"Penduduk Miskin Jabar bertambah dan menempati rangking 19 di Indonesia", begitulah judul berita di salah satu media minggu lalu. Tentu data ini berasal dari Biro Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bagaimana peningkatan jumlah penduduk miskon di Jawa Barat pada Maret – September 2015 yang mengalami peningkatan sebesar 1,13% atau sebanyak 49.955 orang dibandingkan sebelumnya yang berjumlah 4.435 juta jiwa menjadi juta jiwa.

Yang tidak kalah pentingnya untuk dicermati adalah Jawa Barat menempati posisi ke 19 di Indonesia. Memang secara nasional, tingkat kemiskinan juga meningkat dan itu diatas target pemerintah. data Biro Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka kemiskinan pada bulan September 2015 bertambah sebesar 780.000 jiwa bila dibandingkan dengan Sseptember 2014. Secara jumlah, penduduk yang berada di garis kemiskinan pada bulan September 2014 adalah 27,73 juta jiwa, meningkatk menjadi 28,1 juta jiwa di bulan September 2015.

Menurut BPS lagi, jumlah penduduk miskin secara persentase pada tahun ini juga mengalami pertambahan menjadi 11,13% pada September 2015 dibandingkan 10,96% pada bulan September 2014. Tentu data BPS ini perlu dilihat secara komprehensif tentang bagaimana kondisi kemiskinan yang sejatinya ditargetkan oleh pemerintah di APBNP tahun 2015 sebesar 10,3%.

Sebagai bagian dari warga Jawa Barat, tentu data ini perlu dicermati dengan baik karena meskipun pemerintah Jabar sudah menyatakan bagaimana konteks Jabar sebagai provinsi yang besar dengan jumlah penduduk di atas 45 juta jiwa. Gubernur juga menyatakan sudah menerapkan strategi untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Terlepas dari apa yang dilakukan oleh pemerintah Jabar yang salah satunya adalah program pencetakan 100.000 wirausaha baru Jawa Barat serta program-program lainnya, entrepreneur Jawa Barat memang pelru memberikan kontribusi strategis dalam mengurangi tingkat kemiskinan ini. Entrepreneur Jawa Barat perlu memiliki mindset yang mendalam tentang peran strategis mereka di provinsi ini.

Entrepreneur Jabar perlu memiliki mindset bagaimana mereka adalah pahlawan bagi negara ini pada umumnya dan Jabar pada khususnya dalam melawan "musuh" bersama yang namanya kemiskinan yang melanda negara ini. musuh ini sangat relevan dengan bagaimana peran entrepreneur dalam menjalankan bisnis yang dapat memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri dan juga orang lain serta alam dalam jangka panjang.

Peran strategis seorang entrepreneur itu dapat dilihat dari dua aspek yang pertama, bagaimana mencetak jutaan entrepeneur sukses di negara ini. Lihat saja negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura  yang jumlah entrepreneurs sudah lebih jauh di atas 2% dari total penduduknya. Yang kedua adalah bagaimana meningkatkan skala bisnis para entrepreneur yaitu dari skala mikro, kecil, menengah dan besar agar bisa membuka lapangan pekerjaan yang seoptimal mungkin dan sebanyak mungkin sehingga dapat mengurangi kemiskinan di negara ini.
Dalam konteks pemerintah, diharapkan pemerintah juga perlu memiliki kesadaran tentang peran strategis entrepeneur ini agar entrepreneur muda Jabar benar-benar bisa sukses dengan bisnis tersebut. Salah satu hal yang mendasar yang perlu dilakukan pemerintah adalah bagaimana membuat regulasi yang mendukung perkembangan bisnis serta mempermudah pelaksanaan regulasi yang selama ini dikeluhkan oleh banyak entrepreneur yaitu ekonomi biaya tinggi.

Adapun dari konteks entrepreneur itu sendiri, entrepreneur perlu benar-benar menjadi ahli strategis bagi bisnisnya dengan meningkatkan mindset entrepreneur nya, meningkatkan kapabilitas organisasi dan juga memanfaatkan setiap peluang bisnis yang ada di lingkungan bisnis, baik lingkungan eksternal mikro dan eksternal makro. Seiring dengan semakin tingginya keinginan anak muda menjadi entrepreneur, perlu di ditekankan dalam mindset tersebut bagaimana mereka sejatinya menjadi pahlawan bagi negera ini dan salah satunya dalam upaya pengentasan kemiskinan. Entrepreneur kudu bersatu dalam mengambil peran untuk mengatasi kemiskinan di Jabar.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: