Ketika menyadari bahwa setiap entrepreneur itu adalah sebuah pilihan professional, sejatinya entrepreneur melihat hal yang lebih besar dalam konteks bisnis dan entrepreneurship yang mereka pilih. Hal ini sangat berhubungan dengan bagaimana entrepreneur benar-benar bisa menjalankan pilihan dengan baik dan akan professional dengan pilihan tersebut untuk membentuk diri yang kuat dan pastinya bisa sukses dengan pilihan.

Salah satu hal yang mendasar dan menentukan kualitas seorang entrepreneur dalam berbisnis adalah keputusan yang mereka buat. Hal ini menggambarkan bagaimana sejatinya tugas utama seorang entrepreneur adalah membuat keputusan bisnis yang seringkali membutuhkan pemahaman yang mendalam dan jelas untuk menjadi seorang entrepreneur yang dapat membuat keputusan secara efektif dan efisien.


Keputusan seorang entrepreneur akan menentukan bisnis dia saat ini dan yang akan datang. Tidak dapat dipungkiri bahwa inilah dasar yang dapat dijadikan indikator bagaimana entrepreneur akan sukses atau tidak. Apalagi dalam menjalankan bisnis dengan basis manajemen sistem yang akan diterapkan oleh entrepreneur dalam bisnisnya. Semuanya akan sangat ditentukan oleh kualitas keputusan bisnis yang mereka buat.

Terlepas sistem manajemen yang digunakan itu menggunakan teknologi informasi seperti apa, yang jelas, pada akhirnya akan ditentukan oleh bagaimana mereka membuat sebuah keputusan bisnis yang akan menentukan masa depan bisnis. Peran teknologi informasi sebagai support system tidak akan memberikan makna apa-apa. Inilah tantangan bagi setiap entrepreneur. jangan sampai salah dalam berbisnis yang semuanya dimulai dari keputusan yang dibuat.

Salah satu faktor yang membuat keputusan bisnis entrepreneur itu tidak memberikan kontribusi yang optimal terhadap bisnis adalah rendahnya pengetahuan entrepreneur terhadap proses membuat keputusan. Hati-hati lho… konteksnya adalah pengetahuan tentang membuat keputusan itu perlu bagi setiap entrepreneur agar bisa membuat keputusan yang valid dan reliable serta menyelesaikan masalah sampai memberikan implikasi yang positif.

Selanjutnya adalah berhubungan dengan keterampilan dalam membuat keputusan dan disini perlu dilihat konteks tool yang dimanfaatkan dalam membuat keputusan. Hal ini menjadi penting bagi entrepreneur karena tool-tool yang ada sudah bisa membantu entrepreneur membuat keputusan dengan baik. Perlu dilatih penggunaan tool tersebut.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana entrepreneur membuat keputusan dalam keadaan logis dan tidak dalam keadaan emosi. Artinya, ketika entrepreneur dalam keadaan apatis, sedih, tertekan, takut, marah dan bahkan bahagia sekalipun, hindari membuat keputusan karena itu akan mempengaruhi kualitas keputusan yang dibuat.

Oleh karena itu, entrepreneur dalam rangka membangun manajemen sistem dalam perusahaan, diharapkan membuat keputusan yang kuat dan didasari oleh pengetahuan dan keterampilan serta pada kondisi logis.



Share To:

meriza hendri

Post A Comment: