Rasanya, kejadian dua hari  yang lalu, yaitu peledakan bom yang terjadi di Jalan MH Thamrin Jakarta belum habis dibahas oleh berbagai stakeholders. Bahkan televisi menayangkan bagaimana aktivitas setelah peledakan tersebut dimana para pelaku dan otak dibelakang kejadian ini terus dikejar. Bahkan di Poso, terjadi penangkapan pelaku dan terjadi pelemparan bom kepada para polisi. Belum lagi didaerah lain, seperti pekanbaru yang di salah satu pusat perbelanjaan ada tas yang dicurigai sebagai bom.

Secara strategi, tujuan dari teroris ini adalah memberikan rasa tidak aman dan bahkan ketakutan kepada banyak orang. Ban Ki Mon, Sekjen PBB menyatakan bahwa terorisme merupakan sebuah ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan, kesejahteraan masyarakat. Memang terasa sekali, bagaimana terror di seluruh dunia yang mampu memberikan rasa ketakutan kepada banyak orang.

Alhamdulillah, bangsa ini tidak mau termakan oleh ketakutan yang diberikan oleh para teroris. Berbagai gerakan menyatakan kami kuat, indonesia tidak takut menggambarkan bagaimana sikap rakyat Indonesia terhadap terror  yang diberikan kemaren.

Sebagai seorang entrepreneur, jelas ini harus diambil pelajaran yang sangat berharga yang berhubungan dengan bagaimana menyikapi setiap kejadian. Ketenangan dan sifat yang logis sangat penting bagi entrepeneur dalam menyikapi berbagai kejadian seperti terror in. akan tetapi, ada satu variabel lagi yang perlu diperhatikan oleh entrepreneur yaitu konsumen, distributor dan bahkan supplier. Konsumen menjadi pihak yang harus diperhatikan dengan baik.

Kenapa demikian? Karena mereka itu akan dipengaruhi persepsi bagaimana teroris yang selama ini dikabarkan akan menyerang public area seperti mall dan pusat perbelanjaan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Padahal, konsumen memiliki perilaku yang seringkali berjalan-jalan dan bahkan berbelanja di mall. Ini tentu akan menjadi perhatian para entrepreneur karena konsumen tersebut. Oleh karena itu, entrepreneur perlu memberikan edukasi juga kepada konsumen masing-masing setelah mencari berbagai informasi seputar teroris ini.

Apalagi mereka kan sudah mendapatkan persepsiyang luas dari berbagai media tentang bagaimana sikap bangsa ini menanggapi terror dan Indonesia kuat membuat mereka semakin memahami bahwa terror itu tidak harus ditakuti. Akan tetapi, tentu dihati kecil mereka tetap berhati-hati dengan terror. Apalagi ketika bicara tentang kungjungan ke mall dan harus diperiksa oleh polisi.

Peran entrepreneur dalam memberikan edukasi juga menjadi penting bagi penciptaan persepsi yang sama yaitu tidak takut pada ancaman teroris. So, mulailah untuk memberikan edukasi juga kepada konsumen. Bagaimana dengan anda? hmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: