Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh negara ini adalaha kemiskinan yang terjadi dengan dampak yang pastinya bagi kemaslahatan rakyat secara keseluruhnan. Lihat saja data Biro Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka kemiskinan pada bulan September 2015 bertambah sebesar 780.000 jiwa bila dibandingkan dengan Sseptember 2014. Secara jumlah, penduduk yang berada di garis kemiskinan pada bulan September 2014 adalah 27,73 juta jiwa, meningkatkan menjadi 28,1 juta jiwa di bulan September 2015.

Menurut BPS lagi, jumlah penduduk miskin secara persentase pada tahun ini juga mengalami pertambahan menjadi 11,13% pada September 2015 dibandingkan 10,96% pada bulan September 2014. Tentu data BPS ini perlu dilihat secara komprehensif tentang bagaimana kondisi kemiskinan yang sejatinya ditargetkan oleh pemerintah di APBNP tahun 2015 sebesar 10,3%.

Sebagai seorang entrepreneur, tentu data ini perlu dilihat dengan baik karena ini merupakan salah satu kondisi lingkungan eksternal bisnis yang bisa menjadi peluang dan juga menjadi ancaman. Terlepas dari itu, entrepreneur juga berperan strategis dalam konteks bagaimana mengurangi tingkat kemiskinan di negara ini. entrepreneur sejatinya menjadi penting agar jumlah kemiskinan dapat diturunkan, minimal bisa sesuai dengan target pemerintah di atas.

Peran strategis seorang entrepreneur itu dapat dilihat dari dua aspek yang pertama, bagaimana mencetak jutaan entrepeneur sukses di negara ini. Lihat saja negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura  yang jumlah entrepreneurs sudah lebih jauh di atas 2% dari total penduduknya. Yang kedua adalah bagaimana meningkatkan skala bisnis para entrepreneur yaitu dari skala mikro, kecil, menengah dan besar agar bisa membuka lapangan pekerjaan yang seoptimal mungkin dan sebanyak mungkin sehingga dapat mengurangi kemiskinan di negara ini.

Oleh karena itu, entrepreneur perlu benar-benar menjadi ahli strategis dengan meningkatkan mindset entrepreneur nya, meningkatkan kapabilitas organisasi dan juga memanfaatkan setiap peluang bisnis yang ada di lingkungan bisnis, baik lingkungan eksternal mikro dan eksternal makro. Seiring dengan semakin tingginya keinginan anak muda menjadi entrepreneur, perlu di ditekankan dalam mindset tersebut bagaimana mereka sejatinya menjadi pahlawan bagi negera ini dan salah satunya dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Teruslah semangat ini dikembangkan bagi entrepreneur muda dalam konteks tidak hanya saja menjadi entrepreneur akan tetapi mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan secara optimal. Bagaimana dengan anda? Hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: