Menjadi bagian dari Kota Bandung yang terus melakukan pembenahan diri dan berupaya untuk menjadi yang terbaik yang diterjemahkan dalam konteks Bandung Juara adalah sesuatu yang sangat disyukuri karena berada di Kota yang terus melakukan inovasi berbasis kreativitas dan sumber daya yang ada. Hal ini sekali lagi adalah sebuah anugerah yang terindah, seperti yang dinyanyikan oleh Sella on 7 beberapa tahun yang lalu.

Rasanya, ini tidak berlebihan. Semenjak pemerintah Kota Bandung yang dipimpin oleh Kang Emil, memang tidak bisa dipungkiri bagaimana perkembangan Kota Bandung yang dulu memang sudah terkenal dengan Parijs Van Java dimana Kota Bandung dibandingkan dengan kota Paris di Eropa. Perbedaannya adalah kreavitas yang dikembangkan oleh Kang Emil berbasis pada potensi yang ada di Kota bandung itu sendiri.


Sebagai seorang entrepreneur, jelas ini menjadi sebuah comparative advantage dalam menumbuhkembangkan bisnis. Artinya adalah bagaimana keunggulan yang disiapkan oleh pemerintah sebagai salah satu lingkungan eksternal yang ada di lingkungan bisnis para entrepreneur menjadi modal atau sumber daya yang bersifat strategik. Entrepeneur yang ada di Kota Bandung harus menyadari akan hal ini.

Oleh karena itu, saya melihat sudah menjadi kewajiban bagi setiap entrepreneur yang akan membangun bisnisnya untuk mencapai sustainable competitive advantage melakukan tindakan yang bersifat strategik juga seiring dengan kebijakan dan program yang dibuat oleh pemerintah Kota Bandung. Yang pertama adalah terus mempelajari program pemerintah. Hal ini menjadi penting karena akan menentukan relevansi program pemerintah dengan bisnis setiap entrepreneur.

Irisan antara program pemerintah dengan bisnis setiap entrepeneur adalah penting untuk dilihat dan dimanfaatkan oleh setiap entrepeneur. Kejelian setiap entrepreneur dalam melihat program pemerintah menjadi faktor penentu untuk membangun bisnis yang unggul. Jangan sampai tidak memiliki irisan karena itu akan membutuhkan sumber daya yang lebih banyak oleh setiap entrepreneur, apalagi menghadapi MEA yang sudah berjalan.

Yang kedua adalah terus melakukan kreativitas dan inovasi terhadap bisnis. Jelas ini harus menjadi strategi setiap entrepeneur dalam berbisnsi di Kota Bandung. Bahkan konsep innovation or die itu akan menjadi sesuatu yang pasti bagi entrepeneur agar bisa terus bertahan dan bahkan mendapatkan keunggulan di bisnis masing-masing.

Bicara innovation itu sangat relevan dengan kreativitas yang harus terus dilakukan oleh entrepreneur karena itu berhubungan juga dengan ide-ide yang melekat pada diri mereka masing-masing. hanya saja, ketika bicara inovasi, jelas ide tersebut harus bisa diterima oleh pasar yang notabene adalah konsumen. Disinilah entrepreneur harus melihat bahwa konsumennya yang notabene adalah warga bandung yang sudah di edukasi oleh kang Emil sudah pintar-pintar.

Oleh karena itu, sudah saatnya entrepreneur fokus dalam mengembangkan diri dan bisnisnya berbasis kepada pengetahuan sehingga kreativitas dan inovasi akan semakin berkembang. Ingat, di kota Bandung, yang akan bisa bertahan adalah entrepeneur yang bisa memilliki pengetahuan bisnis dan manajemen serhingga bisa menjadi ahli strategi bagi bisnsinya dan konteks ini akan bisa mengembangkan kreativitas dan inovasi karena memang sejatinya, setiap entrepreneur itu harus kreatif dan inovasi. INGAT…. INNOVATION OR DIE…. SALAM JUARA

Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: