Merek adalah asset yang paling berharga bagi entrepreneur dalam menjalankan bisnis agar bisa mencapai tujuan bisnis mereka. Kalau boleh dibilang, asset yang paling berharga bagi setiap entrepreneur adalah merek perusahaan mereka. Merek menjadi penting bagi entrepreneur sukses menghadapi persaingan yang sudah sangat tinggi. Inilah mindset yang harus dimiliki oleh para entrepeneur dalam berbisnis saat ini.

Hanya saja, seringkali orang tidak mengetahui bagaimana bisa membangun sebuah brand yang kuat bagi perushaan mereka. Yang ada adalah bagaimana mereka hanya fokus dalam memasarkan produk yang mereka buat kepada pasar tanpa fokus pada brand building untuk perusahaan tersebut. Sangat disayangkan kalau ini terjadi pada setiap orang dalam menjalankan bisnis.

Branding itu adalah aktivitas yang harus dilakukan oleh para entrepeneur dan ini tidaklah mudah. Bicara tentang branding, tentu mereka harus memahami dulu konsep brand itu sendiri dan lalu memahami langkah-langkah strategis untuk menjalankan kegiatan branding bagi perusahaan yang mereka jalankan. Tidak boleh diabaikan tentang apa yang harus mereka pahami dalam bisnis, khususnya yang berhbungan dengan brand itu sendiri.

Dalam konteks ini, entrepreneur sejatinya bisa fokus bahwa branding itu tidak bisa dilakukan sendiri. Mereka harus benar-benra bisa memahami dengan baik proses branding. Untuk itu, entrepeneur bisa memanfaatkan pihak ketiga yang dalam hal ini adalah perusahaan yang memang bergerak pada bagaimana membangun brand yang kuat untuk setiap perusahaan para entrepreneur.

Brand activation itu relevan dengan bagaimana mereka bisa mengakvitas merek-merek yang bisa dibeli oleh pasar. Mereka membutuhkan pemahaman yang kuat dan aksi yang relevan dengan branding itu sendiri. Inilah yang harus dipahami oleh setiap entrepeneur dalam menjalankan bisnis sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.

Brand activation dimulai dari bagaimana entrepreneur bisa memahami komponen brand mereka masing-masing. komponen yang melekat pada brand itu adalah logo, symbol, warna, huruf yang dapat membedakan sebuah merek dengan merek lainnya. Ini menjadi perhatian setiap entrepeneur dalam berbisnis. Kalau boleh dibilang, hal ini bersifat tangible bagi setiap entrepeneur dalam membangun brand mereka.

Selanjutnya, perlu dipahami intangible value dari brand itu agar dapat dijadikan sebagai main message untuk pengembangan merek dan dikomunikasikan kepada para target market. Semuanya harus dilihat sebagai kerangka untukmembangun merek yang kuat. Inilah yang menjadi tangungjawab para entrepeneur dalam konteks brand activation. 


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: