Business Today
Lebih dari satu bulan yang lalu, Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA sudah diberlakukan oleh sepuluh negara ASEAN dan termasuk di Indonesia. Pasar bebas yang memang memberikan kebebasan yang tidak semuanya untuk free flow of goods, free flow of service, free flow of people, free flow of capital dan free flow of investment untuk memenuhi pasar yang lebih dari 650 juta jiwa dan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 250 juta jiwa.
Betapa bahasan tentang MEA yang begitu ramai dilakukan oleh banyak orang dan termasuk juga dengan bagaimana sejatinya entrepreneur menghadapi pasar bebas tersebut ketika di akhir tahun pada tanggal 31 Desember 2015. Banyak sekali komentar dan pendapat bagaimana kesiapan Indonesia untuk memasuki pasar bebas tersebut dan bagaimana bisa mendapatkan competitive advantage sehingga produknya tetap bisa diterima di pasar ASEAN.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana setelah sebulan pelaksanaan MEA tersebut? Bagaimana kesiapan seluruh komponen yang terlibat dalam MEA, khususnya para entrepeneur di Jawa Barat? Tentu hal ini perlu diangkat dan dibahas kembali karena ketika MEA di implementasikan, sejauh mana bergerak untuk mencapainya. Jangan sampai terjebak ketika mau dijalankan dan setiap orang memberikan komemtar dan pendapat.
Rasanya, sebulan pelaksanaan MEA tersebut belum terasa dan terlihat gerak-gerik para entrepeneur untuk mencapai kesukesan di MEA ini. gerak-gerik yang sejaitnya menjadi strategi yang harus diambil dan dijalankan untuk mencapai sustainable competitive advantage atau keunggulan bersaing  yang berkelanjutan. Jangan jauh-jauh dulu, minimal untuk satu tahun pertama, entrepreneur bisa fokus membangun daya saing di Indonesia.
Tentu hal ini tidaklah mudah. Para entrepreneur muda di Jawa Barat, khususnya dan Indonesia pada umumnya masih terjebak dengan kegiatan yang bersifat rutinitas untuk memenuhi target penjulan mereka. Rutinitas yang membuat mereka tidak sempat untuk berfikir bagaimana bisa bekerja dengan lebih baik untuk bisa bersaing di pasar ASEAN. Padahal, banyak pendapat yang menyatakan bahwa entrepeneur muda Jawa barat lah yang paling siap menghadapi MEA dibandingkan entrepreneur dari provinsi lain. Bahkan konsep jabar masagi yang dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat pun dioptimasi untuk mencapai daya saing entrepreneur muda di Jabar.
Hal ini perlu menjadi pemikiran entrepreneur untuk bisa mencapai kesuksesan dalam bisnis di pasar ASEAN. Saat ini adalah waktunya untuk berfikir strategik dan menjadi strategic entrepreneur. bagaimana dengan anda? Hmmmm..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: