Dalam beberapa hari lagi, kita akan memasuki tahun baru 2016 yang pastinya harus jauh lebih baik bagi para entrepreneur dalam menjalankan bisnis ditengah perubahan lingkungan bisnis yang terus terjadi dan menimbulkan ketidak pastian serta mengalami turbulensi. Rasanya, tahun 2015 sudah memberikan gambaran bagaimana sejatinya seorang entrepreneur dalam berbisnis dan tantangan yang dihadapi juga semakin besar.

Ketika tahun 2016 akan datang, tentu sebagai seorang entrepreneur harus melakukan tugas managerial yang tidak boleh ditinggalkan yaitu bagaimana melakukan evaluasi atas capaian bisnis pada tahun 2015 dan membuat rencana bisnis untuk tahun 2016. Apapun bisnis entrepreneur, tentu kegiatan harus dijalankan dengan baik karena sebagai seorang entrepreneur mau sukses dan membuat bisnis mereka tumbuh dan berkembang.

Apa saja yang perlu dievaluasi oleh para entrepeneur dalam menajalankan bisnis . konteks bisnis yang  dijalankan oleh entrepreneur tidak akan lepas dari konteks keuangan perusahaan, pemasaran yang dijalankan, proses bisnis dan juga sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap entrepreneur. hal ini biasa dilakukan oleh entrepreneur dalam konteks balanced scorecard. Pasti entrepeneur akan melakukan keempat fungsi ini.

Selain itu, entrepreneur perlu mengevaluasi variable lingkungan eksternal selama tahun 2015 ini. banyak perubahan dari lingkungan konsumen yang semakin pintar dan semakin tidak loyal, pesaing yang semakin kompetitif, distributor dan supplier yang semakin memiliki daya tawar. Demikian juga perubahan lingkungan politik, sosial, budaya, ekonomi serta teknologi yang membuat entrepeneur perlu membuat mindset dan strategi baru untuk bisa mencapai sustainable competitive advantage agar tetap bisa mencapai tujuan bisnis.

Evaluasi atas capaian tahun 2015 seharusnya menjadi base line atau dasar melakukan analisis agar bisa membuat rencana bisnis tahun 2016. Tahun depan harus menjadi momentum bagi entrepreneur untuk bisa sukses dalam bisnis untuk bisa tetap bertahan dan bahkan bisa mencapai tujuan ditengah persaingan yang sangat tinggi. Suka tidak suka, tahun depan entrepreneur harus benar-benar bisa menjalankan bisnis agar bisa bertahan.

Tentu variabel Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA harus menjadi pertimbangan setiap entrepeneru dalam membuat rencana bisnis tahun depan. MEA sejatinya harus menjadi peluang bagi entrepreneur agar bisa memperlihatkan bagaimana entrepreneur unggul di bisnis dan bahkan terus melakukan ekspansi bisnis di tahun depan sampai ke beberapa negara ASEAN. Tidak lagi melihat pasar hanya di Indonesia akan tetapi ada 600 juta jiwa yang menjadi target pasar.
Oleh karena itu, entrepreneur harus semakin memahami pasar luar negeri dan juga membangun networking dengan para pebisnis dari Sembilan negara lainnya dan bahkan kerjasama bisnis dengan mereka untuk bisa terus membangun bisnis yang semakin besar. Pasar ASEAN adalah pasar yang paling penting untuk ditembus.

Adapun dari aspek internal bisnis entrepreneur, perlu pentingkatan kompetensi dan bahkan meningkatkan core competency dalam bisnis mereka dalam hal keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia yang harus unggul. Core competency harus benar-benar dimiliki oleh setiap entrepeneur agar bisa menjadi kunci sukses dalam memenangkan pasar di ASEAN tersebut. Tanpa memiliki core competency, daya saing entrepreneur akan rendah dan pastinya akan kalah di pasar ASEAN.

Setelah itu, barulah entrepreneur perlu memiliki strategi bisnis yang paling tepat dalam mencapai sustainable competitive advantage. Strategi harus jelas yaitu apakah memiliki cost leadership atau differensiasi atau focus cost leadership dan focus differensiasi. Ini penting agar benar-benar unggul. So, selamat tahun baru 2016 dan mari kita sukses di MEA….

Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,



Share To:

meriza hendri

Post A Comment: