Seringkali orang ingin bertanya, bagaimana mengembangkan bisnis kuliner dalam kerangka entrepreneurship? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan kepada saya dan hmmmm... Kadang sulit untuk dijawab karena bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang perkembangannya sangat cepat di negara ini dan menuntut pemahaman dan pelaksanaan business process yang rumit karena berhubungan dengan kualitas makanan yang harus sesuai dengan need, want dan demand pasar ditengah tinggnya tingkat persainga.

Sekali lagi, memiliki bisnis kuliner bukanlah sekedar bisnis biasa karema akan berhubungan dengan proses bisnis yang tidak sederhana karena berhubungan dengan bahan baku yang notabene material yang tidak sedkit dan seringkali tidak habis dibeli konsumen. Hal ini harus menjadi perhatian setiap entrepeneur karena nantinya akan relevan dengan TP = TR – TC yaitu bagaimana profit itu dihasilkan oleh total revenue yang dikurangi oleh total cost.


Proses bisnis yang relative rumit itu akan mempengaruhi total cost karena sringkali bahan baku itu tidak habis pakai karena sepinya pengunjung atau kesalahan yang diakibatkan oleh para karyawan yang kurang memiliki kompetensi yang cukup dalam membuat makanan dan minuman. Oleh karena itu, jelas ini menjadi penting bagi setiap entrepeneur dalam berbisnis kuliner.  

Hal ini harus diukur oleh setiap konsumen dalam bisnis mereka. Tidak hanya berfikir pada aspek kreativitas produk yang tercermin pada rasa yang ditampilkan pada menu makanan dan minuman, ataupun service yang ditawarkan dalam menyampaikan makanan.

Akan tetapi, business process dari rencana pembuatan menu, kebutuhan bahan makanan dan minuman yaitu bahan baku untuk setiap menu yang harus diperhatikan. Tidak bisa hanya membeli bahan baku sebanyak mungkin tanpa memperhatikan biaya.

Semuanya harus diperhitungkan oleh setiap entrepreneur agar bisa sukses dengan bisnisnya. Tidak boleh ada kesalahan dalam perhitungan bisnis para entrepreneur di kuliner ini. Kesalahan sedikit, fatal jadinya.

Inilah pesan utama bagi entreprreneur dalam bisnis ini ketika akan masuk ke bisnis kuliner ditengah tingginya tingkat persaingan antara pebisnis kuliner serta perubahan selera yang begitu cepat yang dimiliki oleh setiap konsumen. Mereka sudah diajari oleh pesaing untuk memiliki selera yang tinggi tentang kuliner yang akan mereka beli. Sudah waktunya entrepreneur yang masuk di kuliner untuk fokus di business process. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: