seorang entrepreneur menyangkut bisnis dan kondisi real tentang apa yang mereka hadapi dalam MEA nantinya. Hal mendasar yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur adalah melakukan self assessment terhadap diri sendiri dan bisnis masing-masing.

Setiap entrepreneur harus melakukan penilaian atas diri mereka sendiri dalam konteks kompetensi yaitu knowledge, skill dan attitude masing-masing dalam bisnis. Hal ini penting karena berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur bisa memahami sejauh mana pengetahuan tentang bisnis dan manajemen, skill dalam menjalankan bisnis dan manajemen serta sikap mereka dalam menjalankan bisnis dan manajemen.

Yang kedua adalah melakukan assessment terhadap bisnis mereka. Sejauh mana entrepreneur memiliki kapabilitas bisnis yang terdiri dari kemampuan mengelola keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia. Selain itu, bagaimana kapabilitas mereka dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan bisnis karena berhubungan dengan teknologi tersebut menyatukan seluruh sumber daya yang ada seingga akan menjadi kunci untuk mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Hal ini penting karena inilah yang menjadi dasar bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis untuk sukses. Konteks ini akan diterjemahkan ke dalam balanced scorecard dalam setiap bisnis entrepreneur untuk bisa mencapai tujuan bisnis itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini akan berhubungan dengan bagaimana entrepreneur harus bisa membuat bisnis menjadi kuat dan unggul melawan pesaing dari Sembilan negara ASEAN lainnya.

Setelah itu, entrepreneur perlu menganalisis peluang dan ancaman  yang datang dari pemberlakukan MEA. Secara kasat mata, jelas peluang aka nada seiring dengan ancaman  yang akan datang dengan pemberlakukan MEA. Akan tetapi, sebagai seorang entrepreneur, kejelian melihat setiap peluang menjadi kunci sukses.

Rasanya, inilah yang perlu dilakukan oleh setiap entrepreneur ketika akan memasuki MEA dan dihubungkan dengan pernyataan Presiden tentang MEA. Setelah melakukan self assessment, tentu percaya diri adalah kunci utama untuk sukses. Setiap entrepreneur memang harus percaya diri dalam menghadapi MEA…. Bagaimana dengan anda? Hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: