"Mulailah peduli dengan kehidupan setelah kematian di akhirat nanti" demikian pernyataan seorang ustad kepada saya dan membuat saya berfikir panjang tentang apa yang harusnya saya lakukan kedepan, apalagi dalam konteks kehidupan sebagai seorang akademisi dan juga seorang pebisnis di dunia ini. konteks yang pastinya bisa dijadikan sebagai fondasi dan bahkan kendaraan untuk mendapatkan kesuksesan hidup di akhirat nanti.
Apalagi pengajian pagi ini dari ustad Maulana yang menjelaskan bagaimana sejatinya umat manusia terus menganalisis kehidupan setelah kematian dan rasanya, hidup didunia ini hanya sementara dan bahkan hanya 1,5 jam dibandingkan dengan kehidupan di akhirat. Hal ini harus menjadi fondasi dalam rangka membangun pemikiran untuk apa hidup di dunia ini dan apa yang hendak dicapai di dunia ini untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat.


Sebagai seorang entrepeneur muslim, sudah waktunya menyadari bahwa menjadi entrepeneur adalah pilihan professional setiap orang dan akan bisa menjadi sebuah tool untuk menggapai kesuksesan hidup di akhirat nanti. Percaya atau tidak, dengan menjadi entrepeneur, akan bisa dijadikan sebagai cara untuk membangun kesempatan agar bisa berbuat kebaikan ke pada banyak orang. Ini bisa dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur/
Lihat saja, kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, kesempatan untuk berbuat baik kepada banyak orang dengan membuat produk yang berkualitas, kesempatan untuk bersedekah dan berinfak kepada banyak orang, kesempatan untuk berbagi kepada banyakorang seperti berbagi ilmu karena bisa menjadi inspirator bagi banyak orang. Rasanya, inilah beberapa hal yang bisa didapatkan entrepeneur untuk persiapan masa depan di akhirat.
Akan tetapi, sebaliknya, menjadi entrepreneur malah kecebur kepada hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan ini dengan membuat kesalahan dan dosa ketika mereka menjadi entrepreneur. ini jangan sampai terjadi lagi karena ini akan merugikan setiap entrepeneur dalam kehidupan ini untuk saat ini dan yang akan datang. Rugi sekali ketika entrepreneur itu salah salam membangun kehidupan yang benar ketika menjadi entrepreneur hanya berbuat dosa
Oleh karena itu, pelajaran yang paling berharga adalah bagaimana entrepreneur muslim kembali kepada Alqur'an dan hadits karena inilah sumber kehidupan yang paling nyata dan sejatinya entrepeneur sering membaca, mempelajari dan mengamalkan dalam konteks ketika ada permasalahan yang timbul dalam bisnis, kembali ke Alqur'an dan hadis. Rasanya, ini perlu menjadi perhatian entrepreneur muslim dan semoga ini bisa dimulai dari sekarang.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: