Beberapa hari kemaren, negara ini seolah-olah mengalami kegaduhan kembali ketika Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan RB) mengeluarkan evaluasi atas kinerja menteri-menteri yang ada dalam kabinet Presiden Jokowi yang sudah menjalankan pemerintahan selama satu tahun lebih. Tentu evaluasi tersebut merupakan sesuatu yang perlu dilihat sebagai sebuah bagian dari proses manajemen yang harus dilakukan.

Akan tetapi, nyatanya, banyak sekali tanggapan atas evaluasi tersebut dan menggambarkan bagaimana pihak-pihak yang kurang setuju dengan penyampaian evaluasi atas kinerja menteri. Khususnya para partai pendukung pemerintahan yang memiliki menteri yang duduk di kabinet. Semuanya merasakan bahwa evaluasi itu tidak perlu disampaikan kepada public karena dikhawatirkan akan memberikan dampak kegaduhan kepada negara ini.


Terlepas dari apa yang diperdebatkan oleh berbagai pihak tentang evaluasi tersebut, sebagai seorang entrepreneur, perlu belajar dari evaluasi yang sudah dilakukan oleh pemerintah itu sendiri. Evaluasi yang sejatinya adalah bagian utama dari keberhasilan seorang manajer dalam memimpin sebuah aktivitas atau kegiatan karena tanpa evaluasi, tidak akan diketahui capaian yang sudah didapat karena perbandingan antara rencana dengan realisasi serta perbaikan apa yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur.

Apalagi dalam konteks MEA yang jelas-jelas menuntut sebuah perbaikan terus menerus atas apa yang dijalankan oleh entrepreneur. evaluasi harus dilihat sebagai sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari apa yang dilakukan oleh entrepreneur untuk mencapai tujuan yang sudah mereka tetapkan dengan baik. Evaluasi adalah bagian utama dalam proses manajemen dan harusnya setiap entrepreneur dapat melakukannya dengan baik.

Akan tetapi, evaluasi yang dimaksud disini jelas, pertama, harus berbasis kepada tujuan dasar dulu yaitu untuk melakukan perbaikan dan bukannya kepada tujuan lainnya. Tujuan menjadi dasar untuk evaluasi yang benar. Kedua, tentu harus ada objektivitas yang tinggi dalam melakukan evaluasi. Artinya, data pendukung yang kuat sangat diperlukan. Speak with data, itulah yang perlu dilakukan oleh setiap pihak yang melakukan evaluasi.

Ketiga, tentu evaluasi harus menggunakan tool atau alat-alat yang bisa dipertanggungjawabkan untuk mencapai validitas dan reliabilitas karena itu akan menentukan kualitas evaluasi. Keempat, evaluasi harus dilakukan oleh orang yang memilii kompetensi dan tingkat kepercayaan yang tinggi. Dalam hal ini, jelas entrepreneur harus benar-benar memiliki integritas  yang tinggi dalam melakukan evaluasi.

Akan tetapi, jangan terjebak pada proses evaluasi, yang paling penting adalah tindak lanjut atas evaluasi yang sudah dijalankan. Apa yang harus dilakukan ketika evaluasi sudah berjalan dan ini akan mempengaruhi kualitas hasil atas apa yang sudah dicapai. Perbaikan terus menerus atau kaizen harus dilakukan oleh entrepreneur untuk tetap konsisten dengan apa yang sudah dilakukan untuk pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Bagaimana dengan anda? Hmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: