Sebagai seorang entrepreneur muda muslim, tentu akan banyak tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan bisnis. Tentu, tantangan ini akan menentukan sejauh mana seorang entrepreneur akan bisa dan mampu menghadapinya untuk mencapai kesuksesan bisnis yang harus dicapainya berupa keunggulan bersaing yang berkelanjutan serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Namun demikian, ada sebuah fenomena yang menarik ketika seorang entrepreneur muda muslim berjalan untuk dan sudah mencapai tujuan bisnis. Memang tidak semua, akan tetapi, sangat disayangkan ketika mereka menggapai tujuan dengan susah payah, tetapi, mereka "gagal" menikmati yang seharusnya karena sejatinya seorang entrepreneur sukses dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat yang memang menjadi tujuan manusia di dunia ini.



Oleh karena itu, perlunya dibangun sebuah kesadaran dalam diri setiap entrepreneur muda muslim bahwa mereka menjalankan bisnis ini adalah sebuah bagian dari cara mereka untuk mencapai kesuksesan di dunia dan juga diakhirat. Akan tetapi, yang paling utama dalam berbisnis itu adalah bagaimana mencapai kesuksesan di akhirat karena itulah yang menjadi tujuan akhir dari setiap manusia di dunia ini.

Ketika seorang sudah memiliki mindset seperti itu, tentu seorang entrepeneur muda muslim harus menyadari bahwa yang paling utama bagi mereka adalah menjalankan bisnis sesuai dengan aturan Alqur'an dan sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Jelas yang paling mendasar adalah bagaimana entrepreneur menjadikan agama islam menjadi acuan dalam menjalankan bisnis. Yang paling utama adalah bagaimana menjalankan perintah Allah SWT dan menghindari larangan-Nya.

Untuk itu, sudah sejatinya entrepreneur mempelajari kehidupan rasulullah dan khususnya bagaimaan rasulullah itu menjalankan bisnis sejak mudanya. Kehidupan rasulullah dalam berbisnis adalah gambaran yang dituliskan dalam Alqur'an. Bagaimana beliau berakhlak dalam berbisnis yaitu berhubungan dengan konsumen, pesaing, masyarakat, supplier, distributor. Akhlak rasulullah itu  harus menjadi acuan.

Salah satu hal yang mendasar dari rasulullah adalah bagaimana beliau benar-benar menjaga kepercayaan dari setiap orang. Itulah beliau digelari oleh banyak orang sebagai al amin. Rasanya, ini adalah intangible asset yang harus dimiliki oleh setiap entrepeneur dan bentuknya adalah integrity atau integritas yang harus dijaga dandikembangkan oleh setiap entrepreneur. ini adalah point utama seorang entrepreneur dimata stakeholders dan harus dikembangkan oleh entrepreneur dalam berbisnis. Itu saja dari Rasulullah, akan menjadi kunci sukses dalam bisnis. So, mari belajar bisnis dari kehidupan rasululllah.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: