Menjadi seorang entrepreneur sejatinya adalah merupakan pilihan professional yang harus disadari setiap orang dimana perlu perubahan mindset yang benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para pebisnis dengan menjadi seorang ahli strategi bisnis. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat menentukan bagaimana nantinya bisnis para entrepreneur bisa tumbuh dan berkembang.
Salah satu lingkungan bisnis yang menjadi perhatian para entrepeneur saat ini adalah bagaimana perubahan lingkungan ekonomi yang terus mengalami perlambatan yang diperlihatkan pada bagaimana penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan juga menurunnya permintaan pasar terhadap produk-produk yang dilakukan oleh para konsumen. Lihat saja bagaimana kondisi ekonomi negara saat ini  yang memperlihatkan perlambatan.

Lebih luas lagi, peningkatan jumlah perusahaan besar yang menutup usahanya di Indonesia dan meningkatkan jumlah pemutusan hubungan kerja atau PHK. Lihat saja bagaimana perusahaan besar sekelas Toshiba, Panasonic dan juga Ford yang menutup usahanya di Indonesia dan menambah jumlah karyawan yang di PHK. Belum lagi ancaman dari perusahaan lainnya yang memang akan melakukan penutupan usaha.
Rasanya, semuanya harus menjadi perhatian para entrepreneur dalam berbisnis. Kondisi ekonomi yang mengalami perlambantan ini harus benar-benar menjadi perhatian agar bisa tetap membuat bisnis mencapai sustainable competitive advantage atau keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Jangan sampai perusahaan menjadi perusahaan yang gagal dalam berusaha dan menyusul penutupan usahanypa di Indonesia.
Oleh karena itu, entrepreneur perlu memahamai kondisi lingkungan bisnis khususnya lingkungan ekonomi saat ini. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menjadi salah satu acuan dalam membuat keputusan bisnis. Perlunya melakukan investasi atau perluasan bisnis harus memperhatikan kebijakan pemerintah. Bahkan saatnya entrepreneur untuk melakukan strategi stability pada saat ini. Entrepreneur perlu "wait and see" sampai terlihat kemana arah bisnis sesuai dengan kondisi perlambatan ekonomi saat ini.
Selanjutnya adalah bagaimana entrepreneur kembali kepada business process-nya karena inilah yang menjadi salah satu variabel yang akan mempengaruhi jalannya bisnis di tengah perlambatan ekononomi. Business process atau proses bisnis mulai dari supplier, input, process, output sampai dengan consumer (SIPOC) adalah kunci untuk membuat bisnis yang semakin efektif dan efisien.
Entrepreneur perlu melakukan perbaikan terus menerus atas proses bisnis yang bisa saja proses bisnis saat ini masih mengeluarkan biaya yang tidak perlu sehingga mengurangi daya saing yang pada akhirnya berdampak kepada profit yang didapatkan perusahaan. waktunya entrepreneur fokus dalam memperbaiki proses bisnis perusahaan melalui analisis setiap aktivitas yang ada dalam proses bisnis tersebut.
Selanjutnya, entrepreneur perlu fokus dalam meningkatkan kompetensi karyawan dalam bekerja agar produktivitas mereka meningkat. Kompetensi yang terdiri dari knowledge, skill dan attitude yang sangat menentukan bagaimana entrepreneur dan karyawan dapat bekerja secara optimal untuk mencapai tujuan bisnis yang sudah ditetapkan manajemen. Saatnya entrepreneur benar-benar menjadikan karyawan sebagai asset atau sebagai human capital yang dimiliki oleh para perusahaan.
Inilah yang perlu dipahami oleh para entrepreneur dengan menjadi ahli strategi bisnis yang memang menghadapi perubahan lingkungan bisnis, khususnya lingkungan ekonomi yang benar-benar mengalami perlambatan saat ini. tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi adalah lingkungan bisnis yang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan bahkan mengalami turbulensi yang kalau tidak bisa dianalisis dengan baik, maka bisnis akan ketinggalan.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: