Dalam beberapa media yang menampilkan ulasan tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), didapatkan gambaran bagaimana kesiapan Indonesia dalam MEA tersebut. Salah satu kesimpulan yang didapat bahwa Jawa Barat adalah provinsi yang persiapannya lebih baik dibandingkan dengan daerah lain ketika menghadapi MEA. Tentu hal ini menjadi sebuah kajian yang perlu diperhatikan dengan kritis karena menyangkut kesiapan secara menyeluruh atas apa yang terjadi di MEA.

Informasi yang diberitakan oleh media memperlihatkan beberapa hal yang bersifat strategis dan pertama, terlihat bagaimana tidak meratanya kesiapan masyarakat terhadap pemberlakukan MEA itu sendiri. Perbandingan dengan daerah lain menggambarkan ketidaksamarataan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Jelas Indonesia yang memiliki 34 provinsi tersebar di seluruh Indonesia akan menghadapi perbedaan satu sama lain.

Adapun yang lain adalah Jawa Barat yang dianggap memiliki kesiapan yang lebih baik dibandingkan dengan daerah lain. Tentu ini perlu diukur secara lebih baik sehingga mendapatkan tingkat validitas dan reliabilitas yang lebih tinggi. Semuanya harus diukur dengan baik. Namun demikian, terlepas dari itu semua, tentu tetap menjadi perhatian bagi setiap orang untuk terus memperhatikan kualitas diri dan bisnis mereka agar bisa mencapai keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Pertama, tetap yang diharapkan adalah bagaimana wirausaha fokus dalam meningkatkan mindset atau sikap mental dalam berbisnis. Ini jelas berhubungan dengan bagaimana wirausaha melihat setiap peluang yang muncul dari setiap perubahan lingkungan bisnis. Kemudian, bagaimana juga mental yang berhubungan dengan masalah yang akan dihadapi oleh setiap wirausaha ketika menjalankan bisnis, semuanya relevan dengan mental karena berbeda dengan yang hanya bicara teori sementara bukan menjadi seorang pelaku bisnis.

Kedua, bagaimana wirausaha itu fokus meningkatkan kualitas bisnis mulai dari pengelolaan resources, kapabilitas, competency sampai dengan core competency terhadap pengelolaan bisnis yang diperlihatkan pada keuangan, pemasaran, proses bisnis dan sumber daya manusia dan penggunaan teknologi informasi untuk mencapai sustainable competitive advantage dalam bisnis ditengah tingginya tingkat persaingan bisnis  yang dihadapi oleh wirausaha.

Ketiga, fokus dalam memanfatkan social capital atau modal sosial yang tersedia dari bagaimana wirausaha membangun hubungan atau jaringan dengan stakeholders yang terdiri dari akademisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, media dan perbankan. Social capital itu menjadi point untuk bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada dari stakeholders. Terus mencari peluang yang ada dan memanfaatkan untuk bisnis masing-masing.

Inilah yang perlu menjadi perhatian wirausaha untuk menghadapi MEA dan mencapai keunggulan di MEA. Teruslah belajar dan fokus pada bisnis sembari membangun hubungan baik dengan stakeholders lainnya. Kepentingan wirausaha itu akan dapat dipenuhi dengan knowledge management atau bagaimana mengelola pengetahuan tentang entrepeneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen. Bagaimana dengan anda? Hmmmm…

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: