Dalam hitungan hari ini, tentu hal yang paling penting yang perlu diperhatikan oleh setiap entrepreneur adalah bagaimana mereka bisa membangun diri yang sesuai dengan apa yang dipersyaratkan oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan diberlakukan pada tanggal 31 Desember 2015. Tinggal beberapa lagi saja, semuanya akan berubah dan pastinya setiap entrepreneur sudah harus siap dengan pemberlakuan MEA tersebut.

Memang banyak sekali terdengar suara-suara yang menunjukkan bagaimana tidak siapnya entrepreneur menghadapi MEA. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa entrepreneur di Indonesia tidak siap dengan pasar MEA. Semuanya sudah berjalan dan pastinya harus dihadapi dengan mata yang terbuka bahwa apa yang dikhawatirkan itu pada hakekatnya adalah sebuah hal yang menjadi biasa bagi setiap entrepeneur yang bila mereka menyadari hakekat dirinya sebagai seorang entrepeneru yang pastinya setiap saat menghadapi ketidakpastian.

Rasanya, sebagai seorang entrepreneur, perlu memikirkan ulang tentang personal power yang mereka miliki dalam menjalankan peran seorang entrepreneur. personal power sejatinya menjadi adalah kekuatan diri yang dimiliki oleh setiap entrepreneur dan berhubungan dengan status mereka menjadi seorang entrepeneur. Hal ini penting untuk dipahami karena entrepreneur benar-benar menghadapi tantangan dan peluang yang luar biasa dalam konteks bisnis.

Personal power berhubungan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh setiap entrepeneur tentang diri mereka sendiri. Hal ini berhubungan dengan bagaimana setiap entrepreneur mampu menganalisis dan menyadari kekuatan dan kelemahan mereka dalam bisnis. Ketika bicara kekuatan, mereka akan fokus pada optimasi kekuatan dan ketika bicara kelemahan, akan bicara tentang minimalisasi. Tentu yang akan dianalisis adalah kekuatan dan kelemahan dari pengetahuan tentang bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen.

Personal power kedua adalah skill atau keterampilan mereka dalam hal manajemen, leadership, komunikasi, pembuatan keputusan dan penyelesaian masalah, serta motivasi. Keterampilan ini akan menjadi power yang sangat penting ketika bicara tentang persiapan menuju MEA. Tidak dapat dipungkiri bahwa yang sangat dibutuhkan adalah bagaimana tingkat manajerial yang dimilikki oleh setiap entrepreneur dalam berbisnis.

Yang ketiga adalah sikap setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Sikap ini berhubungan dengan bagaimana mereka memberikan respon atas apa yang datang kepada mereka. Semuanya harus benar-benar direspon secara positif yang diperlihatkan pada sikap rendah hati, tidak sombong, fokus dan disiplin serta antusias.

Oleh karena itu, sebagai seorang entrepreneur yang memiliki konsep diri yang kuat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk lebih sukses di MEA daripada seorang entrepreneur yang tidak memilikinya. Tentu hal ini akan mempengaruhi setiap keputusan bisnis yang dibuat oleh setiap entrepreneur… so, mari tingkatkan personal power sebagai seorang entrepreneur… bagaimana dengan anda? hmmmm

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: